M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Bitcoin cs Melesat Naik saat Konflik Timur Tengah Meluas, Ini Katalisnya!

Bitcoin cs Melesat Naik saat Konflik Timur Tengah Meluas, Ini Katalisnya!
Reporter: Dupla Kartini  |  Editor: Dupla Kartini


MOMSMONEY.ID - Harga Bitcoin cs memantul naik pada saat konflik antara AS-Israel versus Iran meluas.  

Perang di Timur Tengah memasuki hari ke-17. Berbeda dari serangan sebelumnya yang bersifat terbatas, konflik kali ini telah meluas ke beberapa negara. Drone Iran menghantam Bandara Dubai, sementara Saudi Arabia mencegat puluhan drone, dan Lebanon kembali menjadi medan pertempuran.

Di tengah eskalasi tersebut, pasar kripto justru bergerak mengejutkan. Mengutip coinmarketcap.com, Selasa (17/3) pagi, Bitcoin sempat melesat menembus level US$ 75.600, tertinggi dalam satu bulan terakhir.

Meski BTC melandai lagi ke US$ 73.763 pada pukul 17.23 WIB, raja aset kripto masih menguat 0,45% dalam 24 jam terakhir.

Sementara, Ethereum menunjukkan penguatan lebih signifikan dengan sempat melampaui US$ 2.350. Altcoin terpopuler ini telah naik hampir 2% dalam 24 jam.

Fahmi Almuttaqin, Crypto Analis Reku, menilai, pergerakan ini mencerminkan pergeseran persepsi investor terhadap aset kripto di tengah gejolak geopolitik. Dalam beberapa pekan terakhir, harga Bitcoin dan minyak menunjukkan korelasi yang menarik: ketika minyak turun, harga BTC cenderung naik, dan sebaliknya. Artinya, meredanya ketegangan di Selat Hormuz berpotensi memberikan dampak positif bagi aset kripto. 

"Namun, ada narasi lain yang tak kalah menarik, yaitu aset kripto sebagai crisis hedge," kata Fahmi mengutip siaran pers, Selasa (17/3).

Baca Juga: MemeCore Mendaki Puncak Kripto Top Gainers 24 Jam, Pantau Penghuni Lainnya!

Menurut Fahmi, ketika Selat Hormuz terancam dan pasokan minyak global bergejolak, kepercayaan terhadap sistem keuangan berbasis petrodolar bisa ikut terguncang. Dalam kondisi seperti ini, Bitcoin yang bersifat borderless, tidak bisa disita, dan pasokannya terbatas secara algoritmik, mulai dilihat sebagai alternatif lindung nilai terhadap depresiasi uang fiat.

"Mirip narasi emas, namun dengan likuiditas perdagangan digital 24/7," jelasnya.

Dua skenario yang mungkin terjadi, baik de-eskalasi maupun berlanjutnya konflik, sama-sama berpotensi menyoroti relevansi Bitcoin dan Ethereum. Ini tercermin dari data Coinglass yang menunjukkan ETF Bitcoin spot konsisten membukukan aliran dana masuk positif beruntun sejak 9 Maret, dan ETF Ethereum spot sejak 10 Maret.

Institusi terus akumulasi

Di balik volatilitas harga, tren akumulasi terstruktur dari investor institusi justru terus menguat. Dalam satu pekan terakhir, pembelian bersih sebesar 22.337 BTC senilai US$ 1,57 miliar, membawa total kepemilikan institusi menjadi 761.068 BTC atau sektara US$ 57,61 miliar.

Ethereum juga mencatat tonggak penting. Jumlah ETH yang dipegang oleh Ethereum Treasury Companies di titik tertinggi sepanjang masa, yakni 7,27 juta ETH senilai US$ 15,11 miliar, setara lebih dari 6% dari total suplai ETH yang beredar, berdasarkan data strategicethreserve. Angka ini sangat signifikan mengingat 12 bulan lalu jumlahnya masih nol. Ini adalah sinyal bahwa institusi sedang membangun posisi jangka panjang.

