MOMSMONEY.ID - Terdapat hubungan antara anxiety dan kadar kolesterol tinggi. Orang dengan tingkat anxiety yang tinggi juga memiliki LDL yang lebih tinggi dan HDL yang lebih rendah.
Patricia Shelton, dokter umum dari Healthmatch.io, menyampaikan, kolesterol adalah molekul yang digunakan tubuh dalam beberapa cara berbeda. Ini merupakan komponen penting dari membran sel. Kolesterol juga digunakan untuk membuat vitamin D, empedu, dan hormon steroid.
Dilansir dari Healthmatch.io, kolesterol dibawa dalam darah oleh protein yang dikenal sebagai lipoprotein. Ada dua jenis lipoprotein, lipoprotein densitas tinggi (HDL) yang dikenal sebagai "kolesterol baik dan bertugas untuk menurunkan risiko penyakit jantung.
Baca Juga: Kadar Gula Darah Stabil Saat Tidur: Intip Pilihan Camilan Aman Ini
HDL membawa kolesterol menuju hati, tempat tubuh dapat membuangnya. Sementara itu, lipoprotein densitas rendah (LDL) yang dikenal sebagai "kolesterol jahat" melakukan hal sebaliknya dan membawa kolesterol ke aliran darah menuju organ-organ tubuh.
Saat kadar LDL terlalu tinggi, kolesterol akan mulai menempel pada dinding arteri dan membentuk plak. Ketika memiliki banyak plak di arteri, maka bisa menyebabkan aterosklerosis atau pengerasan arteri.
Plak menyebabkan arteri menjadi lebih sempit dan kaku. Hal ini mempersulit organ tubuh untuk menerima nutrisi yang dibutuhkan. Kadang-kadang, plak dapat mencegah jantung menerima aliran darah yang cukup untuk berfungsi yang menyebabkan serangan jantung.
Risiko pembekuan darah juga lebih tinggi pada orang dengan aterosklerosis yang dapat menyebabkan masalah seperti stroke.
Kebiasaan tidak sehat yang memicu kolesterol tinggi
Anxiety memengaruhi kadar kolesterol karena adanya perubahan perilaku. Sebuah survei yang dilakukan oleh American Psychological Association menemukan bahwa 1 dari 4 orang Amerika beralih ke makanan yang tidak sehat ketika stres.
Mereka mengonsumsi lebih banyak makanan cepat saji dan camilan tidak sehat, seperti keripik kentang. Pilihan makanan ini tinggi lemak jenuh,yang meningkatkan kadar LDL.
Merokok adalah kebiasaan lain yang dilakukan sebagian orang saat sedang stres. Dalam penelitian yang sama, 27% di antaranya adalah perokok. Selain itu, mereka yang memiliki tingkat stres tinggi juga kurang berolahraga.
Olahraga sendiri bisa menurunkan kadar kolesterol total dalam tubuh.
Hormon stres tingkatkan kadar kolesterol total
Kortisol adalah hormon yang dilepaskan sebagai bagian dari respons stres. Ketika terjadi peningkatan kortisol, terjadi peningkatan kadar kolesterol LDL.
Hormon stres seperti epinefrin (adrenalin) juga dikaitkan dengan peningkatan kolesterol. Hormon stres menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak kolesterol dengan memengaruhi aktivitas enzim yang menghasilkan zat ini.
Jika stres hanya berlangsung dalam waktu singkat, maka kadar kolesterol akan cepat kembali normal. Namun jika stres berlangsung lebih lama, maka akan menjadi kronis.
Dalam hal ini, kadar kolesterol akan tetap tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.
Mengelola kolesterol tinggi dan kecemasan dengan tepat
Kolesterol tinggi dapat dikelola. Pola makan sehat dan olahraga sudah cukup bagi sebagian orang, sementara yang lain mungkin memerlukan obat resep dari dokter.
Baca Juga: Takut Makan Nasi? Cek Alternatif yang Bikin Kadar Gula Darah Tetap Stabil
Berikut beberapa cara bermanfaat untuk mengelola kecemasan:
1. Lakukan hal-hal yang disukai
Saat merasa cemas, luangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang disukai. Ini dapat membantu mengalihkan fokus ke keadaan pikiran yang lebih positif.
Sehingga, Anda tidak semakin terjerumus ke dalam kecemasan yang meningkat.
2. Segera cari bantuan medis
Jika mulai mengalami episode kecemasan yang sering atau parah, bicaralah dengan dokter. Semakin lama menunda pengobatan kecemasan maka akan semakin memperburuk kondisi ini.
3. Berolahraga secara teratur
Olahraga teratur dapat membantu memperbaiki suasana hati dan mengurangi gejala stres. Olahraga meningkatkan kadar dopamin dalam tubuh, membuat Anda merasa lebih bahagia.
Olahraga juga dapat membantu memperbaiki kualitas tidur yang sering terganggu oleh kecemasan.
4. Habiskan waktu dengan orang tersayang
Menghabiskan waktu bersama orang-orang yang disayang akan membantu mengurangi tingkat stres. Hal ini sangat penting untuk menjaga kesehatan mental dan bahkan fisik.
Bangun dan pelihara hubungan yang baik dengan orang lain untuk meredakan anxiety.
Baca Juga: Gula Tinggi Darah Tanpa Gejala Ternyata Mampu Merusak Jantung dan Ginjal
5. Mindful Eating
Pola makan sehat dan seimbang dapat membantu mendukung sistem kekebalan tubuh dan memberi tubuh energi ekstra yang dibutuhkan untuk menghadapi situasi yang penuh tekanan. Asam lemak omega-3 yang ditemukan dalam makanan seperti ikan, minyak biji rami, dan biji chia dapat membantu mengurangi kecemasan.
Menerapkan pola makan seimbang yang kaya akan buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, protein tanpa lemak, dan lemak sehat AKAN berdampak positif ke kadar kolesterol.
Praktikkan kesadaran penuh saat makan untuk membantu memahami kebiasaan makan dan mengurangi kebiasaan makan akibat dorongan emosi atau emotional eating.
6. Lakukan meditasi dan yoga
Meditasi dan yoga terbukti dapat mengurangi stres dan menurunkan kadar kortisol. Selain itu, penting untuk melakukan latihan pernapasan dalam yang sederhana untuk menenangkan sistem saraf dan mengurangi respons stres seketika.
Itulah penjelasan mengenai hubungan anxiety dengan kolesterol tinggi dan tips mengatasinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News