M O M S M O N E Y I D
Santai

Simak 4 Tanda Regulator Gas Rusak untuk Antisipasi Kebocoran Gas

Simak 4 Tanda Regulator Gas Rusak untuk Antisipasi Kebocoran Gas
Reporter: Andy Dwijayanto  |  Editor: Andy Dwijayanto


MOMSMONEY.ID - Berikut ini tanda regulator gas rusak yang perlu Anda kenali.

Ketika membaca pemberitaan terkait ledakan tabung gas atau kompor gas, penggunaan regulator gas kerap diasumsikan menjadi salah satu penyebabnya.

Oleh karena itu, melakukan perawatan regulator gas secara rutin perlu dilakukan. Namun, untuk meminimalisir faktor eksternal yang tidak terduga, penting untuk memahami tanda-tanda regulator gas yang mengalami kerusakan.

Baca Juga: Catat 7 Penyebab Mesin Motor Mati Mendadak hingga Panduan Mengatasinya

Menurut Tim Research and Development (R&D) Destec Indonesia, apabila terdapat kerusakan pada regulator, hindari melakukan servis atau memperbaiki regulator karena bisa mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebaiknya, regulator diganti untuk menjamin kemanan Anda di rumah. Senior RND Design Specialist Destec Indonesia Topan Handrian membagikan beberapa tanda tanda regulator gas rusak yang perlu diperhatikan, di antaranya:

1. Bau gas

Salah satu tanda adanya kerusakan pada regulator gas adalah adanya bau gas ketika kompor tidak sedang digunakan. Hal ini dapat mengindikasikan adanya kebocoran gas yang disebabkan oleh sistem penguncian regulator yang tidak bekerja secara optimal.

Untuk memastikan regulator lebih tahan lama dan aman, disarankan memilih regulator dengan sistem penguncian yang kuat. Pastikan juga untuk selalu mengikuti instruksi pemasangan regulator sesuai dengan panduan yang diberikan oleh produsen.

Sebagai contoh, jika Anda menggunakan regulator Star Cam, pemasangan cukup dilakukan dengan memasukkan dan mendorong Plat C secara sempurna, lalu menekan tuas pengunci. Dengan demikian, regulator akan terpasang dengan kuat dan aman.

2. Api kompor tidak sabil

Tanda selanjutnya adalah api yang keluar dari kompor sering menyala dengan tidak stabil. Misalnya, antara menyala terlalu besar atau terlalu kecil.

Kemudian, api menyala dengan tidak konsisten dan berwarna merah/oren (api yang normal biasanya berwarna biru). Hal ini menunjukkan, tekanan gas yang dialirkan oleh regulator gas tidak merata.

Baca Juga: Tips Merawat Regulator Gas yang Aman di Rumah Anda

3. Api mati secara tiba-tiba

Salah satu tanda-tanda kerusakan pada regulator adalah api yang tiba-tiba mati saat kompor digunakan. Terutama, apabila kondisi ini terjadi dalam frekuensi yang sering, sebaiknya Anda langsung mengganti regulator gas.

Hal ini disebabkan regulator tersebut mengalami kerusakan atau terdapat penyumbatan di saluran regulator gas.

Dalam memilih regulator, gunakan regulator yang telah melalui proses produksi dengan pemantauan secara menyeluruh dan berkala melalui sistem dual-quality control.

Contohnya, semua regulator di bawah brand Destec telah melalui pemantauan seluruh proses produksi (Quality Assurance/QA) dan evaluasi semua bagian termasuk produk akhir (Quality Control/QC).

4. Suara desis disertai bau gas

Jika terdengar suara desis dari regulator saat kompor tidak digunakan, hal ini bisa menjadi indikasi adanya kebocoran atau malfungsi pada perangkat tersebut. Terutama jika suara desis tersebut terus menerus dan disertai bau gas.

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kerusakan atau kegagalan fungsi komponen di dalam regulator, salah satunya kerusakan pada karet membran. Namun, suara desis yang bersifat normal sebetulnya dapat terjadi saat pertama kali memasang regulator pada tabung gas.

Ini terjadi karena tekanan gas sedang menyesuaikan dan biasanya berhenti setelah beberapa saat. Suara desis juga bisa terdengar ketika menyalakan kompor, di mana suara desis kecil merupakan hal wajar karena aliran gas dari tabung menuju kompor melalui regulator gas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Anak Kalah Lomba? Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua Menurut Psikolog

Kekalahan saat lomba sering membuat anak merasa sedih, kecewa, bahkan kehilangan rasa percaya diri.​ Ini yang harus dilakukan orang tua ya.

4 Tips Investasi saat Situasi Ekonomi Dinamis dengan Quiet Investing

Berikut 4 tips Quiet Investing atau investasi saat situasi ekonomi dinamis untuk mencapai financial goals memasuki pertengahan 2026.

Pelatihan Tour Guide Jateng Gratis: Lulus Langsung Sertifikasi BNSP, Cek Tanggalnya

Pelatihan Tour Guide BLK Jateng gratis dan berfasilitas lengkap, termasuk sertifikasi BNSP. Cari tahu cara daftar dan jadwal seleksinya di sini.

Cerita Rakyat Suara Nusantara, Mengenalkan Budaya Lokal ke Generasi Muda

Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara Banten 2026 jadi upaya mengenalkan budaya lokal kepada anak-anak dan remaja.

5 Bahaya Tersembunyi Kopi Instan, Diabetes hingga Kanker Mengintai

Kenikmatan kopi instan ternyata tersembunyi risiko serius seperti diabetes dan kanker. Gula tinggi dan senyawa kimia berbahaya mengancam. 

23 Saham Siap Bagikan Dividen, Cum Date Pekan Ini 19-22 Mei 2026

Musim pembagian dividen masih berlanjut di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ini, tepatnya periode 19 Mei hingga 22 Mei 2026. 

Storage WhatsApp Penuh? Hindari Ponsel Lambat dengan Trik WhatsApp Ini

Ponsel lemot akibat WhatsApp penuh? Jangan biarkan data penting terhapus sembarangan, ada trik khusus yang wajib Anda tahu sebelum bertindak.

Rupiah Anjlok! Posisi ke-5 Mata Uang Terlemah Dunia pada 2026, Ini Daftarnya

Kurs rupiah anjlok ke Rp 17.420 per US$ pada awal Mei 2026, menjadikannya terlemah kelima global. Pahami pemicu dan dampaknya bagi Anda.

Bikin Tinggi Anak Melejit, Ini 5 Rahasia Makanan Peninggi Badan Alami

Ingin anak tumbuh tinggi maksimal? CDC dan Healthline ungkap nutrisi penting. Simak daftar makanan ajaib ini agar pertumbuhan tulang anak optimal.

IHSG Mencoba Rebound Pada Selasa Pagi, Sempat Naik 0,1% (19/5)

Sempat tertekan di awal pembukaan, pada pukul 09.15 WIB, IHSG memantul naik 8,26 poin atau 0,13% ke level 6.607,50.