M O M S M O N E Y I D
Santai

Google Rilis Fitur Perlindungan dari Penipuan Voice Cloning, Lindungi Data Diri Anda

Google Rilis Fitur Perlindungan dari Penipuan Voice Cloning, Lindungi Data Diri Anda
Reporter: Pinky Annisa  |  Editor: Pinky Annisa


MOMSMONEY.ID - Google hadirkan fitur perlindungan penipuan Voice Cloning. Penipu menggunakan kecerdasan buatan seperti AI untuk meniru suara dan menyamar sebagai kontak tepercaya. 

Kini, Google telah mengembangkan fitur Android baru yang dirancang untuk menghentikan jenis penipuan ini.

Poulami Saha, pengamat media sosial dari Analyticsinsight.ae, memaparkan, Google meluncurkan Deteksi Panggilan Palsu untuk melawan penipuan AI.

Fitur ini diluncurkan secara global bulan ini untuk perangkat Android 12 dan yang lebih baru melalui aplikasi Phone by Google, dimulai dengan ponsel Pixel.

Baca Juga: Setelah WhatsApp Plus, Instagram dan Facebook Kini Berbayar, Intip Fiturnya

Cara kerja fitur Deteksi Panggilan Palsu

Teknologi ini bekerja dengan memverifikasi panggilan tepercaya yang berasal dari kontak di perangkat. Google menggambarkannya sebagai Digital Handshake antar ponsel. 

Ketika kontak tepercaya menelepon, perangkat akan mengirimkan sinyal verifikasi senyap. Jika sinyal tersebut hilang, Android akan memeriksa perangkat sebenarnya dan menampilkan peringatan yang memberi tahu pengguna bahwa panggilan tersebut palsu.

Google mengatakan penipuan peniruan identitas jadi salah satu bentuk kejahatan online yang paling cepat berkembang di seluruh dunia. Kekhawatiran privasi juga telah diatasi. 

Menurut Google, proses verifikasi menggunakan teknologi Rich Communication Services (RCS) terenkripsi dan beroperasi secara otomatis di latar belakang tanpa mengekspos percakapan pribadi. Pengguna dapat mematikan fitur ini di pengaturan.

Keterbatasan dan kompatibilitas Deteksi Panggilan Palsu

Ada beberapa keterbatasan fitur Deteksi Panggilan Palsu. Baik penelepon maupun penerima harus menggunakan aplikasi Phone by Google dengan perangkat Android yang kompatibel dan dukungan RCS saat diaktifkan. 

Namun, Google mengatakan teknologi ini didasarkan pada standar terbuka. Sehingga, memungkinkan aplikasi dan pembuat perangkat lain untuk mengadopsinya di masa mendatang.

Bagaimana penipu mengelabui pengguna dengan audio palsu?

Penipu menjalankan aksinya dengan memalsukan nomor telepon yang muncul di perangkat Android pengguna melalui software berbasis internet. Hal ini dilakukan supaya panggilan tersebut tampak asli dan berasal dari kontak yang dikenal.

Kedua, penipu memanfaatkan teknologi Deepfake AI agar terdengar seperti anggota keluarga atau teman Anda.

Baca Juga: Storage WhatsApp Penuh? Hindari Ponsel Lambat dengan Trik WhatsApp Ini

Cara kerja Digital Handshake Kriptografi

Berikut ini cara kerja Digital Handshake yang penting untuk dipahami:

  • Panggilan awal: Saat kontak menghubungi ponsel dan kedua perangkat menggunakan ekosistem Phone by Google, perangkat penelepon secara otomatis akan mengirimkan sinyal konfirmasi kriptografi real-time.
  • Lapisan verifikasi: Proses Handshake ini dirutekan secara aman melalui teknologi Rich Communication Services (RCS) yang dienkripsi end to end.
  • Pemeriksaan pemutusan koneksi: Jika penipu memalsukan nomor, sinyal konfirmasi awal akan hilang. Perangkat Android penerima akan langsung menandai masalah ini.
  • Ping real-time: Setelah menyadari sinyal hilang, ponsel akan mengirimkan ping ke perangkat melalui jaringan untuk melakukan pengecekan ulang. Jika perangkat sebenarnya merespons dengan pesan otomatis tanpa suara yang menyatakan, "Saya tidak sedang melakukan panggilan," sistem akan mencegah penipuan tersebut.

Sebuah peringatan eksplisit akan langsung muncul di layar, memperingatkan bahwa panggilan masuk tersebut adalah panggilan palsu yang tidak terverifikasi dan menyarankan Anda untuk segera menutup telepon. Itulah informasi Google hadirkan fitur perlindungan penipuan Voice Cloning.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Hujan Lebat Masih Turun di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (21/7)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Selasa 21 Juli 2026 dengan status Waspada hujan lebat di provinsi berikut ini.

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Apa Artinya bagi Pasar Obligasi & Rupiah?

Yield obligasi pemerintah, CDS, rupiah belum menunjukkan perubahan signifikan usai S&P mempertahankan rating Indonesia. Apa sebabnya?

Risiko Rambut Rontok, Mengapa Cat Rambut Permanen Bikin Batang Rambut Rapuh?

Bahan kimia dalam cat rambut permanen bisa mengikis protein alami rambut. Simak alasan mengapa batang rambut rontok setelah diwarnai.

Bitcoin Bertahan di US$ 64.000 Saat Geopolitik Memanas, Apa sebabnya?

Harga Bitcoin bertahan di atas US$ 64.000 meski harga minyak dunia melonjak akibat memanasnya konflik AS-Iran.

Beli Emas Jangan Asal Murah, Selisih Harga Jual dan Buyback Bisa Beda Jauh

Semakin kecil spread, umumnya semakin cepat peluang untuk mendapatkan cuan saat menjual kembali emas.

Prakiraan Cuaca Besok (21/7) dan Lusa di Banten, Diprediksi Cerah dan Berawan

​BMKG memperkirakan cuaca besok, Selasa (21/7) dan lusa, Rabu (22/7) di wilayah Banten akan cerah dan berawan.

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Selasa (21/7), Hujan Ringan di Tiga Wilayah

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Timur pada Selasa (21/7) didominasi berawan, hujan ringan hanya di tiga wilayah.

Ramalan Zodiak Besok Selasa 21 Juli 2026: Cancer Beruntung, Gemini Waspada

Ini ramalan zodiak besok Selasa 21 Juli 2026, mulai karier, keuangan, asmara, dan kesehatan untuk Aries hingga Pisces.

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok Selasa (21/7) Dominan Berawan Tanpa Hujan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Tengah pada Selasa (21/7) didominasi berawan, tanpa potensi hujan di sebagian besar wilayah.

Peringkat Buyback Emas Hari Ini: Galeri 24 Masih Termahal, UBS Curi Perhatian

Mayoritas harga buyback emas turun pada merek logam mulia yang dipantau. Hanya satu merek yang harganya naik pada hari ini.