MOMSMONEY.ID - Tren aesthetic medicine mulai bergerak menuju konsep regenerative beauty yang berfokus pada kesehatan kulit jangka panjang dan kualitas kulit dari level sel.
Pendekatan ini dinilai berbeda dari perawatan anti-aging konvensional yang cenderung mengejar hasil instan di permukaan kulit.
Beberapa teknologi yang digunakan dalam pendekatan ini antara lain exosome therapy dan peptide skin booster untuk membantu regenerasi sel kulit, NAD+ infusion.
Inimendukung perbaikan DNA dan energi seluler, oxygen enzymatic resurfacing untuk membantu hidrasi dan elastisitas kulit, serta stimulasi kolagen berbasis LED untuk mendukung produksi kolagen secara bertahap.
Baca Juga: Bukan Sekadar Glowing, Tren Kecantikan 2026 Fokus di Hasil yang Cepat Terlihat
Praktisi biohacking dari Nurtura dr Yusri Dinuth mengatakan, dunia aesthetic medicine saat ini tengah mengalami transformasi menuju regenerative beauty.
“Kulit yang sehat tidak cukup hanya terlihat glowing di permukaan, tetapi harus memiliki kualitas biologis yang kuat dan resilien,” ujarnya dalam keterangan resmi Senin (11/5).
Co-Founder Nurtura dr Hilwa Saleh Alwaini BMedSc menyebutkan, kecantikan kini tidak lagi sekadar soal tampil lebih muda, melainkan juga berkaitan dengan kualitas hidup dan healthy aging.
Pendekatan berbasis longevity science tersebut mulai diperkenalkan di Indonesia melalui Skin Biohacking Protocol yang dikembangkan oleh Nurtura.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News