MOMSMONEY.ID - Asam urat adalah bentuk radang sendi yang diklasifikasikan sebagai penyakit yang sudah ada sejak 4.000 tahun lalu di Mesir. Penumpukan asam urat terjadi karena ginjal tidak mengeluarkan asam urat dengan benar.
Selain itu, konsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung purin seperti daging merah dan seafood juga menaikkan kadar asam urat. Dr. Christopher Tracy, dokter spesialis reumatologi dan penyakit dalam menjelaskan bahwa penumpukan ini dapat membentuk kristal yang menempel di persendian dan jaringan lunak, menyebabkan nyeri hingga pembengkakan.
Ketika seseorang mengalami serangan asam urat, maka akan berlangsung selama beberapa hari. Jika tidak diobati, penumpukan kristal bisa menyebabkan kerusakan sendi yang berpotensi kecacatan.
Baca Juga: Kadar Asam Urat Naik Drastis? Waspada, Stres Diam-Diam Merusak Tubuh
Jenis-jenis asam urat yang perlu dipahami
Dilansir dari Pinehurstmedical.com menyampaikan bahwa ada dua jenis asam urat. Jika asam urat Anda tidak memiliki penyebab spesifik, maka disebut asam urat primer.
Bila penyakit asam urat Anda disebabkan oleh sesuatu yang spesifik, maka disebut asam urat sekunder. Asam urat sekunder dapat disebabkan oleh masalah ginjal atau mengonsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka waktu lama.
Apabila hanya satu atau dua persendian yang mengalami peradangan dari waktu ke waktu, maka disebut asam urat akut. Asam urat kronis terjadi ketika serangan akut terjadi lebih sering dan berlangsung lebih lama.
Anda juga akan mengalami benjolan keras di bawah kulit yang disebut tofi.
Penyebab asam urat melambung tinggi
Asam urat diproduksi dalam tubuh saat zat yang disebut purin dipecah menjadi produk limbah. Kadar asam urat dalam darah Anda dapat meningkat jika:
- Ginjal tidak membuang asam urat dengan cepat.
- Tubuh memproduksi terlalu banyak asam urat.
- Mengonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung purin.
- Berusia 30 hingga 60 tahun.
- Minum terlalu banyak alkohol.
- Mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti diuretik.
- Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit asam urat.
- Menderita penyakit ginjal.
- Kelebihan berat badan.
- Menderita diabetes.
- Memiliki tekanan darah tinggi.
Pencegahan penyakit asam urat tinggi
Jika pernah mengalami serangan asam urat, ada beberapa hal yang dapat dilakukan:
1. Menjaga pola makan dan gaya hidup
Beberapa makanan tinggi purin dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Cobalah untuk membatasi konsumsi makanan-makanan tersebut.
Makanan yang dapat menyebabkan asam urat antara lain:
- Jeroan seperti hati dan ginjal.
- Ikan berlemak seperti sarden dan teri.
- Seafood seperti kepiting dan kerang.
2. Menurunkan berat badan berlebih
Menurunkan berat badan berlebih dapat membantu mencegah serangan asam urat. Namun, hindari diet ketat atau puasa dalam waktu lama karena bisa meningkatkan asam urat.
Pasien juga akan disarankan untuk mengelola stres yang dapat memicu kambuhnya asam urat. Jadi, cobalah untuk tetap tenang dan rileks sebisa mungkin.
Serangan asam urat akut juga dapat dipicu oleh operasi, infeksi, atau cedera.
3. Konsumsi obat-obatan penurun asam urat
Obat-obatan bisa membantu mengurangi kadar asam urat dalam darah. Dokter akan merekomendasikan untuk mengonsumsi obat penurun asam urat jika:
- Mengalami dua atau lebih serangan asam urat dalam setahun.
- Memiliki tofi.
- Menyebabkan radang sendi jangka panjang.
- Ginjal tidak berfungsi dengan baik.
- Mengonsumsi obat diuretik.
Dokter aka meresepkan obat yang disebut Allopurinol. Tetapi jika Anda tidak bisa mengonsumsi Allopurinol, dokter akan meresepkan Febuxostat sebagai gantinya.
Pasien bisa mengonsumsi Allopurinol dua hingga empat minggu setelah gejala asam urat hilang. Dokter akan meresepkan dosis lebih rendah untuk memulai pengobatan dan meningkatkan dosis secara bertahap.
Saat pertama kali mulai mengonsumsi Allopurinol, beberapa pasien akan mengalami peningkatan gejala asam urat. Dokter akan meresepkan obat-obatan seperti obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dan Kolkisin untuk menghentikan hal ini.
Baca Juga: Penyakit Asam Urat Kronis Sebabkan Tofi, Ini Gejala & Pengobatannya
Penting untuk terus mengonsumsi Allopurinol, meski sedang tidak mengalami serangan asam urat. Mengonsumsi Allopurinol secara teratur akan mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan serangan asam urat.
Allopurinol biasanya tidak menyebabkan efek samping serius, tapi bisa menyebabkan ruam parah pada beberapa orang. Jika Anda melihat ruam atau efek samping lain yang mungkin terjadi, hentikan penggunaannya dan bicarakan dengan apoteker atau dokter.
Demikian informasi tentang penyakit asam urat dan penanganan yang tepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News