M O M S M O N E Y I D
Bugar

5 Alasan Konsumsi Terlalu Banyak Gula Bisa Ganggu Kesehatan Usus Anda

 5 Alasan Konsumsi Terlalu Banyak Gula Bisa Ganggu Kesehatan Usus Anda
Reporter: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Ternyata ini alasan konsumsi terlalu banyak gula bisa ganggu kesehatan usus. Kira-kira apa sajakah itu?

Kesehatan usus memiliki peran penting dalam menjaga tubuh tetap bugar. Tidak hanya membantu proses pencernaan, usus juga berpengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh, suasana hati, hingga kesehatan metabolisme.

Salah satu faktor yang dapat memengaruhi keseimbangan usus adalah pola makan sehari-hari, termasuk konsumsi gula.

Makanan dan minuman manis memang terasa nikmat, tetapi jika dikonsumsi berlebihan dapat memberikan dampak kurang baik bagi kesehatan usus. Terlalu banyak gula dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di saluran pencernaan dan memicu berbagai masalah kesehatan lainnya.

Baca Juga: 4 Manfaat Konsumsi Makanan Fermentasi untuk Kesehatan Usus Anda

Bersumber dari Verywell Health, berikut beberapa alasan konsumsi terlalu banyak gula bisa ganggu kesehatan usus:

1. Keseimbangan bakteri baik di usus bisa terganggu

Terlalu banyak gula dalam makanan dapat mengubah keseimbangan bakteri di dalam usus. Padahal, bakteri usus memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan pencernaan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Pola makan tinggi gula dapat mendorong pertumbuhan bakteri yang kurang bermanfaat, sementara jumlah bakteri baik justru berkurang. Kondisi ini dikenal sebagai disbiosis, yaitu ketidakseimbangan mikrobioma usus.

Ketika hal ini terjadi, usus menjadi kurang optimal dalam mencerna makanan dan menghasilkan zat penting yang dibutuhkan tubuh untuk tetap sehat.

2. Dinding usus menjadi lebih rentan

Saluran pencernaan memiliki lapisan pelindung yang berfungsi menjaga makanan dan zat lain tetap berada di dalam usus. Lapisan ini juga mencegah zat yang tidak diperlukan masuk ke aliran darah.

Konsumsi gula berlebihan dapat membuat lapisan usus menjadi lebih mudah ditembus. Akibatnya, beberapa zat dari dalam usus berpotensi masuk ke aliran darah dan memicu berbagai masalah kesehatan.

Kondisi ini juga dapat memengaruhi keseimbangan bakteri usus serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan tertentu.

Baca Juga: 9 Makanan Fermentasi untuk Dikonsumsi supaya Usus dan Pencernaan Tetap Sehat

3. Memicu gangguan pencernaan

Tidak semua gula dapat langsung dipecah dan diserap tubuh. Jika jumlahnya terlalu banyak, sebagian gula akan mencapai usus besar.

Kelebihan gula di usus besar dapat menyulitkan mikrobioma usus untuk mengolahnya. Akibatnya, proses fermentasi meningkat dan memicu berbagai keluhan pencernaan seperti perut kembung, begah, dan gas berlebih.

Karena itu, konsumsi makanan atau minuman manis secara berlebihan sering kali membuat perut terasa tidak nyaman.

4. Meningkatkan peradangan dalam tubuh

Perubahan pada mikrobioma usus dan meningkatnya permeabilitas usus akibat konsumsi gula berlebih dapat memicu peradangan.

Kondisi ini memengaruhi keseimbangan sistem kekebalan tubuh. Beberapa sel imun yang berfungsi menjaga keseimbangan tubuh dapat berkurang, sementara sel yang memicu respons peradangan menjadi lebih aktif.

Jika berlangsung terus-menerus, peradangan dapat berdampak pada kesehatan usus dan meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.

Baca Juga: 5 Cara Makanan Fermentasi Menjaga Kesehatan Usus Anda

5. Meningkatkan risiko gangguan metabolisme

Dampak gula berlebih tidak hanya dirasakan oleh sistem pencernaan. Ketidakseimbangan bakteri usus, meningkatnya permeabilitas usus, dan peradangan juga dapat memengaruhi metabolisme tubuh.

Konsumsi gula, terutama fruktosa dan sukrosa dalam jumlah tinggi, dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan perlemakan hati.

Bahkan pada orang dengan berat badan normal, gangguan pada kesehatan usus akibat pola makan tinggi gula tetap dapat meningkatkan risiko masalah metabolisme di kemudian hari.

Itulah beberapa alasan konsumsi terlalu banyak gula bisa ganggu kesehatan usus. Semoga bermanfaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Statistik Perjalanan Spanyol vs Argentina ke Final Piala Dunia 2026

Lionel Messi dan Lamine Yamal menjadi sorotan saat dalam statistik di balik perjalanan Spanyol dan Argentina menuju Final Piala Dunia 2026.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (20/7) di Jabodetabek, Hujan Lebat di Jakarta

Peringatan dini BMKG cuaca besok Senin (20/7) di Jabodetabek dengan status Waspada hujan lebat di daerah berikut ini, termasuk Jakarta lo.

Fajar/Fikri Juara Japan Open 2026, Putus Nirgelar Selama 1 Tahun

Hasil Japan Open 2026, ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri keluar sebagai juara setelah nirgelar selama satu tahun.

Hujan Lebat Guyur Banyak Provinsi, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (20/7)

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Senin 20 Juli 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Cegah Rambut Rontok: Keuntungan Sampo Bebas Sulfat, Pertahankan Warna Cat Rambut

Paparan alat styling dan cat rambut melipatgandakan kerapuhan rambut yang rapuh. Intip metode pemulihan kelembapannya sekarang.

Cara Memilih Laptop Lenovo: Chipset Intel Core Ultra Manjakan Pekerja Kantor

Memilih kapasitas penyimpanan dan RAM pas-pasan bisa batasi produktivitas. Kenali batas minimum spek ini sebelum laptop Lenovo macet.

Body Scrub dengan Buliran Lembut: Formula Scarlett Bikin Kulit Auto Glowing

Varian body scrub lokal ini meninggalkan sensasi unik yang jarang ditemukan. Tekstur creamy-nya memicu reaksi tak terduga setelah daki rontok.

Baterai HP Xiaomi Ini Ungguli iPhone 16: Baterai Jumbo Siap Manjakan Pengguna

Kapasitas baterai HP Xiaomi generasi terbaru kini sukses melompati flagship Apple. Kombinasi silikon baru ini simpan rahasia efisiensi.

Prediksi Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026, Siapa yang Angkat Piala?

Prediksi Spanyol vs Argentina di final Piala Dunia 2026, simak analisis tim, pemain kunci, jadwal, dan peluang juara dunia.

Baterai Tablet Samsung Ini Bertahan 18 Jam, Bikin Produktivitas Lancar!

Tablet Samsung ini bisa menyala tanpa baterai terpasang di dalamnya. Simak rahasia teknologi militer ini untuk kerja ekstrem.