MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global memantul naik atau rebound setelah turun tajam dalam dua sesi terakhir. Logam mulia memulihkan sebagian penurunan yang mencapai 13% hanya dalam dua hari.
Mengutip Bloomberg, Selasa (3/2), harga emas spot naik sekitar 3,2% menjadi US$ 4.809 per troi ons pada pukul 11.59 WIB. Harga emas hari ini berbalik arah naik, setelah tumbang 4,8% pada sesi kemarin.
Menurut Ahmad Assiri, Ahli Strategi Pasar di Pepperstone Group Ltd., fundamental yang menopang harga emas saat ini sebagian besar tidak berubah dari dasar yang berlaku sebelum koreksi pada Jumat. "Meskipun demikian, volatilitas pasar terus mencerna dislokasi baru-baru ini dan menilai kembali selera risiko," katanya, melansir dari Bloomberg, hari ini.
Harga emas anjlok dari rekor tertinggi yang mengejutkan para trader berpengalaman. Reli yang sudah sangat pesat semakin meningkat tajam bulan lalu, karena investor berbondong-bondong masuk ke aset aman di tengah kekhawatiran tentang geopolitik, penurunan nilai mata uang dan independensi Federal Reserves.
Baca Juga: Profit Taking Berlanjut, Harga Emas Hari Ini Turun Mendekati US$ 4.600
Gelombang pembelian dari spekulator China memisu reli yang luar biasa, tetapi berbalik pada Jumat ketika dollar AS pulih. Pada penutupan perdagangan Senin, harga emas 17% di bawah rekor all time high US$ 5.595 per troi ons, yang dicapai pada 29 Januari.
Sejauh mana investor China membeli saat harga turun, akan memainkan peran kunci dalam menentukan arah pasar selanjutnya. Sepanjang akhir pekan, para pembeli berbondong-bondong masuk ke pasar emas batangan terbesar di negara itu di Shenzen untuk membeli perhiasan dan emas batangan jelang Tahun Baru Imlek.
Sejumlah bank mendukung pemulihan harga emas. Deutsche Bank AG, sebagaimana dilansir Bloomberg, menyatakan tetap mempertahankan perkiraan bahwa harga emas akan naik hingga US$ 6.000 per troi ons.
Baca Juga: Menukik Tajam, Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 3 Februari Jadi Segini
Investor juga memantau situasi di Iran, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan mengenai kesepakatan nuklir baru dapat terjadi dalam beberapa hari mendatang. Terbososan diplomatik dapat mengurangi daya tarik emas sebagai tempat berlindung dan menekan harganya.
"Baik aksi jual besar-besaran maupun pemulihan yang sama tajamnya menggarisbawai pasar yang sangat sensititif, didorong oleh emosi mendadak yang dipicu berita utama, bukan arah yang jelas. Sehingga volatilitas yang tajam menjadi norma jangka pendek," prediksi Hebe Chen, Analis di Vantage Markets, mengutip Bloomberg, Selasa (3/2).
Selanjutnya: Link Twibbon Hari Kanker Sedunia 2026: Ini Cara Termudah Beri Dampak Nyata
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News