M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Pasca-Pekan Brutal di Pasar Global, Begini Proyeksi Nasib Bitcoin cs

Pasca-Pekan Brutal di Pasar Global, Begini Proyeksi Nasib Bitcoin cs
Reporter: Dupla Kartini  |  Editor: Dupla Kartini


MOMSMONEY.ID - Akhir pekan lalu menjadi salah satu periode paling brutal dalam sejarah pasar keuangan modern. Berbagai aset global yang selama ini dianggap tak berkorelasi, aset kripto hingga logam mulia, jatuh serentak akibat perubahan ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat.

Di pasar aset kripto, harga Bitcoin anjlok ke sekitar US$ 74.000, level terendah sejak November 2024, setelah gagal melanjutkan reli di atas US$ 90.000 pada akhir Januari. Ethereum terkoreksi lebih dalam dengan ambles sekitar 20% dalam sepekan ke area US$ 2.100.

Di pasar komoditas, perak menghadapi hari terburuk sejak 1980, dengan tumbang lebih dari 31%. Sementara, emas ikut terkoreksi sekitar 11%.

Total likuidasi posisi leverage di pasar kripto menembus US$ 2,5 miliar dalam 24 jam. Di pasar logam mulia lebih dari US$ 15 triliun nilai pasar menguap dalam
hitungan jam.

Menurut Fahmi Almuttaqin, Analyst Reku, pemicu utama gejolak ini datang pada Jumat (30/1), ketika Presiden AS Donald Trump mengumumkan Kevin Warsh sebagai kandidat Ketua Federal Reserve berikutnya, menggantikan Jerome Powell yang masa jabatannya berakhir Mei mendatang.

Baca Juga: Harga Bitcoin Bergerak Liar, Investor Disarankan Berhati-hati

Warsh dikenal sebagai figur hawkish, dengan fokus kuat pada pengendalian inflasi, bahkan di tengah tekanan ekonomi. Pengumuman ini langsung memicu repricing besar-besaran di pasar. Pasalnya, selama berbulan-bulan, investor membangun posisi besar pada emas, perak, dan kripto, berdasarkan narasi "debasement trade" atau taruhan bahwa dollar AS akan terus melemah akibat defisit fiskal, ketidakpastian The Fed, dan tren de-dolarisasi global.

Nominasi Kevin Warsh secara efektif mematahkan narasi debasement trade yang selama ini menopang emas, perak, dan kripto. "Pasar langsung menyesuaikan ekspektasi kebijakan moneter ke arah yang lebih ketat, mendorong penguatan dollar dan tekanan simultan pada seluruh aset lindung nilai terhadap dollar," beber Fahmi mengutip siaran pers, Selasa (3/2).

Likuidasi massal dan mekanisme pasar

Keparahan kejatuhan kali ini lebih banyak dipicu oleh mekanisme pasar dibandingkan perubahan fundamental. Di pasar perak, reli sekitar 250% dalam setahun terakhir, mendorong posisi spekulatif ke level ekstrem. Indikator RSI menembus 93, tertinggi sejak 1980.

Baca Juga: Bitcoin Sempat Ambles ke US$ 74.000, Investor Kakap Terpantau Borong BTC

Kenaikan margin requirement oleh CME Group memaksa pelaku pasar yang menggunakan leverage tinggi melakukan likuidasi paksa. Ketika harga menembus level support, stop-loss dan margin call memicu aksi jual massal alias cascade selling. Dampaknya, menjatuhkan harga perak dari sekitar US$ 121 ke US$ 78 hanya dalam hitungan jam.

Fenomena serupa terjadi di pasar aset kripto, di mana likuidasi leverage mempercepat penurunan harga di tengah sentimen pasar yang sudah rapuh.

Muncul pertanyaan, mengapa aset safe haven seperti emas ikut jatuh bersamaan dengan kripto dan saham. Jawabannya, kata Fahmi, terletak pada crowding posisi.

“Ketika terlalu banyak investor berada di sisi yang sama dari perdagangan sebagai lindung nilai terhadap dollar, bahkan aset yang secara fundamental kuat pun bisa ikut terkoreksi saat terjadi unwinding posisi atau menjual secara serentak,” jelasnya.

