MOMSMONEY.ID - Aktris sekaligus ibu dua anak Nikita Willy membagikan pengalaman tips dalam melepas popok dan memulai toilet training pada anak.
Ia mengaku, mulai mengenalkan kebiasaan tersebut saat anak pertamanya menginjak usia dua tahun.
“Kalau dari pengalaman anak pertama aku, mulai toilet training di usia 2 tahun,” ujar Nikita dalam acara talkshow Makuku di Jakarta, Jumat (24/4).
Dalam prosesnya, Nikita menerapkan metode bertahap. Pada siang hari, ia langsung menghentikan penggunaan popok, sementara di malam hari anaknya masih menggunakan popok, terutama saat tidur.
Ia juga membiasakan anak untuk ke toilet secara rutin, terutama setelah minum atau sebelum tidur. Hal ini dilakukan agar anak mulai mengenali fungsi toilet sebagai tempat buang air.
Baca Juga: Cara Menangani Ruam Popok pada Anak, Ini Saran Dokter Kulit
“Jadi habis minum aku langsung taruh di atas toilet. Sebelum tidur juga begitu, supaya dia tahu tempat buang air kecil yang benar,” jelasnya.
Nikita menekankan pentingnya tidak bereaksi berlebihan saat anak mengompol. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari proses belajar.
Ia justru membiarkan anak merasakan ketidaknyamanan saat mengompol sebagai bentuk pembelajaran alami, tanpa perlu dimarahi.
Meski begitu, ia mengakui toilet training di malam hari cenderung lebih menantang. Hingga kini, anaknya masih sesekali mengompol, terutama saat kelelahan, kurang tidur, atau dalam perjalanan jauh.
Baca Juga: Kebanyakan Screen Time Bisa Bahaya, Ini Cara Hindari Kecanduan Gadget
“Kalau lagi long flight kadang-kadang ibunya mager misalkan harus bolak-balik ke toilet. Jadi aku pakaiin popok juga,” katanya.
Di sisi lain, Nikita juga menyoroti pentingnya kenyamanan popok bagi anak, terutama sebelum benar-benar lepas dari penggunaannya. Menurutnya, pemilihan popok yang tepat berpengaruh pada kualitas tidur dan kondisi kulit anak.
Ia menjelaskan, popok yang kasar atau tidak nyaman dapat menyebabkan gesekan pada kulit bayi yang sensitif, sehingga berisiko menimbulkan iritasi atau ruam.
Kondisi tersebut tidak hanya membuat anak tidak nyaman, tetapi juga dapat memengaruhi aktivitasnya.
Baca Juga: Lindungi Si Kecil Lewat 7 Tips Memilih Daycare yang Aman Demi Tumbuh Kembang Optimal
Selain itu, daya serap popok juga menjadi faktor penting. Popok dengan daya serap yang kurang baik dapat membuat anak terbangun di tengah tidur karena merasa tidak nyaman.
"Kalau tidurnya terganggu, besoknya anak jadi lemas dan malas beraktivitas. Sama seperti orang dewasa kalau kurang tidur, pasti tidak maksimal,” ungkapnya.
Menurutnya, kualitas tidur yang baik sangat berpengaruh terhadap proses belajar anak, baik dalam hal berjalan, makan, maupun aktivitas lainnya.
Dari pengalamannya, Nikita menilai konsistensi, kesabaran, serta memastikan kenyamanan anak menjadi kunci utama dalam proses toilet training.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News