MOMSMONEY.ID - Kolesterol tinggi adalah salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular. Tubuh menggunakan kolesterol untuk membangun dan memelihara membran sel, memproduksi hormon tertentu, mendukung produksi vitamin D dan membantu pencernaan.
Kolesterol tidak larut dalam darah, ia bergerak melalui aliran darah dalam partikel yang disebut lipoprotein. Cynthia Thaik, dokter kardiologi, menyampaikan, lipoprotein densitas rendah (LDL) membawa kolesterol melalui aliran darah.
Ketika kadar LDL meningkat, kolesterol dapat berkontribusi pada pembentukan plak di dalam dinding arteri. Seiring berjalannya waktu, proses yang dikenal sebagai aterosklerosis ini dapat membatasi aliran darah dan meningkatkan risiko kardiovaskular.
Baca Juga: 8 Sayur Ini Bisa Menurunkan Kolesterol Paling Cepat, Layak Dicoba
Dilansir dari Drcynthia.com, lipoprotein densitas tinggi (HDL) membantu mengangkut kolesterol kembali ke hati untuk diproses. Meski HDL sering disebut sebagai kolesterol baik, kesehatan kardiovaskular bergantung pada profil kolesterol secara keseluruhan dan faktor risiko lainnya, bukan hanya satu angka saja.
Sementara itu, trigliserida adalah lemak darah penting lainnya yang biasanya diukur sebagai bagian dari panel lipid.
Apa gejala kolesterol tinggi yang harus diwaspadai?
Kolesterol tinggi jarang terdeteksi karena gejalanya baru muncul saat jantung sudah mengalami gangguna. Untuk mengetahui kadar Kolesterol, Anda bisa melakukan tes darah yang disebut panel lipid untuk mengukur kadar Kolesterol, trigliserida serta membantu dokter menilai risiko kardiovaskular pasien.
Pada sebagian besar orang, Kolesterol tinggi tidak menimbulkan gejala yang terlihat. Namun kadar kolesterol yang sangat tinggi dapat menimbulkan gejala seperti berikut:
1. Endapan kulit berwarna kuning
Xanthoma adalah timbunan lemak yang dapat berkembang di bawah kulit. Timbunan ini dapat muncul di sekitar area seperti siku, lutut, tangan, atau tendon.
Beberapa orang dengan kadar kolesterol yang sangat tinggi akan mengalami timbulnya endapan ketebalan di sekitar kelopak mata yang dikenal sebagai xanthelasma.
2. Penebalan Tendon Achilles
Xanthoma tendon dapat menyebabkan penebalan tendon Achilles atau tendon lainnya. Namun temuan ini saja tidak cukup untuk mendiagnosis gangguan kolesterol.
Jika Anda melihat perubahan kulit atau tendon yang tidak biasa, dokter akan menentukan evaluasi lebih lanjut
Nyeri dada bukanlah gejala langsung kolesterol tinggi
Kolesterol tinggi itu sendiri umumnya tidak menyebabkan nyeri dada. Namun seiring berjalannya waktu, peningkatan kolesterol LDL dapat berkontribusi pada plak di arteri.
Jika arteri koroner menyempit, berkurangnya aliran darah ke jantung dapat menyebabkan gejala seperti tekanan atau ketidaknyamanan di dada selama aktivitas fisik. Nyeri dada dapat disebabkan oleh banyak hal, beberapa di antaranya serius.
Jika Anda mengalami ketidaknyamanan di dada disertai sesak napas, keringat berlebihan, mual, lemas, atau nyeri yang menjalar ke lengan, punggung, leher, atau rahang segera cari pertolongan medis.
Baca Juga: Kolesterol Darah Aman, Makan Telur dan Makanan Tinggi Protein Setiap Hari
Perubahan gaya hidup yang mendukung kolesterol baik
Kebiasaan gaya hidup dapat memainkan peran penting dalam kesehatan kardiovaskular dan pengelolaan kolesterol. Cobalah berbagai upaya berikut:
1. Pilih makanan yang baik untuk jantung
Isi piring dengan mengutamakan sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sumber protein rendah lemak. Makanan yang mengandung lemak tak jenuh seperti minyak zaitun, alpukat, kacang-kacangan, dan ikan asin bisa menjadi pengganti yang bermanfaat untuk makanan tinggi lemak jenuh.
2. Tingkatkan serat larut
Serat larut dapat membantu mengurangi kolesterol LDL. Sumber yang baik meliputi:
- Haver
- Kacang
- Kacang lentil
- Apel
- Buah jeruk
3. Tetap aktif secara fisik
Aktivitas fisik teratur dapat mendukung kadar kolesterol, tekanan darah, gula darah, berat badan, dan kebugaran kardiovaskular secara keseluruhan. Bagi banyak orang dewasa, setidaknya lakukan 150 menit intensitas aktivitas aerobik sedang per minggu bersamaan dengan penguatan otot sesuai kebutuhan.
Jika memiliki kondisi kardiovaskular atau gejala yang signifikan, diskusikan dengan dokter sebelum memulai program olahraga baru.
4. Mempertahankan berat badan yang sehat
Jika obesitas, penurunan berat badan yang moderat dapat memperbaiki beberapa faktor risiko kardiovaskular. Alih-alih mengikuti diet ekstrem, fokuslah pada kebiasaan makan yang berkelanjutan, olahraga teratur, tidur yang cukup, dan konsistensi jangka panjang.
5. merokok
Jika merokok, berhenti merokok adalah salah satu langkah terpenting yang dapat diambil untuk kesehatan kardiovaskular. Stres kronis dan kurang tidur juga meningkatkan upaya menjaga pola makan sehat, tingkat aktivitas, tekanan darah, dan kesehatan metabolisme.
Memprioritaskan tidur yang berkualitas dan strategi manajemen stres yang sehat dapat mendukung kesehatan jantung Anda secara keseluruhan. Inilah informasi mengenai gejala kolesterol tinggi yang harus dipahami.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News