MOMSMONEY.ID - Rumah mewah, keluarga terpandang, seorang pekerja rumah tangga yang kehilangan nyawa, dan rangkaian kematian yang dianggap sebagai kutukan. Semua itu menjadi pintu masuk menuju misteri dalam Viu Original Dia Perempuan Sialan yang segera tayang di Viu bulan ini.
Serial horor psikologis ini mempertemukan dua bintang Malaysia, Meerqeen dan Hannah Delisha, dengan aktris Indonesia Caitlin Halderman. Meerqeen memerankan Syawal, Hannah hadir sebagai Nerina, sedangkan Caitlin memainkan Riska, pekerja rumah tangga baru yang kedatangannya diikuti berbagai peristiwa ganjil.
Ceritanya bermula dari Puan Sri Asyikin, perempuan kaya yang mengendalikan rumahnya dengan ketakutan. Ketika kucing kesayangannya ditemukan mati, ia menuduh pekerja rumah tangganya, Bulan. Kemarahannya berakhir dengan kekerasan dan kematian.
Delapan bulan kemudian, Puan Sri Asyikin meninggal secara mengerikan. Keluarganya meyakini ada kutukan di balik kematian itu. Namun, orang-orang di dalam rumah tersebut memiliki rahasia dan alasan masing-masing untuk menutupi kebenaran.
Berikut lima hal yang membuat Dia Perempuan Sialan berbeda dari drama horor biasa.
Baca Juga: Daftar Rekomendasi Film Horor Adaptasi Kisah Nyata Menyeramkan Penuh Teror
1. Terornya dimulai dari kekejaman manusia
Banyak cerita horor dimulai dengan rumah kosong, benda terkutuk, atau kemunculan makhluk gaib. Dia Perempuan Sialan memilih titik awal yang berbeda. Teror dalam serial ini lahir setelah seseorang yang mempunyai kekuasaan menggunakan posisinya untuk menyakiti orang yang lebih lemah.
Puan Sri Asyikin adalah majikan yang keras.
Ia memperlakukan Bulan dengan kekerasan dan tidak memberinya kesempatan membela diri. Tindakan tersebut menjadi awal dari rangkaian ketakutan yang menghantui keluarganya.
Karena itu, penonton tidak hanya akan bertanya apakah rumah tersebut dihantui. Ada pertanyaan yang lebih penting: apakah kejadian mengerikan yang menyusul merupakan kutukan, pembalasan, atau konsekuensi dari kejahatan yang berusaha ditutupi?
Serial ini menempatkan manusia sebagai sumber ketakutan pertama. Unsur supernatural baru datang setelah batas kemanusiaan lebih dahulu dilanggar.
2. Pekerja rumah tangga bukan sekadar karakter pelengkap
Karakter pekerja rumah tangga kerap hanya ditempatkan di latar belakang kehidupan keluarga kaya. Dalam Dia Perempuan Sialan, ketimpangan hubungan antara majikan dan pekerja justru menjadi bagian penting dari konflik.
Baca Juga: Tak Cuma Exhuma, Anda Wajib Tonton 7 Film Horor Korea Seram Ini
Bulan menjadi korban dari kekuasaan Puan Sri Asyikin. Setelah tragedi itu, Riska datang bekerja di rumah Nerina dan Syawal. Ia terlihat pendiam dan penurut, tetapi kehadirannya perlahan mengubah suasana rumah.
Riska tidak datang sebagai karakter yang mudah dibaca. Penonton belum dapat memastikan apakah ia merupakan korban baru, seseorang yang mencari kebenaran, atau bagian dari pembalasan yang sudah direncanakan.
Melalui kedua karakter tersebut, Dia Perempuan Sialan membawa persoalan yang dekat dengan kehidupan nyata ke dalam cerita horor: apa yang dapat terjadi ketika orang yang memiliki uang dan kedudukan merasa berhak memperlakukan pekerjanya sesuka hati?
Ketakutan dalam serial ini tidak hanya datang dari sesuatu yang tidak terlihat. Ia juga muncul dari relasi kekuasaan yang terjadi setiap hari di dalam rumah.
