MOMSMONEY.ID - Financial anxiety saat quarter life crisis membuat banyak anak muda cemas. Ini cara mengatur uang dan menjaga mental agar lebih stabil.
Memasuki usia 20 hingga 35 tahun, banyak orang mulai menghadapi tekanan baru dalam hidup. Mulai dari mencari pekerjaan yang stabil, memenuhi kebutuhan sehari hari, hingga memikirkan masa depan sering membuat pikiran terasa penuh.
Tidak sedikit yang merasa tertinggal ketika melihat pencapaian orang lain di media sosial. Kondisi ini dikenal sebagai financial anxiety, yaitu rasa khawatir berlebihan terhadap kondisi keuangan.
Melansir dari loanonline, kecemasan finansial pada usia produktif cukup sering terjadi karena adanya tekanan biaya hidup, ketidakpastian karier, dan kurangnya pemahaman dalam mengelola uang.
"Masalah keuangan tidak selalu hanya berkaitan dengan jumlah uang yang dimiliki, tetapi juga bagaimana seseorang memahami dan mengelola kondisi finansialnya," dikutip dari loanonline.
Baca Juga: Cara Mengetahui Bank dari Nomor Rekening Tanpa Ribet, Cek Sebelum Transfer
Penyebab financial anxiety pada usia muda
Financial anxiety biasanya muncul karena gabungan beberapa faktor. Salah satunya adalah kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Di era media sosial, kehidupan seseorang sering terlihat lebih sukses dari kenyataan, mulai dari pekerjaan, gaya hidup, hingga pencapaian finansial.
Selain itu, banyak pekerja muda merasa khawatir karena pendapatan belum sejalan dengan meningkatnya biaya hidup. Kondisi ini semakin berat bagi mereka yang memiliki cicilan, tanggungan keluarga, atau belum memiliki perencanaan keuangan yang jelas.
Rendahnya literasi keuangan juga menjadi faktor penting. Masih banyak orang yang belum terbiasa membuat anggaran, menyiapkan dana darurat, atau memahami cara mengelola utang dengan baik.
Langkah sederhana mengatasi kecemasan finansial
Mengatasi rasa cemas terhadap uang tidak harus dimulai dari perubahan besar. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara rutin dapat membantu seseorang merasa lebih memiliki kendali.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan yaitu:
- Catat pemasukan dan pengeluaran setiap bulan untuk mengetahui kondisi keuangan sebenarnya.
- Pisahkan kebutuhan utama dengan keinginan agar uang tidak cepat habis.
- Buat anggaran sederhana dengan membagi penghasilan untuk kebutuhan, hiburan, dan tabungan.
- Sisihkan uang untuk dana darurat meskipun jumlahnya masih kecil.
- Evaluasi kondisi keuangan secara rutin tanpa menyalahkan diri sendiri.
Melansir dari pegadaian.co, membuat perencanaan keuangan secara realistis dapat membantu seseorang menghadapi tekanan finansial dengan lebih tenang.
Pentingnya membangun dana darurat
Banyak orang merasa cemas karena tidak memiliki persiapan ketika menghadapi kondisi tidak terduga. Dana darurat dapat menjadi perlindungan ketika terjadi masalah seperti kehilangan pekerjaan, kebutuhan kesehatan, atau pengeluaran mendadak.
Tidak perlu langsung mengumpulkan jumlah besar. Mulailah dari nominal yang sesuai kemampuan, kemudian tingkatkan secara bertahap hingga mampu mencukupi kebutuhan selama beberapa bulan.
Konsistensi menjadi hal yang lebih penting dibandingkan jumlah uang yang disimpan di awal.
Baca Juga: Uang Receh Belanja Bisa Jadi Investasi Lo, Begini Cara Melakukannya
Ubah cara pandang terhadap kondisi keuangan
Financial anxiety tidak hanya berkaitan dengan angka di rekening, tetapi juga cara seseorang memandang uang. Banyak orang merasa dirinya gagal hanya karena belum mencapai standar tertentu.
Menurut helpguide, mengelola stres akibat masalah keuangan juga perlu dilakukan dengan menjaga kesehatan mental. Seseorang perlu memahami bahwa kondisi finansial dapat berubah dan proses membangun kestabilan membutuhkan waktu.
Hindari membandingkan perjalanan hidup dengan orang lain. Fokus pada perkembangan pribadi, seperti memiliki kebiasaan menabung, mengurangi utang, atau meningkatkan kemampuan kerja.
Kapan perlu mencari bantuan?
Jika rasa cemas mengenai uang mulai mengganggu aktivitas sehari hari, menyebabkan sulit tidur, stres berat, atau kehilangan motivasi, mencari bantuan profesional bisa menjadi pilihan.
Konsultasi dengan psikolog maupun perencana keuangan dapat membantu menemukan solusi yang lebih sesuai dengan kondisi pribadi.
Financial anxiety saat quarter life crisis memang menjadi tantangan bagi banyak orang Indonesia saat ini. Namun, rasa takut terhadap kondisi keuangan bukan berarti seseorang tidak mampu mengatasinya.
Memahami penyebabnya, membuat rencana sederhana, dan membangun kebiasaan finansial yang sehat, kehidupan dapat berjalan lebih terarah.
Keuangan yang stabil bukan hasil dari perubahan instan, melainkan kumpulan langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News