M O M S M O N E Y I D
Bugar

Pahami 6 Cara Mengatasi Kutu Air atau Tungiasis pada Kulit

Reporter: Bimo Adi Kresnomurti  |  Editor: Bimo Kresnomurti


MOMSMONEY.ID. Cara mengatasi kutu air pada kulit yang mengganggu. Kondisi kulit gatal dengan bintik putih bisa saja menandakan adanya tungiasis.

Tungiasis adalah kondisi kulit yang menyakitkan dan gatal yang terjadi ketika kutu pasir betina masuk ke dalam kulit Anda untuk mencari makan saat bertelur. Kulit menjadi tempat untuk mengembangkan lingkaran putih dengan titik-titik hitam di tengahnya.

Penyakit ini ini paling sering menyerang kaki Anda, namun bisa juga terjadi di bagian tubuh mana pun.

Tungiasis bisa tertular melalui kontak langsung dengan kutu pasir yang hidup di tanah atau dengan menyentuh bulu hewan yang memiliki kutu pasir.

Baca Juga: Ini 8 Kebiasaan Penyebab Bau Mulut yang Perlu Dibatasi, Cek Selengkapnya

Kutu air
Kutu air

Kutu air paling sering menempel pada bulu babi, sapi, anjing, kucing, dan tikus yang terlalu kecil untuk dilihat. Hanya kutu pasir betina yang diresapi telurnya yang menyebabkan tungiasis. Kutu pasir jantan juga menggigit dan memakan darah.

Namun karena tidak mempunyai telur untuk dipelihara, mereka tidak masuk ke dalam kulit Anda dan menyebabkan tungiasis.

Parasit ini adalah tungau yang dapat menembus kulit manusia, terutama di area kaki dan bagian bawah tubuh yang terkena tanah.

Gejala kutu air atau tungiasis

Simak beberapa gejala tungiasis dapat meliputi:

  • Gatal-gatal: Rasa gatal pada area yang terinfeksi dapat sangat mengganggu.
  • Bengkak: Daerah yang terinfeksi dapat membengkak dan memerah.
  • Luka: Bisa terbentuk luka kecil atau borok di kulit di sekitar tungiasis.
  • Rasa Sakit: Infeksi dapat menyebabkan rasa sakit pada area yang terkena.

Intip panduan cara mengatasi kutu air atau tungiasis yang menyerang kulit dilansir dari Cleveland Clinic.

Baca Juga: 5 Tips Hidup Sehat yang Bisa Anda Lakukan dari Tokopedia

Cara mengatasi kutu air atau tungiasis

1. Ambil dengan Pinset

Pengobatan utama adalah mengeluarkan tunga penetrans dari kulit menggunakan pinset. Ini harus dilakukan oleh petugas kesehatan atau tenaga medis yang terlatih.

2. Bersihkan Luka

Setelah tunga dikeluarkan, bersihkan luka dengan antiseptik untuk mencegah infeksi.

3. Perawatan Luka

Gunakan perawatan luka seperti salep antibiotik atau antiseptik yang direkomendasikan oleh dokter.

4. Hindari Menggaruk

Penting untuk menghindari menggaruk area yang terinfeksi karena dapat memperburuk infeksi dan menyebabkan infeksi sekunder.

5. Kompres Hangat

Menerapkan kompres hangat pada area yang terkena dapat membantu mengurangi rasa sakit dan bengkak.

6. Konsultasikan Dokter

Jika mengalami tungiasis, segera konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis untuk perawatan dan penanganan lebih lanjut.

Cara mencegah tungiasis

Anda bisa juga melakukan pencegahan dengan mudah lewat langkah awal berikut ini.

  • Menggunakan alas kaki yang menutupi kaki dengan baik, terutama di daerah dengan risiko tinggi terpapar tunga penetrans.
  • Hindari kontak langsung dengan tanah terkontaminasi.
  • Membersihkan dan merawat luka dengan baik jika terjadi luka terbuka untuk mencegah infeksi.

Banyak penderita tungiasis mencari pengobatan untuk menghilangkan kutu pasir atau membunuhnya. Penting untuk mendapatkan bantuan medis yang tepat untuk menghilangkan kutu pasir guna menurunkan risiko infeksi dan komplikasi lainnya.

Demikian informasi terkait cara mengatasi kutu air atau tungiasis yang menyerang kulit manusia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

4 Jenis Pekerjaan Online yang Sangat Cocok untuk Ibu Rumah Tangga

Berikut adalah 4 jenis pekerjaan online yang sangat cocok untuk ibu rumah tangga karena menawarkan peluang pendapatan yang menjanjikan.

6 Tren Dekorasi Ruang Tamu 2027 yang Diprediksi Makin Nyaman dan Personal

Tren dekorasi ruang tamu 2027 mengarah pada warna hangat, pojok baca, furnitur fleksibel, penyimpanan rapi, dan sentuhan seni unik ya.  

Dari Belajar Nail Art, MUA Tuli Ini Berhasil Raup Pendapatan Rp13 Juta

Nail Art Jadi Ladang Penghasilan, MUA Tuli Binaan Bakti BCA Catat Pendapatan Rp 13 Juta               

Dana Darurat Terlalu Banyak? Ini Batas Wajar dan Cara Mengelolanya Saat Ini

Dana darurat perlu cukup untuk keadaan tak terduga, tetapi menyimpan terlalu banyak uang tunai juga punya risiko. Berikut cara mengelolanya.

Kaya Nutrisi dan Bebas Lemak, Simak 4 Manfaat Kentang Kukus untuk Menu Harian Diet

Mengandalkan kentang kukus dalam pola makan harian saat diet membantu mengontrol gula darah serta menjaga kesehatan usus.  

Jangan Dianggap Sepele ya, Ini 5 Gejala Kanker Rahim yang Wajib Dideteksi Sejak Dini

Kenali gejala kanker rahim sejak dini, dari keputihan tidak normal hingga nyeri panggul. Deteksi awal penting untuk mencegah risiko berbahaya.

4 Elemen Penting Yang Perlu Diperhatikan Saat Menyebar Keranjang Investasi

Strategi diversifikasi investasi atau menyebar keranjang investasi diperlukan supaya meminimalisir risiko.

6 Tren Desain Rumah Cantik yang Ternyata Bikin Repot Saat Dibersihkan

Ini 6 tren desain rumah terlihat cantik, tetapi bisa buat rumah Anda lebih sulit dirawat. Kenali materialnya sebelum pakai tren interior terbaru.

5 Kebiasaan Hemat Baby Boomer Amerika Saat Mengatur Uang yang Bisa Ditiru

Ini 5 kebiasaan hemat baby boomer yang sederhana bisa membantu mengurangi pengeluaran dan menjaga keuangan rumah tangga.

Tiga Prinsip Yang Bisa Dilakukan Memulai Usaha di Bangku Kuliah

Kementerian UMKM menyodorkan tiga prinsip bagi mahasiswa dengan melihat persoalan di lingkungan sekitar.