M O M S M O N E Y I D
Santai

Tak Sekadar Bisa Baca Kartu, Ini Pentingnya Sertifikasi bagi Praktisi Tarot

Tak Sekadar Bisa Baca Kartu, Ini Pentingnya Sertifikasi bagi Praktisi Tarot
Reporter: Shintia Rahma Islamiati  |  Editor: shintia rahma


MOMSMONEY.ID - Praktisi tarot, khususnya yang menggunakan pendekatan psikologi dinilai perlu memiliki sertifikasi agar memiliki standar kompetensi yang jelas.

Pendiri Asosiasi Tarot Nusantara Indonesia (ATNI) Hisyam A Fachri mengatakan, sertifikasi menjadi bentuk pengakuan formal bahwa seorang praktisi telah mempelajari sistem dan metode tarot psikologi.

Menurut Hisyam, sertifikasi juga diperlukan untuk membangun kepercayaan klien karena pendekatan tarot psikologi memiliki pakem yang berbeda dengan praktik pembacaan tarot yang umum dikenal masyarakat.

“Perlu sertifikasi sebagai pengakuan secara formal dan untuk membangun kepercayaan kepada klien bahwa dia telah belajar tentang sistem-sistem tarot untuk pendekatan psikologi, karena ada mazhabnya,” ujar Hisyam belum lama ini.

ATNI sendiri menyediakan tiga jenjang sertifikasi, yakni certified tarot reader (CTR), certified tarot counselor (CTC), dan certified tarot master (CTM). Seluruh program pelatihan telah mencakup ujian sertifikasi, dan peserta yang lulus akan memperoleh sertifikat sesuai jenjang yang diikuti.

Baca Juga: Kesehatan Mental: Aplikasi Batin Hadir, Curhat Kini Lebih Aman!

“Biaya pelatihan CTR dan CTC selama dua hari berkisar Rp 4,8 juta hingga Rp 5 juta untuk wilayah Jawa dan Bali. Sementara pelaksanaan di luar daerah, seperti Balikpapan, berkisar Rp 6,5 juta hingga Rp 7 juta,” kata Hisyam.

Ia menambahkan, untuk pelatihan tingkat CTM dikenakan biaya sekitar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta lebih tinggi dibanding jenjang sebelumnya.

Hisyam menyebutkan, hingga saat ini sekitar 1.600 orang telah memperoleh sertifikasi CTR dan jumlah yang sama untuk CTC. Sementara pemegang sertifikasi CTM mencapai sekitar 1.000 orang.

“Pesertanya beragam, ada dari pendeta, kiai, romo, bante, praktisi SDM, guru, konselor, dan sebagainya. Mereka menggunakan Tarot Nusantara sebagai alat pendukung dalam pekerjaan mereka,” jelasnya.

Baca Juga: Dampak Good Girl Syndrome Bagi Kesehatan Mental Seseorang

Tarot psikologi bukan ramalan

Hisyam menjelaskan, tarot psikologi berbeda dengan praktik tarot yang selama ini identik dengan ramalan masa depan. Menurutnya, pendekatan tersebut berfokus membantu seseorang memahami kondisi psikologis dan pola kepribadiannya.

“Tarot psikologi tidak berbicara soal kapan, di mana, atau siapa. Pendekatannya adalah melihat apa yang terjadi pada seseorang saat ini dan mengungkap pola-pola psikologis yang mendasarinya,” katanya.

Ia menegaskan, kartu tarot pada dasarnya hanyalah media. Cara penggunaannya bergantung pada pendekatan yang digunakan oleh praktisi.

“Tarot adalah media. Tergantung siapa yang menggunakannya. Dalam tarot psikologi, pertanyaannya bukan ‘apa yang akan terjadi’, melainkan ‘ada apa dengan diri Anda saat ini?’,” ujarnya.

Baca Juga: Usia Dewasa Paling Banyak Konsultasi ke Psikolog Tentang Kondisi Ini di 2025

Pendekatan tersebut, lanjut Hisyam, berangkat dari latar belakangnya di bidang psikologi transpersonal yang mempelajari hubungan manusia dengan budaya, lingkungan sosial, dan berbagai sistem simbolik. Ia juga mendalami semiotika atau ilmu tentang simbol dan tanda.

Menurutnya, berbagai budaya memiliki cara berbasis simbol untuk memahami karakter manusia, seperti I Ching dan feng shui di Tiongkok maupun weton dan primbon di Jawa.

Ketertarikannya terhadap sistem-sistem simbol itu kemudian membawanya meneliti kartu tarot, khususnya Arcana Mayor, yang dalam berbagai literatur dianggap menggambarkan pola-pola kepribadian yang berulang.

Dalam praktiknya, tarot psikologi digunakan untuk membantu mengidentifikasi pola berulang dalam kehidupan seseorang melalui konsep arketipe, tipologi kepribadian, dan sinkronisitas. Pendekatan tersebut bahkan dapat dipadukan dengan alat asesmen kepribadian seperti MBTI dan Enneagram.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Malas Mandi Tanda Depresi? Cek Faktanya dan Alasan Medis di Baliknya

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai alasan ilmiah di balik fenomena malas mandi sebagai gejala depresi.

Peluang Usaha Kuliner: Kisah Seblak Rumahan yang Tumbuh Berkat Platform Digital

Usaha seblak dari rumah kontrakan, begini cara Nur mengembangkan bisnis hingga tambah modal Rp 20 juta.

Hasil Kejuaraan Dunia 2026: 7 Wakil Indonesia ke 16 Besar, Ada Fajar/Fikri

Hasil Kejuaraan Dunia 2026 Babak 32 Besar Rabu (19/8), tujuh wakil Indonesia melaju ke 16 besar, termasuk Fajar/Fikri.

4 Makanan yang Harus Dihindari saat Menstruasi, Bebas Kram dan Mood Swing!

Inilah beberapa makanan yang harus dihindari saat menstruasi beserta alasannya. Simak sampai akhir, Moms.  

5 Kebiasaan Merapikan Rumah Sebelum Tidur biar Pagi Terasa Segar Lagi

Lima kebiasaan sederhana sebelum tidur yang membantu rumah tetap rapi dan membuat aktivitas pagi terasa lebih nyaman.  

Gunung Makin Digemari Sebagai Tempat Wisata Baru, Ini Faktor Pendukungnya

Banyak faktor yang membuat masyarakat Indonesia saat ini jadi keranjingan mendaki, salah satunya, dari aktivitas digital.  

Cari Teman Untuk Naik Gunung Kini Mudah di Aplikasi Kegunung

Kebutuhan naik gunung kini ada di satu platform, Kegunung. Aplikasi ini bisa menyediakan informasi jasa porter juga. ​  

5 Ide Kreatif Memanfaatkan Botol Parfum Kosong biar Rumah Makin Estetik

Botol parfum kosong masih bisa dimanfaatkan. Simak 5 ide kreatif untuk menjadikannya vas, diffuser, hingga wadah tanaman.

Beli, Sewa Alat dan Tiket Pendakian Bisa Dilakukan Secara Online di Gearberg

Gearberg adalah platform booking online atawa pemesanan tiket resmi yang juga menyediakan layanan jual serta sewa perlengkapan alam​.  

Aplikasi MDPL Berikan Arahan Peta Pendakian Aman dan Terverifikasi

Aplikasi MDPL menyediakan peta digital offline tiga dimensi khusus pendakian gunung di Indonesia.