Baca Juga: Harga Emas Global Bergulir Tipis di Sekitar US$ 5.000 per troi ons

"Peluncuran ETHB (iShares Staked Ethereum Trust) oleh BlackRock, yang memberikan akses terhadap ETH staking reward bagi pemegang ETF, dapat menjadi katalis jangka panjang yang semakin memperkuat posisi fundamental ETH sebagai yield-generating asset di kalangan investor institusi AS," jelas Fahmi.

Perhatian pasar juga tertuju pada pertemuan FOMC 17-18 Maret 2026. Meski suku bunga hampir pasti ditahan, hasil dot plot berpotensi memberikan gambaran baru arah kebijakan ke depan terutama mengingat PDB AS kuartal IV 2025 direvisi tajam ke bawah menjadi hanya 0,7%, jauh dari estimasi 1,5%, dan anjlok dari 4,4% pada kuartal sebelumnya.

Fahmi menilai, eskalasi konflik yang berdampak pada rantai pasokan minyak global dapat mendorong inflasi naik signifikan, sementara kondisi ekonomi AS yang melemah membuat dilema kebijakan suku bunga semakin kompleks. Ini adalah lingkungan yang penuh ketidakpastian bagi semua kelas aset.

Bagi investor domestik, kata Fahmi, konteks ini semakin relevan. Kurs rupiah kini mendekati Rp 17.000 per dolar AS, sementara inflasi tahunan pada Februari telah mencapai 4,76%, tertinggi dalam hampir tiga tahun. Kondisi ini menyebabkan posisi aset kripto sebagai instrumen diversifikasi semakin strategis untuk dipertimbangkan.

Bagi investor dengan horizon jangka panjang, momentum seperti ini dapat dimanfaatkan secara bertahap melalui strategi Dollar Cost Averaging (DCA) pada aset-aset dengan fundamental kuat. "Manajemen risiko tetap menjadi kunci utama di tengah volatilitas yang masih akan tinggi dalam waktu dekat," imbuh Fahmi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Dari Shanghai ke Jakarta, M Stand Bawa Gaya Ngopi Baru

F&B ID menghadirkan M Stand asal Shanghai ke Indonesia dengan menawarkan specialty coffee di segmen harga menengah.  

Tren Gaya Hidup Wellness Kembali Beri Ruang bagi Produk Obat Bahan Alam

Tren gaya hidup wellness mendorong kemunculan produk obat bahan alam untuk keseharian masyarakat.              

Sudah Bikin Banyak Konten tapi Sepi? Ini yang Bisa Dipelajari

Konten yang belum ramai bukan berarti prosesnya sia-sia. Pengalaman Voice of Baceprot menunjukkan pentingnya konsistensi dan keberanian eksplorasi

Cuaca Akhir Pekan di Jawa Barat Banyak Berawan, Cek Daerah yang Berpotensi Hujan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat Sabtu-Minggu didominasi berawan, dengan suhu mencapai 34°C di sejumlah wilayah  

Akhir Pekan Mau Jalan-Jalan? Yuk, Cek Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Tengah pada Sabtu-Minggu bervariasi, dengan cerah mendominasi Minggu dan suhu mencapai 35°C.

CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026, Angkat Tema Berani Tersesat

Perjalanan mengejar mimpi tak selalu lurus. Kejar Mimpi FEST 2026 mengajak generasi muda berani mencoba, gagal, dan menemukan arah.

Akhir Pekan Jawa Timur Cerah! Cek Prakiraan Cuaca Besok (2/10) dan Minggu

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Timur pada Sabtu-Minggu didominasi cerah, dengan suhu udara mencapai 37 derajat Celsius.

Kurs Rupiah terhadap Dolar AS Masih Fluktuatif, Ini Proyeksi Hingga Akhir Tahun

Rupiah masih bergerak di sekitar Rp18.000 per dolar AS. Ekonom menyebut tekanan global jadi pemicu utamanya.

Waspada Hujan Petir di Wilayah ini, Cek Cuaca Sumatera Selatan Besok (3/10) dan Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Selatan besok, hujan petir berpotensi terjadi di Pagar Alam. Simak prakiraan lengkapnya  

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Besok (3/10) Didominasi Hujan, Cek Rincian Cuaca Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Utara besok, sedangkan lusa cuaca diprakirakan lebih banyak berawan.