3. Identitas “perempuan sialan” menjadi misteri utama
Baca Juga: 7 Film Vampir Paling Populer dari Beragam Genre, Tak Cuma Horor dan Thriller
Judul Dia Perempuan Sialan terdengar keras dan langsung memancing pertanyaan. Namun, serial ini tidak segera memberi tahu siapa perempuan yang dimaksud.
Apakah gelar tersebut mengarah kepada Puan Sri Asyikin yang melakukan kekerasan? Apakah Riska menyimpan sisi berbahaya di balik sikap tenangnya? Atau justru ada perempuan lain yang selama ini menjadi sasaran tuduhan meskipun tidak bersalah?
Setiap karakter perempuan membawa kemungkinan berbeda. Ada yang menggunakan kekuasaan untuk menimbulkan rasa takut, ada yang hidup dalam bayang-bayang keluarga, dan ada pula yang datang membawa masa lalu yang belum diketahui.
Misteri tersebut membuat judul serial ini memiliki fungsi lebih dari sekadar menarik perhatian. Sebutan “perempuan sialan” juga memperlihatkan mudahnya seseorang memberikan cap kepada perempuan sebelum mengetahui seluruh kebenaran.
Penonton diajak mempertanyakan siapa yang berhak memberikan sebutan itu dan apakah orang yang terlihat sebagai pelaku sejak awal benar-benar menjadi sumber seluruh kejahatan.
Baca Juga: Rekomendasi 6 Film Animasi Horor untuk Anak-Anak yang Suka Film Seram Menegangkan
4. Horor psikologisnya berpadu dengan kepercayaan masyarakat Melayu
Dia Perempuan Sialan tidak hanya mengandalkan kemunculan hantu dan kejutan visual. Serial ini mempertemukan unsur mistis dengan ketakutan, rasa bersalah, kekerasan, dan rahasia keluarga.
Ketika Puan Sri Asyikin meninggal dengan cara yang tidak wajar, keluarganya meyakini ia menjadi korban kutukan. Seorang ustaz bahkan berada di sisinya dan berusaha menyelesaikan doa ketika perempuan itu mengalami kejang serta mengeluarkan darah dari matanya.
Namun, keberadaan unsur mistis tidak langsung membuktikan bahwa semua kejadian disebabkan kekuatan gaib. Bisa jadi ada seseorang yang menggunakan kepercayaan keluarga terhadap kutukan untuk menutupi perbuatannya.
5. Mempertemukan pemain Malaysia dan Indonesia
Kolaborasi lintas negara menjadi pembeda lain serial ini. Meerqeen dan Hannah Delisha mewakili Malaysia, sementara Caitlin Halderman hadir sebagai salah satu pemain utama dari Indonesia.
Karakternya, Riska, berada di pusat misteri. Ia memasuki rumah Nerina dan Syawal sebagai pekerja baru, lalu berbagai kejadian ganjil mulai muncul.
Bagi penonton Indonesia, serial ini menawarkan kesempatan melihat Caitlin memainkan karakter yang lebih gelap dan sulit ditebak. Sementara bagi penonton Malaysia, kehadirannya membawa wajah dan dinamika baru ketika beradu akting dengan Meerqeen serta Hannah.
Baca Juga: 8 Drama Korea Horor Paling Seram, Terbaru Ada Spooky in Love di Netflix
Meerqeen sendiri sebelumnya mengaku menghindari proyek horor karena khawatir membawa gangguan dari lokasi syuting kepada adiknya yang masih kecil. Namun, ia baru mengetahui kuatnya unsur horor dalam serial tersebut ketika mengikuti pembacaan naskah.
Kepada Utusan Malaysia, Meerqeen mengatakan bahwa manusia dapat lebih berbahaya secara fisik dibandingkan hantu. Pernyataan itu juga menggambarkan inti Dia Perempuan Sialan: penonton mungkin datang untuk mencari hantu, tetapi kejahatan manusia bisa menjadi bagian yang jauh lebih menakutkan.
Selain Meerqeen, Hannah Delisha, dan Caitlin Halderman, serial ini turut dibintangi Datin Sri Umie Aida, Amerul Affendi, Farah Ahmad, Nadia Aqilah, Nadya Syahera, dan Shaharuddin Thamby.
Viu Original Dia Perempuan Sialan terdiri atas 12 episode dan mulai tayang pada 24 September 2026 di Viu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News