M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Perbedaan 3 Jenis Tepung Terigu: Berprotein Tinggi, Sedang dan Rendah

Penulis: Raissa Yulianti  |  Editor: Raissa Yulianti


MOMSMONEY.ID - Terdapat 3 jenis tepung terigu yang umum di dunia kuliner. Ketiganya terdiri atas tepung protein tinggi, sedang hingga rendah.

Sayang, tak banyak orang mengetahui apa perbedaan ketiga tepung yang sering digunakan dalam proses baking tersebut.

Perbedaan dasar tepung terigu berprotein

Gluten adalah bahan yang mendasari perbedaan antara tepung protein tinggi, sedang dan rendah.

Gluten merupakan senyawa asam amino (tergolong dalam salah satu jenis protein) yang terkandung dalam pati.

Sifat gluten yang kedap udara membuat makanan jadi dapat mengikat udara lebih banyak. Maka tak heran apabila kandungan gluten dalam tepung terigu semakin tinggi, maka fungsi pengikat udaranya jadi lebih besar.

Selain itu, gluten juga memiliki fungsi sebagai pengenyal alami adonan, sehingga tepung terigu yang memiliki kandungan gluten tinggi berpotensi jauh lebih kenyal daripada biasanya.

Baca Juga: Teh Herbal-Matcha, Ini Jumlah Kafein dalam Berbagai Jenis Teh

Perbedaan Tepung Protein Tinggi, Sedang, dan Rendah

Meskipun berbeda nama, sebenarnya tepung protein tinggi, rendah, dan sedang tergolong ke dalam jenis tepung terigu yang sama.

Hanya saja biasanya dalam dunia kuliner, terutama pada saat proses baking, tepung ini dipisah menjadi nama-nama yang lebih detail, sesuai dengan gluten yang dihasilkan.

Pada dasarnya, melansir dari MamaSuka, semakin tinggi kandungan protein dalam tepung, maka semakin tinggi gluten yang terbentuk. Agar lebih jelas lagi, mari intip perbedaannya berikut ini.

Baca Juga: 5 Bahan Pengganti Minyak yang Bisa Digunakan untuk Baking, Hasilnya Super Mirip

1. Tepung protein tinggi

Tepung Protein Tinggi mengandung kadar protein sebesar 13%-14%, yang artinya bahwa tepung ini menghasilkan kandungan gluten yang cukup tinggi.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, gluten memiliki fungsi sebagai pengenyal adonan. Maka tepung protein tinggi mampu menghasilkan adonan yang lebih kenyal dibandingkan tepung jenis lainnya.

Melansir dari Kompas.com, tepung protein tinggi sering disebut sebagai “tepung roti”. Simpelnya karena tepung jenis ini adalah yang paling sering dibuat menjadi adonan roti.

Kandungan glutennya yang tinggi sangat pas untuk dijadikan hidangan roti yang empuk dan mengembang sempurna.

Baca Juga: 5 Bumbu Alternatif Pengganti Chili Oil, Tekstur dan Rasanya Sangat Mirip

Sayangnya, tepung protein tinggi memiliki kelemahan. Melansir dari Tribun Jatim, kelemahan tepung protein tinggi ialah mudah basi, berjamur, dan tak tahan lama.

Selain itu, dikutip dari MamaSuka, tepung protein tinggi juga sangat tidak direkomendasikan untuk pembuatan bolu & pastry karena bisa membuat bolu menjadi bantat.

Namun tepung jenis ini sangat pas untuk pembuatan donat hingga mie.

Baca Juga: 6 Tips Pintar Simpan Sayuran Hijau Supaya Awet Selama Seminggu Penuh

2. Tepung protein sedang

Tepung Protein Sedang kerap kali digunakan untuk pembuatan beberapa makanan seperti aneka bolu, waffle, pancake, hingga makanan ringan seperti kroket.

Tepung terigu yang satu ini memiliki kadar protein sebanyak 11%-13% dan memang sangat direkomendasikan untuk pembuatan aneka kue basah.

Nama lain dari tepung protein sedang ialah “tepung serbaguna”. Sebab tepung terigu ini dapat dipakai untuk segala jenis masakan, terutama makanan gorengan.

Adonan yang dihasilkan dari tepung serbaguna “tepung protein sedang” bertekstur lembut dan tidak kaku.

