MOMSMONEY.ID - Kebutuhan akan layanan digital yang mendukung aktivitas mendaki gunung meningkat. Aplikasi Kegunung hadir mencoba menjawab kebutuhan tersebut.
Irfani Fahri Founder aplikasi Kegunung bercerita ia membangun aplikasi Kegunung karena mengalami sendiri keresahannya sebagai seseorang yang suka mendaki. Masalah yang dihadapi pendaki biasanya adalah susah dapat teman bareng untuk mendaki.
"Dulu waktu masih kuliah, cari teman naik gunung itu gampang, lingkungan sama waktu luang juga fleksibel, tetapi setelah lulus dan mulai kerja, susahnya minta ampun," jelas Irfan.
Selain itu, dulu mencari informasi tentang pendakian juga repot, meski ada grup Facebook atau WhatsApp, ada risiko informasi terlewat.
Belum lagi, informasi buka tutupnya gunung harus buka Instagram basecamp satu per satu. Ingin mengecek cuaca juga buka aplikasi lain lagi. Begitupun info jalur cari lagi di platform yang berbeda.
Baca Juga: 5 Manfaat Mendaki Gunung untuk Kesehatan Mental, Rahasia Sembuh Lewat Alam
Dari situ, Irfan mengembangkan aplikasi Kegunung yang mengumpulkan fungsi kebutuhan pendaki di satu aplikasi saja. Dengan fokus memberikan solusi akan kebutuhan mencari teman mendaki bareng. "Tidak semua orang punya lingkungan yang sama-sama suka mendaki," ujar Irfan.
Dengan fitur Cari Barengan di aplikasi Kegunung, bisa membantu pendaki menemukan teman dengan tujuan gunung, waktu atau rencana pendakian yang sama.
Berikutnya aplikasi ini juga memberikan informasi akan status buka dan tutup gunung yang diperbarui secara rutin.
Aplikasi ini juga berguna untuk mempromosikan baik jasa porter, guide, maupun ojek di masing-masing gunung. "Penyedia jasa bisa mendaftar secara mandiri dan kini sudah ada yang bergabung," kata Irfan.
Baca Juga: Film Horor Petaka Gunung Welirang Tayang di Bioskop 2 Juli, Begini Sinopsisnya
Sekedar informasi, versi website Kegunung Irfan kembangkan pada Februari 2026. Kemudian, aplikasi Kegunung resmi dirilis pada lapak Google Playstore pada Juni 2026.
Irfan menyatakan saat ini masih fokus untuk memperkuat fondasi platform Kegunung dan belum melakuan monetisasi. Namun, ke depan Irfan berencana untuk memonetisasi bisnis melalui jasa open trip.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News