MOMSMONEY.ID - Intip beberapa cara sehat konsumsi daging olahan yang bisa Anda coba berikut ini. Apa sajakah itu?
Daging olahan seperti sosis, ham, bacon, kornet, dan nugget menjadi pilihan praktis bagi banyak orang. Rasanya yang gurih dan penyajiannya yang mudah membuat makanan ini sering hadir di meja makan, terutama saat waktu memasak terbatas.
Namun, daging olahan umumnya mengandung natrium, lemak jenuh, dan bahan pengawet dalam jumlah cukup tinggi sehingga konsumsinya perlu diperhatikan.
Meski demikian, Anda tidak harus menghindarinya sepenuhnya. Dengan cara konsumsi yang tepat, daging olahan masih bisa menjadi bagian dari pola makan yang lebih seimbang. Yang perlu diperhatikan adalah porsi, frekuensi konsumsi, serta pilihan makanan pendampingnya.
Baca Juga: 8 Makanan untuk Menurunkan Suhu Tubuh yang Panas Tiba-tiba
Mengurip dari Verywell Health, berikut beberapa cara sehat konsumsi daging olahan yang bisa Anda coba:
1. Pilih produk dengan kandungan lemak lebih rendah
Daging olahan sering mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung.
Saat membeli produk daging olahan, periksa label nutrisi dan perhatikan jumlah lemak jenuh per porsinya. Sebagai panduan, produk dengan 5% atau kurang dari Nilai Harian (Daily Value/DV) termasuk rendah lemak jenuh, sedangkan 20% atau lebih tergolong tinggi.
Beberapa pilihan yang umumnya lebih rendah lemak antara lain daging kalkun, dada ayam olahan rendah lemak, roast beef, atau ham rendah lemak. Namun, meskipun kandungan lemaknya lebih rendah, konsumsinya tetap perlu dibatasi.
2. Cari produk rendah natrium
Sebagian besar daging olahan mengandung natrium atau garam dalam jumlah tinggi. Konsumsi natrium berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.
Saat membaca label kemasan, perhatikan kandungan natrium per porsi. Secara umum:
- Rendah natrium: 140 mg atau kurang per porsi
- Sangat rendah natrium: 35 mg atau kurang per porsi
- Tanpa natrium: kurang dari 5 mg per porsi
Bandingkan beberapa produk sebelum membeli dan pilih yang memiliki kandungan natrium lebih rendah. Selain itu, perhatikan ukuran porsi karena jumlah yang dikonsumsi sering kali lebih besar daripada porsi yang tercantum pada kemasan.
3. Pilih daging putih atau protein nabati
Daging merah olahan seperti sosis sapi, bacon, atau ham umumnya memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan sumber protein lainnya.
Jika memungkinkan, pilih produk berbahan dasar ayam atau kalkun yang biasanya mengandung lemak jenuh lebih rendah. Pilihan yang lebih baik lagi adalah mengganti sebagian konsumsi daging olahan dengan sumber protein nabati seperti kacang-kacangan, lentil, atau tempe.
Anda juga bisa memilih ayam panggang segar sebagai pengganti daging olahan karena melalui proses pengolahan yang lebih sedikit.
Baca Juga: 8 Sayuran yang Meningkatkan Produksi Kolagen agar Kulit dan Sendi Sehat
4. Pertimbangkan produk bebas nitrat atau nitrit
Nitrat dan nitrit sering ditambahkan ke dalam daging olahan untuk memperpanjang masa simpan, mempertahankan warna, dan meningkatkan cita rasa.
Saat terkena panas tinggi selama proses memasak, senyawa ini dapat membentuk zat yang berpotensi berdampak buruk bagi kesehatan. Karena itu, sebagian orang memilih produk yang berlabel "bebas nitrat" atau "bebas nitrit".
Meski demikian, perlu diketahui bahwa produk tersebut masih dapat mengandung nitrat alami yang berasal dari bahan seperti seledri. Oleh karena itu, label bebas nitrat bukan berarti produk sepenuhnya bebas dari senyawa tersebut, tetapi tetap bisa menjadi salah satu pertimbangan saat memilih produk.
5. Padukan dengan makanan tinggi serat
Saat mengonsumsi daging olahan, usahakan untuk melengkapinya dengan makanan kaya serat. Serat dapat membantu mengurangi penyerapan kolesterol dalam saluran pencernaan dan mendukung kesehatan jantung.
Beberapa sumber serat yang baik antara lain:
- Sayuran hijau
- Tomat
- Mentimun
- Wortel
- Buah-buahan segar
- Roti gandum utuh
- Oatmeal
- Kacang-kacangan
Sebagai contoh, sandwich dengan roti gandum utuh, irisan daging kalkun rendah natrium, serta tambahan selada, tomat, dan mentimun merupakan pilihan yang lebih seimbang dibandingkan sandwich yang hanya berisi daging olahan.
6. Coba alternatif protein nabati
Mengganti sebagian konsumsi daging olahan dengan protein nabati dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Selain mengandung protein, makanan nabati juga kaya serat dan umumnya lebih rendah lemak jenuh.
Beberapa pilihan protein nabati yang bisa dicoba antara lain:
- Kacang merah
- Kacang hitam
- Lentil
- Buncis
- Tempe
- Tahu
Protein nabati dapat digunakan sebagai pengganti daging dalam sup, tumisan, sandwich, atau hidangan lainnya.
Alternatif lain adalah produk berbasis tumbuhan seperti burger nabati. Namun, tetap periksa label kemasannya karena beberapa produk dapat mengandung natrium dan bahan tambahan dalam jumlah cukup tinggi.
Baca Juga: Awas! Ini 5 Makanan yang Bisa Bikin Cepat Tua jika Sering Dikonsumsi
Itulah beberapa cara sehat konsumsi daging olahan yang bisa Anda coba. Semoga bermanfaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News