MOMSMONEY.ID - Ruang makan kurang nyaman? Kenali 6 kesalahan desain yang bikin suasana rumah terasa kaku dan cara membuatnya lebih hangat.
Ruang makan menjadi salah satu area penting di rumah karena bukan hanya digunakan untuk makan, tetapi juga tempat keluarga berkumpul dan berbagi cerita.
Saat ini, banyak masyarakat Indonesia maupun Moms mulai memperhatikan desain ruang makan agar lebih nyaman, fungsional, dan memiliki suasana yang menyenangkan.
Namun, ada beberapa kesalahan penataan yang sering tidak disadari sehingga membuat ruang makan terlihat kurang menarik meski sudah menggunakan furnitur yang bagus.
Mengutip dari Southern Living, para ahli desain interior menyebut bahwa ruang makan yang ideal bukan hanya mengejar tampilan visual, tetapi harus mampu menghadirkan rasa nyaman bagi siapa saja yang menggunakannya.
“Ruang makan yang benar benar ramah dibuat untuk digunakan, dengan tempat duduk nyaman, bahan yang tahan lama, dan suasana yang membuat orang ingin tinggal lebih lama,” ujar Jessica Whitley, Pendiri Jessica Whitley Studio.
Baca Juga: 7 Ide Memanfaatkan Tupperware Lama di Rumah, Jangan Langsung Dibuang
Pencahayaan ruang makan terlalu terang
Banyak orang menganggap ruang makan akan terlihat lebih menarik jika menggunakan lampu yang sangat terang. Padahal, pencahayaan yang terlalu kuat dapat membuat suasana terasa kurang nyaman dan kehilangan kesan hangat.
Ruang makan membutuhkan pencahayaan yang lebih lembut agar terasa lebih santai. Penggunaan lampu gantung di atas meja makan, lampu tambahan di beberapa sudut, serta lampu dengan tingkat cahaya yang dapat disesuaikan bisa membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman.
Dalam tren desain rumah modern, pencahayaan tidak hanya berfungsi untuk menerangi ruangan, tetapi juga membangun suasana agar keluarga merasa lebih betah saat berkumpul.
Mengutamakan tampilan dan melupakan kenyamanan
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah memilih furnitur hanya berdasarkan bentuk atau tampilannya. Padahal, ruang makan digunakan setiap hari sehingga kenyamanan harus menjadi pertimbangan utama.
Kursi yang terlihat menarik tetapi tidak nyaman bisa membuat waktu makan bersama keluarga menjadi kurang menyenangkan. Pilihan kursi dengan bantalan empuk, ukuran sesuai tubuh, dan bahan yang mudah dibersihkan menjadi solusi praktis untuk rumah masa kini.
Menurut prinsip desain interior yang berkembang saat ini, rumah yang baik bukan hanya terlihat cantik, tetapi juga mampu mendukung aktivitas penghuninya.
Menggunakan furnitur yang terlalu seragam
Meja makan, kursi, dan lemari penyimpanan dengan desain yang sama memang terlihat rapi. Namun, jika terlalu seragam, ruang makan bisa kehilangan karakter dan terasa seperti ruang pamer.
Banyak desainer kini lebih memilih konsep yang menggabungkan berbagai elemen agar ruangan terasa lebih personal. Misalnya, meja kayu dengan tampilan klasik dapat dipadukan dengan kursi modern atau menambahkan elemen dekorasi yang memiliki nilai cerita.
Perpaduan gaya membuat ruang makan terasa lebih hidup dan mencerminkan kepribadian keluarga yang tinggal di dalamnya.
Baca Juga: Gaji Tetap, Harga Naik? Ini 6 Cara Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga yang Cerdas
Membuat ruang makan terlalu formal
Ruang makan yang hanya digunakan saat acara tertentu mulai dianggap kurang efektif. Banyak keluarga kini menginginkan ruang makan yang fleksibel dan dapat digunakan untuk berbagai kegiatan sehari hari.
Desain ruang makan sebaiknya terasa nyaman, bukan seperti area yang harus selalu terlihat sempurna. Furnitur yang terlalu sulit dirawat atau dekorasi yang membuat penghuni takut menggunakan ruangan justru mengurangi fungsi sebenarnya.
Ruang makan yang baik adalah tempat yang siap digunakan untuk sarapan, makan malam, berbincang, hingga menikmati waktu bersama keluarga.
Terlalu banyak dekorasi membuat ruang terasa sempit
Dekorasi memang dapat meningkatkan daya tarik ruang makan, tetapi penggunaan yang berlebihan bisa membuat area terasa penuh. Lemari besar, pajangan terlalu banyak, atau furnitur tambahan yang tidak diperlukan dapat mengurangi ruang gerak.
Penataan ruang menjadi semakin penting terutama untuk rumah dengan ukuran terbatas. Memberikan jarak yang cukup antarperabot akan membuat orang lebih mudah bergerak dan merasa nyaman.
Terkadang mengurangi beberapa elemen justru membuat ruang makan terlihat lebih luas, bersih, dan modern.
Hiasan meja makan terlalu mengganggu
Meja makan sering menjadi pusat perhatian sehingga banyak orang menambahkan dekorasi besar untuk mempercantiknya. Namun, hiasan yang terlalu tinggi atau memenuhi bagian tengah meja dapat mengganggu komunikasi saat makan bersama.
Dekorasi meja sebaiknya mendukung suasana, bukan menjadi penghalang. Pilihan seperti vas bunga sederhana, tanaman kecil, atau elemen dekorasi rendah bisa membuat meja tetap menarik tanpa mengurangi kenyamanan.
Brandeis Short, salah satu pendiri Pillar & Peacock, menjelaskan bahwa tujuan dekorasi ruang makan adalah menciptakan suasana terbuka dan nyaman agar percakapan tetap terasa alami.
Baca Juga: 5 Peluang Penghasilan Tambahan untuk Ibu Rumah Tangga yang Bisa Dicoba
Cara membuat ruang makan lebih nyaman tanpa renovasi besar
Membuat ruang makan terlihat lebih menarik tidak selalu membutuhkan perubahan besar. Beberapa langkah sederhana seperti mengganti pencahayaan, menata ulang posisi meja, memilih kursi yang nyaman, dan mengurangi barang yang tidak diperlukan dapat memberikan perubahan signifikan.
Untuk rumah di Indonesia, desain ruang makan yang ideal adalah yang mampu mengikuti gaya hidup keluarga. Ruangan tidak hanya terlihat bagus saat difoto, tetapi juga nyaman digunakan setiap hari.
Ruang makan yang nyaman bukan ditentukan oleh harga furnitur atau desain yang terlihat mewah. Hal terpenting adalah bagaimana ruangan tersebut mampu memberikan rasa hangat, mudah digunakan, dan membuat keluarga ingin menghabiskan waktu bersama.
Memperhatikan pencahayaan, kenyamanan furnitur, pemilihan dekorasi, serta tata letak yang tepat, ruang makan dapat berubah menjadi area yang lebih menarik dan memiliki nilai emosional bagi seluruh penghuni rumah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News