M O M S M O N E Y I D
Bugar

Susah Lepas dari Makanan Asin? Ini 5 Tips Ampuh Mengurangi Garam yang Patut Dicoba

Susah Lepas dari Makanan Asin? Ini 5 Tips Ampuh Mengurangi Garam yang Patut Dicoba
Penulis: Widya Oktaviana  |  Editor: Widya Oktaviana


MOMSMONEY.ID - Makanan asin memang sering kali menjadi favorit banyak orang. Sensasi gurih dan nikmatnya benar-benar menggugah selera, bahkan membuat kecanduan.

Dari segi rasa, makanan asin memang terasa lezat dan mampu memberikan kepuasan tersendiri. Namun, di balik kenikmatan tersebut, tersimpan bahaya yang mengintai kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan, lo.

Rasa asin pada makanan ternyata memicu pelepasan dopamin di otak, yaitu senyawa kimia yang memberikan sensasi menyenangkan dan membuat ketagihan. 

Inilah mengapa semakin sering kita mengonsumsi makanan asin, semakin besar pula keinginan untuk terus menikmatinya.

Baca Juga: Jangan Salah Pilih! Ini Daftar Frozen Food yang Tetap Sehat buat Tubuh

Sayangnya, kebiasaan mengonsumsi makanan asin secara berlebihan tidaklah baik bagi kesehatan. Kandungan natrium atau garam yang tinggi di dalamnya dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit berbahaya, seperti obesitas, hipertensi, hingga penyakit jantung.

Oleh karena itu, bagi Anda yang sering mengonsumsi makanan asin, mulai sekarang perlu untuk menguranginya secara bertahap ya.

Berikut beberapa cara mengurangi makanan asin yang bisa Anda terapkan, sebagaimana dikutip dari www.halodoc.com dan www.alodokter.com:

Baca Juga: Hati-Hati! 5 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bikin Tekanan Darah Tinggi Melonjak, lo

1. Gunakan rempah dan bumbu alami

Jika biasanya Anda masak dengan menambahkan garam, namun kini cobalah untuk mengganti garam dengan rempah-rempah dan bumbu alami yang bisa memberikan rasa pada makanan Anda.

Misalnya saja menggunakan daun salam, lada, bawang merah, bawang putih, cabai, atau kulit lemon. Penggunaan bahan-bahan ini lebih aman untuk tubuh Anda.

2. Masak sendiri

Mengonsumsi makanan yang dimasak sendiri dengan yang beli di luar tentu jauh berbeda. Jika Anda beli di luar, Anda tidak tahu seberapa banyak takaran bumbu yang diberikan.

Rasanya memang nikmat dengan dominan asin gurih. Namun, terkadang kita kurang memperhatikan dan mempedulikan berapa banyak penyedap rasa yang ditambahkan.

Berbeda jika masak sendiri. Anda bisa mengontrol jumlah garam yang akan digunakan. Jika Anda berniat mengurangi asupan garam, maka penggunaan garam dalam masakan bisa dikurangi dari jumlah biasanya.

Baca Juga: Vitamin B Complex Punya Efek Luar Biasa: Risiko Gula Darah Turun 11%

3. Kurangi penggunaan saus dan penyedap

Tak sedikit makanan yang menambahkan saus dan penyedap rasa agar masakan terasa lebih lezat dan rasanya nendang.

Namun, mulai sekarang, kurangilah penggunaan saus dan penyedap ya. Atau, carilah alternatif lainnya dengan kadar natrium yang lebih rendah.

4. Batasi konsumsi makanan olahan dan cepat saji

Makanan olahan dan cepat saji umumnya menggunakan natrium dalam kadar yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi secara sering, hal ini tidak akan baik bagi kesehatan.

Jadi, Anda perlu membatasi konsumsinya. Bila perlu, Anda tidak harus sampai menyetoknya di rumah. Karena hal ini bisa membuat Anda tergoda untuk menyantapnya.

Baca Juga: Cukupi Kebutuhan Air Minum, Dehidrasi Berdampak Buruk pada Penyakit Asam Urat

5. Mengonsumsi makanan segar

Cara berikutnya untuk mengurangi makanan asin adalah dengan mengonsumsi makanan segar, seperti sayur dan buah.

Anda bisa mengonsumsi tomat, selada, brokoli, bayam, apel, jeruk, dan pisang. Makanan tersebut bisa Anda olah menjadi menu favorit tanpa tambahan garam.

Sedangkan untuk protein hewani, hindarilah daging yang diasinkan ya. Seperti sosis, nugget, bacon, dan sebagainya.

Sebaiknya pilihlah ikan atau daging segar saja untuk diolah menjadi hidangan lezat yang tetap memperhatikan kadar garamnya agar tidak berlebihan.

Mulailah dari sekarang untuk lebih bijak dalam memilih dan mengonsumsi makanan asin, agar tubuh tetap sehat dan hidup lebih berkualitas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Rumbai Kembali Naik Daun, Ini Cara Simpel Bikin Dekorasi Rumah Lebih Berkarakter

Tren rumbai kembali menghiasi interior rumah. Simak cara mudah mempercantik sofa, tirai, dan kursi agar ruangan makin estetik.  

Webster Green HC-130 Jadi Warna 2027, Sentuhan Hijau Klasik untuk Rumah Modern

Webster Green HC-130 jadi warna di 2027 dengan nuansa hijau klasik. Simak inspirasinya untuk rumah modern yang nyaman dan estetik.

6 Cara Menurunkan Berat Badan bagi Penderita Diabetes, Pasti Berhasil!

Inilah 6 cara menurunkan berat badan bagi penderita diabetes yang terbukti aman dan efektif. Simak sampai akhir, ya.

5 Perlindungan Keuangan bagi Wanita Menikah biar Siap Menghadapi Risiko

Wanita menikah perlu punya perlindungan keuangan sendiri. Simak 5 langkah ini untuk menjaga tabungan, aset, dan masa depan keluarga.

Pentingnya Peran Keluarga dalam Penanganan Kesehatan Jiwa

Kementerian Kesehatan mencatat ada sebanyak 9 dari 10 orang yang mengalami depresi belum terjangkau layanan kesehatan.

Foot Locker Day 2026 bakal Digelar, Satukan Merek Global hingga Penggemar Sneakers

MAP Active Indonesia bakal menggelar Foot Locker Day 2026 di kawasan M Bloc, Jakarta, pada 16 Oktober hingga 18 Oktober 2026.

Jarang Diketahui! Ini 6 Manfaat Probiotik untuk Kesehatan Organ Intim & Hormon Wanita

Dapatkan perlindungan ekstra untuk tubuh Anda dari dalam. Pahami bagaimana manfaat probiotik mampu menjaga pH vagina hingga jaga imunitas.

Kenapa Burger Tidak Sehat padahal Ada Sayur & Daging? Ketahui Bahayanya di Sini, yuk

Burger dianggap tidak sehat karena tinggi kalori dan lemak jenuh. Simak penjelasan mengenai risikonya serta tips mengolah burger agar lebih aman.

Coba 4 Pilihan Mie Sehat untuk Diet Ini agar Tetap Bisa Makan Enak Tanpa Takut Gemuk

Ingin makan mie tapi takut program penurunan berat badan gagal? Simak pilihan mie sehat untuk diet yang rendah kalori dan tinggi serat ini.

Yield Global Melonjak, Ini Strategi Investasi Obligasi di Era Bunga Tinggi

Kenaikan suku bunga The Fed dan imbal hasil US Treasury menandai era baru pasar obligasi global. Manulife selektif memilih tenor obligasi.