MOMSMONEY.ID - Siklus menstruasi sering kali datang membawa berbagai ketidaknyamanan fisik, mulai dari kram perut, kembung, perubahan suasana hati, hingga rasa lelah yang luar biasa.
Banyak wanita secara tidak sadar beralih ke comfort food atau makanan manis dan gurih untuk meredakan ketidaknyamanan tersebut.
Padahal, pemilihan makanan yang kurang tepat saat haid justru dapat memicu peradangan, memperburuk kontraksi rahim, dan membuat gejala kram terasa jauh lebih menyiksa.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Merapikan Rumah Sebelum Tidur biar Pagi Terasa Segar Lagi
Melansir Healthline, WebMD, dan Medical News Today, inilah beberapa makanan yang harus dihindari saat menstruasi beserta alasannya.
1. Makanan Tinggi Garam dan Natrium
Konsumsi makanan yang mengandung kadar garam atau natrium tinggi seperti makanan cepat saji, keripik kemasan, mi instan, dan makanan kaleng sangat tidak dianjurkan saat sedang haid.
Asupan garam berlebih menyebabkan tubuh menahan cairan ekstra. Hal ini membuat perut terasa semakin kembung, begah, dan kencang.
Selain itu, penumpukan cairan ini dapat memperberat rasa pegal pada pinggang dan membuat pembengkakan pada payudara terasa semakin sensitif dan nyeri.
2. Makanan Tinggi Gula Rafinasi
Meskipun keinginan untuk mengonsumsi makanan manis sangat tinggi saat menstruasi, namun mengonsumsi kue, cokelat manis, atau minuman bersoda secara berlebihan justru berdampak buruk.
Gula rafinasi dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara drastis yang diikuti oleh penurunan secara mendadak.
Fluktuasi ini memicu peradangan di dalam tubuh, memperparah kram perut, serta membuat perubahan suasana hati dan rasa lelah menjadi jauh lebih parah dari biasanya.
Baca Juga: Nasi Panas vs Nasi Dingin, Mana yang Lebih Sehat? Ini Faktanya
3. Minuman Kafein Tinggi
Minuman berkafein seperti kopi, teh pekat, dan minuman energi sebaiknya dibatasi atau dihindari selama masa haid.
Kafein memiliki sifat vasokonstriktor, yaitu dapat menyempitkan pembuluh darah di dalam tubuh, termasuk pembuluh darah yang menyuplai rahim. Penyempitan ini mengurangi aliran darah ke otot rahim sehingga meningkatkan intensitas kram dan nyeri perut.
Selain itu, kafein dapat memicu rasa cemas, mengganggu kualitas tidur, dan memperburuk masalah pencernaan seperti diare yang sering menyertai menstruasi.
4. Makanan Tinggi Lemak Jenuh
Makanan yang kaya akan lemak jenuh dan lemak trans seperti gorengan, daging merah berlemak, dan olahan bersantan kental dapat meningkatkan produksi hormon prostaglandin.
Kadar prostaglandin yang tinggi di dalam tubuh akan membuat otot-otot rahim berkontraksi lebih kuat. Inilah pemicu utama timbulnya nyeri kram yang tajam.
Selain itu, makanan berlemak tinggi membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, sehingga dapat memicu rasa mual, mulas, dan memperburuk gangguan pencernaan selama haid.
Itulah 4 makanan yang harus dihindari saat menstruasi. Sebagai gantinya, perbanyaklah mengonsumsi makanan yang kaya akan air dan nutrisi pelancar aliran darah. Ini termasuk buah-buahan segar, sayuran hijau kaya zat besi, serta air putih hangat.
Anda juga bisa mengonsumsi teh herbal tanpa kafein seperti chamomile atau jahe hangat untuk membantu merelaksasi otot-otot rahim yang tegang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News