Kondisi ini diperparah oleh faktor tambahan, seperti partial government shutdown atau penutupan sebagian operasional pemerintah di AS, meningkatnya ketegangan geopolitik Iran, serta ketiadaan data ekonomi penting yang biasanya menjadi panduan kebijakan The Fed.

Proyeksi arah selanjutnya

Meski volatilitas ekstrem mengguncang pasar, Fahmi menilai, kejadian tersebut lebih menyerupai violent reset akibat positioning yang terlalu padat, bukan perubahan siklus jangka panjang.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Memantul Naik Setelah Dua Sesi Ambles 13%

Secara fundamental, faktor pendukung emas seperti pembelian oleh bank sentral dan risiko geopolitik. Begitu pula faktor pendukung kripto seperti adopsi institusional dan kejelasan regulasi, tidak berubah signifikan. 

"Yang terjadi lebih kepada penyesuaian posisi yang terlalu ekstrem,” imbuh Fahmi.

Ia memperkirakan, dalam jangka pendek, volatilitas di pasar kripto masih akan berlanjut. Pelaku pasar akan mencermati tiga agenda utama sepanjang Februari, yaitu rilis data ketenagakerjaan AS (6 Februari), data inflasi CPI (11 Februari), dan rilis notulen FOMC (18 Februari).

Dalam situasi seperti sekarang, saran Fahmi, ketenangan dan disiplin manajemen risiko menjadi krusial. Bagi investor jangka panjang, pendekatan seperti Dollar Cost Averaging (DCA) atau beli secara rutin dan bertahap, tetap relevan untuk menghadapi periode volatilitas ekstrem seperti saat ini.

Mengutip coinmarketcap.com, hingga Selasa (3/2) pukul 19.59 WIB, harga Bitcoin menguji naik ke sekitar US$ 78.163. Dalam 24 jam terakhir, raja aset kripto rmemantul naik 0,45%, tapi, masih ambles hampir 11% dalam tujuh hari terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

IHSG Diproyeksi Rebound, Simak Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Selasa (7/4)

IHSG diproyeksi rebound pada perdagangan Selasa (7/4/2026).​ Berikut rekomendasi saham dari BNI Sekuritas untuk hari ini.

Menguat Rp 19.000! Cek Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Selasa (7/4)

Harga emas Antam di Logam Mulia hari ini Selasa (7/4) menguat tajam Rp 19.000 dari perdagangan sebelumnya.

Streetwear Bertemu Budaya Lokal, Adidas Originals Buka Gerai Pertama di Bali

​Adidas Originals resmi membuka toko pertamanya di Bali dengan konsep unik yang memadukan streetwear modern dan sentuhan budaya lokal.

Olahraga Rutin tapi Gula Tinggi? Waspada Hidden Sugar Mengintai!

Membeli sereal biji-bijian utuh belum tentu aman dari gula tersembunyi. Atur ulang asupan harian Anda sekarang karena hidden sugar mengintai.

IHSG Masih Rawan Koreksi, Ini Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Selasa (7/4)

IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan Selasa (7/4/2026).​ Simak rekomendasi saham dari MNC Sekuritas untuk hari ini.

Kompak Melemah Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini Selasa (7/4)

Harga emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian hari ini Selasa (7/4) kompak mengalami penurunan dari perdagangan sebelumnya.

Katalog Promo Superindo Weekday Diskon hingga 40% Periode 6-9 April 2026

Cek promo Superindo Weekday hari ini periode 6-9 April 2026 untuk belanja hemat di Superindo terdekat awal pekan ini.

IHSG Bergerak Turun ke Level 6.950 Pada Selasa Pagi (7/4)

Sempat dibuka dengan penguatan, IHSG pada Selasa, 7 April 2026 turun 0,6% ke level 6.950 pada pukul 9:30 WIB. 

Chat Penting Aman! Ini Cara Cepat Atasi WhatsApp Sering Keluar Sendiri

WhatsApp tiba-tiba keluar sendiri? Jangan biarkan pesan penting terlewat. Temukan penyebab dan langkah-langkah mudah memperbaikinya.

Poco X8 Pro Max: AMOLED 3500 Nits Bikin Ngiler, Ini Performa Gaming Setara Flagship

Layar AMOLED 6,83 inci Poco X8 Pro Max tawarkan kecerahan puncak 3500 nits. Fitur visual canggih apa lagi yang tersembunyi?