MOMSMONEY.ID - Di tengah persaingan bisnis kuliner yang makin ketat, digitalisasi jadi salah satu kunci penting untuk bertahan dan berkembang.
Hal ini dibuktikan oleh Bakso Lapangan Tembak Senayan (BLTS) yang sukses mengelola banyak outlet lewat sistem terintegrasi.
Berdiri sejak 1972, BLTS terus beradaptasi dari sistem manual hingga kini berbasis digital. Dari perjalanan tersebut, ada beberapa pelajaran penting yang bisa jadi tips sukses membangun bisnis makanan.
Pertama , berani bertransformasi ke digital. General Manager PT Boga Suryo Buwono, Sukotjo, menyebut pandemi menjadi momentum perubahan.
“Kami menyadari bahwa untuk terus tumbuh di luar Jakarta dan tetap menjaga profit, manajemen operasional harus beralih ke sistem digital,” ujarnya Rabu (22/4).
Dengan sistem digital, masalah klasik seperti ketidaksinkronan antara kasir dan dapur bisa dihindari.
“Kini, dengan sistem yang terintegrasi, masalah tersebut dapat teratasi secara efisien,” tambahnya.
Baca Juga: Perluas Ekspansi Bisnis Kuliner, Lemonilo Buka Gerai di Taman Mini
Kedua, kelola operasional berbasis data. BLTS menggunakan sistem Point of Sale (POS) untuk memantau penjualan hingga stok bahan baku secara real-time.
Chief of Product OttoDigital Group, Murti Daryandono, menegaskan pentingnya data dalam pengambilan keputusan bisnis.
“HelloBill hadir sebagai produk POS terintegrasi yang memungkinkan pengawasan operasional secara menyeluruh, mulai dari manajemen inventaris yang presisi hingga pemantauan laporan penjualan secara real-time,” jelasnya.
Ia menambahkan, sistem berbasis cloud membantu pelaku usaha mengakses data kapan saja.
“HelloBill memastikan setiap keputusan bisnis diambil berdasarkan data yang akurat guna meminimalisir risiko kebocoran keuangan dan meningkatkan efisiensi operasional,” ujarnya.
Ketiga, cegah kebocoran dan fraud sejak dini. Dengan sistem digital, pemilik usaha bisa memantau transaksi dan aktivitas karyawan lebih transparan, sehingga potensi kecurangan bisa ditekan.
Baca Juga: Mau Bisnis Kuliner Tumbuh? Coba Belajar dari Cara Eat Sambel
Keempat, optimalkan stok dan momentum penjualan. Data penjualan membantu bisnis memastikan ketersediaan bahan baku, terutama saat periode ramai seperti akhir pekan atau hari raya.
Kelimq, manfaatkan strategi marketing berbasis data. Dari laporan penjualan, pelaku usaha bisa mengetahui menu favorit dan waktu ramai, lalu membuat promo yang lebih tepat sasaran.
Sukotjo menegaskan, efisiensi dari digitalisasi memberi dampak besar bagi bisnis
“Efisiensi yang dihasilkan membantu kami menghindari loss. Kami sekarang bisa memonitor penjualan outlet di seluruh Indonesia dengan mudah dan cepat,” katanya.
Dengan strategi yang tepat dan dukungan teknologi, bisnis makanan tak hanya bisa bertahan, tapi juga terus berkembang di era digital.
Saat ini, pelanggan juga semakin dimudahkan dengan pemesanan online melalui GoFood, GrabFood, ShopeeFood, serta platform TikTok & Qpon untuk mengetahui promo potongan harga lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News