MOMSMONEY.ID - Posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai memasuki area jenuh jual atau oversold jika dilihat dengan kaca mata teknikal. Namun, pasar saham Indonesia diproyeksikan masih bergerak penuh tekanan pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026.
Pelaku pasar kini mencermati kombinasi sentimen domestik dari pelemahan rupiah dan peluang kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), di tengah ketidakpastian global akibat tensi geopolitik Amerika Serikat dan Iran.
Berikut proyeksi IHSG dan rekomendasi saham hari ini, Selasa, 19 Mei 2026 dari Mirae Asset Sekuritas.
Menurut M. Nafan Aji Gusta, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Secara teknikal, analis menilai IHSG masih berada dalam fase pelemahan, namun mulai menunjukkan peluang terbentuknya pembalikan arah (rebound) terbatas. Indikator RSI mengindikasikan kondisi oversold, sementara indeks juga disebut telah berhasil menguji target “wave 5/A”. Di sisi lain, indikator Stochastic K-D masih memberi sinyal negatif, meski volume transaksi mulai meningkat.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak dengan area support di level 6.387 dan 6.262. Sementara itu, resistance berada pada kisaran 6.715 hingga 6.917.
Baca Juga: Asing Catatkan Net Sell Rp 460 Miliar, Saham Apa Paling Banyak Dijual?
Sentimen utama pasar datang dari depresiasi nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh kisaran Rp17.668–Rp17.681 per dolar AS. Pelemahan tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap meningkatnya risiko pasar domestik dan memunculkan spekulasi bahwa Bank Indonesia berpotensi menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 19–20 Mei 2026.
Kenaikan suku bunga dipandang sebagai langkah intervensi untuk menahan pelemahan rupiah. Namun, di sisi lain, kebijakan moneter yang lebih ketat juga berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi dan minat investor terhadap aset berisiko. Karena itu, pasar kemungkinan akan bergerak volatil sambil menunggu hasil RDG BI.
Kenaikan suku bunga dipandang sebagai langkah intervensi untuk menahan pelemahan rupiah. Bila direspons positif, bisa juga menahan kejatuhan indeks lebih dalam.
Sementara itu, investor juga bersikap antisipatif terhadap sentimen rebalancing indeks global seperti MSCI dan FTSE, yang berpotensi memengaruhi aliran dana asing di pasar saham Indonesia.
Dari sisi global, perkembangan konflik AS-Iran masih menjadi perhatian utama pelaku pasar. Meski terdapat perubahan proposal dari kedua negara untuk mengakhiri konflik, situasi dinilai masih jauh dari kesepakatan diplomatik. Presiden AS Donald Trump juga disebut menunda rencana serangan militer terhadap Iran yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Selasa waktu setempat.
Rekomendasi saham
Di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif, Nafan menyarankan investor lebih selektif dalam memilih saham, terutama emiten dengan fundamental solid, valuasi murah, dan yang mulai menunjukkan sinyal pembalikan tren.
Sejumlah saham bluechip menjadi pilihan Mirae untuk dicermati hari ini. Antara lain:
1. PT Astra International Tbk (ASII) dengan strategi buy di area 5.825–6.125 dan target harga bertahap hingga 6.600.
2. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dengan strategi accumulative buy pada area 600–710 seiring kondisi saham yang sudah oversold.
3. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang dinilai memiliki potensi melanjutkan tren naik (uptrend potential) dengan area beli 6.600–6.800.
Meski peluang rebound mulai terbuka, investor tetap perlu menerapkan manajemen risiko secara disiplin mengingat tekanan eksternal dan volatilitas nilai tukar masih cukup tinggi.
Rekomendasi ini bukan ajakan membeli atau menjual saham. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News