Baca Juga: Nasi Padang vs Nasi Kapau: Beda Isian Menu, Rasa, hingga Tata Letak Masakan

3. Tepung protein rendah

Ilustrasi Tepung Terigu
Ilustrasi Tepung Terigu

Sesuai dengan namanya, Tepung Protein Rendah mengandung protein rendah, yakni 8%-11% yang artinya akan menghasilkan gluten yang juga rendah.

Tepung protein rendah akan mengasilkan makanan dengan tingkat kekenyalan lebih rendah, sehingga biasanya makanan cenderung akan lebih krispy.

Oleh karenanya, tepung protein rendah sangat sering digunakan dalam pembuatan cookies seperti kue nastar, hingga lidah kucing dan biskuit.

Baca Juga: Salted Butter vs Unsalted Butter, Perbedaan 2 Tipe Mentega untuk Segala Jenis Masakan

Tepung Protein Rendah punya daya serap air dan gula yang rendah, adonan sulit mengembang, sulit menyerap air, dan sulit diuleni.

Namun kelebihan dari Tepung Protein Rendah yaitu makanan yang dihasilkan cenderung lebih awet tahan lama.

Sekarang Moms sudah tahu kan apa saja perbedaan jenis-jenis tepung terigu seperti Tepung Protein Tinggi, Sedang, dan Rendah?

Jadi mulai sekarang, gunakan tepung yang tepat untuk menghasilkan makanan yang lezat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Hujan Hampir di Semua Daerah Ini, Simak Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Besok (15/9)

Cuaca besok hujan ringan diprediksi terjadi di 28 wilayah Sumatera Utara lo. Cek daerah yang berpotensi hujan dan suhu udaranya.

Cek Cuaca Besok DI Yogyakarta Besok (15/9), Sleman Diprediksi Udara Kabur

BMKG memprediksi cuaca besok di empat wilayah DI Yogyakarta berawan. Sleman menjadi satu-satunya daerah dengan kondisi udara kabur.

Udara Kabur Menyelimuti Sumatera Barat Besok (15/9), Simak Prakiraan Cuaca Lengkapnya

BMKG memprediksicuaca besok di  11 wilayah Sumatera Barat mengalami udara kabur pada Selasa (15/9). Suhu udara berkisar 16–32 derajat Celsius.

Hujan Ringan di Wilayah Ini, Cek Prakiraan Cuaca Sumatera Selatan Besok (15/9)

BMKG memprediksi mayoritas cuaca besok di wilayah Sumatera Selatan berawan pada Selasa (15/9). Hujan ringan berpotensi turun di satu wilayah.

Prakiraan Cuaca Bali Besok (15/9) Dominan Berawan, Cek Wilayah yang Cerah

BMKG memprediksi cuaca Bali besok Selasa (15/9) didominasi berawan. Suhu udara berada di kisaran 18–30 derajat Celsius.

6 Promo Sushi Hemat Hari Ini 14 September, Ichiban hingga Genki Mulai Rp 9.000-an

Bikin rutinitas Senin makin seru dengan santapan sushi lezat. Serbu promo Sushi dari Ichiban hingga Genki Sushi sebelum periodenya berakhir

Layar 144Hz HP Infinix GT 50 Pro Bikin Pengalaman Gaming Makin Mulus

HP Infinix GT 50 Pro dibekali layar AMOLED 1,5K berkecepatan 144Hz. Kombinasi tombol trigger baru menawarkan kontrol gaming lebih responsif.

Huawei MatePad Air 2026 Rilis Fitur Layaknya Laptop, Skor AnTuTu Tembus 1 Juta

Huawei MatePad Air 2026 membawa layar OLED 144Hz dan bodi 5,3 mm. Simak performa prosesor Kirin T93C sebelum Anda membelinya.

Teknologi AI Ini Bisa Bantu Cek Gerakan lo, dari Jalan hingga Olahraga

​Alita dan Fujitsu mengeluarkan teknologi Human Motion Analytics yang bisa membantu menganalisis gerakan tubuh untuk olahraga dan kesehatan.

Tiap Daerah Bisa Punya Senam Khas, Ini Contohnya

​Senam Bogor Bugar, Senam Zapin, hingga Senam Tangerang Gemilang menjadi contoh olahraga yang membawa unsur khas daerah.