MOMSMONEY.ID - Ratus vagina merupakan perawatan tradisional yang dilakukan dengan cara duduk di atas wadah berisi uap air panas yang diseduh dengan berbagai bahan-bahan alami.
Banyak klaim yang menyebutkan bahwa ratus vagina dapat membersihkan rahim, menyeimbangkan hormon, hingga mengencangkan area kewanitaan. Namun, dari sudut pandang medis modern, perawatan ini justru dinilai berisiko tinggi.
Ratus vagina tidak memiliki bukti ilmiah yang mendukung manfaatnya dan justru berpotensi memicu berbagai dampak buruk bagi kesehatan organ intim wanita.
Baca Juga: 4 Tanda Wajah Butuh Face Oil, Kulit Berminyak Juga Bisa Pakai!
Secara alami, vagina adalah organ yang mampu membersihkan dirinya sendiri melalui produksi cairan alami. Membersihkan area sensitif ini dengan uap panas dan bahan kimia herbal justru dapat mengganggu keseimbangan alami tubuh.
Cari tahu lebih lanjut, berikut adalah ulasan mendalam mengenai 4 efek samping ratus vagina sebagaimana dilansir dari American College of Obstetricians and Gynecologists, Cleveland Clinic, dan WebMD.
1. Risiko Luka Bakar
Efek samping paling langsung dan paling sering dilaporkan akibat ratus vagina adalah luka bakar (thermal burns).
Kulit dan jaringan mukosa di area vulva serta vagina sangat tipis, halus, dan sangat sensitif terhadap suhu tinggi. Uap air panas yang diarahkan langsung ke area kewanitaan dari jarak dekat dapat dengan mudah menyebabkan iritasi parah hingga luka bakar derajat satu atau dua.
Kondisi luka bakar pada organ intim tidak hanya menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa, tetapi juga membutuhkan waktu pemulihan yang sulit dan berisiko tinggi mengalami komplikasi jaringan.
2. Mengganggu Keseimbangan pH dan Mikrobioma Alami Vagina
Vagina memiliki ekosistem alami yang dihuni oleh bakteri baik (seperti Lactobacillus) yang berfungsi menjaga kadar keasaman (pH) ideal untuk melindungi area tersebut dari infeksi.
Paparan uap panas serta uap minyak atsiri dari rempah-rempah yang digunakan saat ratus dapat merusak lapisan pelindung kelembapan alami dan membunuh bakteri baik tersebut.
Ketika mikroflora alami terganggu dan tingkat pH vagina menjadi tidak seimbang, area kewanitaan akan menjadi lebih rentan terhadap infeksi jamur (vaginal candidiasis) maupun infeksi bakteri (bacterial vaginosis).
Baca Juga: 4 Perbedaan Makeup Baddie dan Makeup Latina yang Sering Dikira Mirip
3. Meningkatkan Risiko Infeksi Bakteri dan Jamur
Selain merusak mikroflora alami, kondisi lembap berlebihan yang dihasilkan dari proses penguapan juga dapat menciptakan lingkungan yang sangat ideal bagi pertumbuhan jamur dan bakteri jahat.
Jika peralatan atau wadah ratus yang digunakan di spa tidak steril, mikroorganisme berbahaya bisa berpindah dan masuk ke dalam saluran reproduksi.
Kehadiran luka bakar ringan akibat uap panas ratus juga dapat membuka celah bagi bakteri untuk masuk lebih dalam ke jaringan kulit. Sehingga, memperbesar risiko terjadinya infeksi sekunder yang memicu rasa gatal, keputihan tidak normal, hingga bau tidak sedap.
4. Memicu Reaksi Alergi dan Iritasi Kimiawi dari Bahan Rempah
Bahan-bahan yang digunakan dalam ratus biasanya terdiri dari bermacam-macam tanaman herbal, rempah, dan minyak esensial.
Jaringan vulva yang sangat sensitif dapat bereaksi negatif terhadap kandungan kimia alami di dalam rempah-rempah tersebut. Penguapan bahan-bahan ini dapat memicu reaksi alergi kontak yang ditandai dengan kulit membengkak, kemerahan, ruam, sensasi panas, hingga rasa gatal yang hebat.
Pada beberapa kasus, peradangan ini dapat menyebar dan memicu ketidaknyamanan saat buang air kecil maupun saat berhubungan seksual.
Memelihara kesehatan area kewanitaan sebenarnya bisa dilakukan dengan cara-cara yang sederhana dan aman. Cukup bersihkan area luar vulva menggunakan air bersih hangat secara rutin, gunakan pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat, dan hindari penggunaan produk wewangian atau perawatan uap yang berisiko merusak ekosistem alami vagina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News