MOMSMONEY.ID - Rapikan rumah sebelum September dengan memilah barang lama yang sudah jarang digunakan agar ruangan lebih nyaman.
Perubahan musim sering menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi kembali kondisi rumah. Menjelang akhir Agustus, banyak barang yang sebelumnya sering digunakan mulai kehilangan fungsi dan hanya memenuhi ruang penyimpanan.
Jika dibiarkan, tumpukan benda yang tidak terpakai dapat membuat rumah terasa lebih sempit serta menyulitkan aktivitas sehari hari.
Kebiasaan merapikan rumah secara berkala kini semakin banyak dilakukan banyak orang di Indonesia karena dianggap membantu menciptakan hunian yang lebih nyaman dan efisien.
Melansir dari Southern Living, para ahli penataan rumah menyarankan penghuni untuk memanfaatkan akhir musim panas sebagai momen mengecek kembali barang musiman yang masih layak disimpan.
“Barang yang tidak lagi mendukung kebutuhan sehari hari sebaiknya dievaluasi agar ruang dapat digunakan secara lebih maksimal,” ujar Gillian Economou, pendiri Sort It Out.
Baca Juga: Kamar Asrama Sempit Bisa Terlihat Luas dengan Trik Dekorasi Praktis Ini Lo
Konsep menata ulang rumah tidak selalu berarti membuang banyak barang. Langkah yang lebih bijak adalah memilih benda yang masih memiliki fungsi, memiliki nilai emosional, dan benar benar mendukung aktivitas penghuni rumah.
Melakukan cara ini, rumah kamu tetap terasa personal tanpa dipenuhi barang yang hanya tersimpan.
Perlengkapan musim panas yang sudah tidak layak digunakan
Barang musiman menjadi salah satu kategori yang sering terlupakan saat melakukan penataan rumah. Perlengkapan seperti tabir surya, semprotan anti serangga, pakaian renang, sandal, hingga perlengkapan aktivitas luar ruangan biasanya kembali disimpan setelah liburan selesai.
Sebelum memasukkannya ke tempat penyimpanan, sebaiknya lakukan pemeriksaan kondisi barang. Produk yang terlalu lama terkena panas, terutama yang sering ditinggalkan di dalam kendaraan, bisa mengalami penurunan kualitas. Begitu juga dengan pakaian pelindung matahari atau perlengkapan pantai yang sudah melar akibat sering digunakan.
Menyimpan barang yang sudah tidak berfungsi hanya membuat ruang semakin penuh. Memilah barang berdasarkan kondisi dan kebutuhan dapat membantu rumah tetap rapi tanpa harus melakukan perubahan besar.
Kaos kegiatan yang hanya memenuhi lemari
Kaos dari acara sekolah, olahraga, komunitas, atau perkemahan anak sering kali memiliki nilai kenangan tersendiri. Namun, terlalu banyak menyimpan pakaian yang jarang dipakai dapat membuat lemari kehilangan ruang.
Solusi yang bisa diterapkan adalah memilih beberapa kaos yang memiliki cerita paling berkesan. Sementara sisanya dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan lain atau diberikan kepada orang lain.
Dalam tren penataan rumah modern, barang tidak hanya dinilai dari kenangan, tetapi juga dari manfaatnya. Menyimpan barang secara selektif membantu menciptakan ruang yang lebih terorganisir dan mudah digunakan.
Wadah makanan yang tidak memiliki pasangan
Dapur menjadi salah satu area yang sering mengalami penumpukan barang kecil. Wadah makanan tanpa tutup, kotak bekal yang rusak, atau perlengkapan dengan jumlah berlebihan biasanya tetap disimpan meskipun jarang digunakan.
Menjelang aktivitas sekolah dan pekerjaan kembali berjalan normal, menata ulang perlengkapan dapur dapat menjadi langkah praktis. Beberapa cara yang dapat dilakukan:
- Kumpulkan seluruh wadah makanan dalam satu tempat.
- Pisahkan wadah yang masih memiliki tutup lengkap.
- Singkirkan barang yang retak atau tidak aman digunakan.
- Simpan perlengkapan berdasarkan ukuran agar mudah ditemukan.
Cara sederhana ini dapat membuat aktivitas memasak dan menyiapkan bekal menjadi lebih efisien setiap hari.
Baca Juga: Denah Rumah Konsep Terbuka Mulai Bergeser, Privasi Jadi Tren Kekinian
Pakaian musim panas yang tidak pernah dipakai
Lemari pakaian sering menjadi tempat penyimpanan barang yang sulit dilepaskan. Pakaian seperti celana pendek, gaun musim panas, pakaian renang, atau sandal terkadang tetap disimpan meskipun tidak pernah digunakan selama satu musim.
Momen akhir Agustus dapat menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi kembali pakaian tersebut. Jika sebuah barang hanya berpindah tempat tanpa pernah digunakan, kemungkinan besar pakaian itu sudah tidak sesuai dengan kebutuhan.
Kebiasaan memilih pakaian yang lebih fungsional juga mulai berkembang di Indonesia. Banyak orang kini lebih memperhatikan kualitas dan kegunaan dibandingkan jumlah barang yang dimiliki.
Aksesori luar ruangan yang mulai usang
Area luar rumah seperti teras, halaman, dan balkon biasanya memiliki berbagai perlengkapan tambahan. Mulai dari bantal luar ruangan, dekorasi, hingga perlengkapan pengusir serangga sering digunakan ketika cuaca mendukung.
Namun, beberapa barang memiliki masa penggunaan tertentu. Lilin pengusir serangga yang terlalu lama disimpan dapat mengalami penurunan kualitas, sementara bantal luar ruangan yang warnanya memudar akibat paparan matahari bisa mengurangi kenyamanan area rumah.
Caroline Dockery, pendiri Categorically Caroline, menjelaskan bahwa beberapa perlengkapan luar ruangan perlu dievaluasi karena tidak semuanya harus disimpan dalam jangka panjang.
Mulai kebiasaan memilah barang secara rutin
Merapikan rumah bukan hanya tentang mengurangi jumlah barang, tetapi memastikan setiap benda memiliki fungsi yang jelas. Kebiasaan mengecek isi rumah secara berkala dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan tertata.
Akhir Agustus dapat menjadi momentum sederhana untuk memulai kebiasaan tersebut. Tidak perlu langsung membersihkan seluruh rumah, cukup mulai dari satu kategori barang yang paling sering menumpuk.
Dengan mempertahankan benda yang benar benar dibutuhkan dan melepaskan barang yang sudah tidak digunakan, rumah akan terasa lebih lega.
Hunian yang nyaman bukan ditentukan dari banyaknya barang, melainkan dari bagaimana setiap benda mampu mendukung kehidupan sehari hari penghuninya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News