M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Konsumsi 3 Makanan Ini untuk Mengatasi Kerutan Wajah dari Dalam

Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Takut kerutan semakin banyak? Ini 3 makanan terbaik untuk mengurangi kerutan wajah dari dalam yang bisa dikonsumsi.

Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen alami dalam tubuh akan semakin berkurang. Akibatnya, tanda-tanda penuaan kulit seperti kerutan akan mulai bermunculan.

Jika tidak ditangani dengan tepat, tampilan kerutan akan terlihat semakin dalam, jelas, dan banyak. Oleh sebab itu, penggunaan skincare anti-aging sangat disarankan menjelang usia 30-an.

Baca Juga: Bikin Kenyang Lebih Lama, Ini 4 Manfaat Protein untuk Diet

Selain menggunakan skincare, perawatan dari dalam juga bisa memberikan efek yang signifikan untuk membantu mencegah kerutan semakin parah. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan sehat secara teratur.

Sebagai rekomendasi, berikut 3 makanan terbaik untuk mengurangi kerutan wajah dari dalam menurut mindbodygreen.

1. Ikan salmon

Makanan terbaik untuk mengurangi kerutan wajah dari dalam yang pertama adalah ikan salmon.

Kandungan asam lemak omega-3 dalam ikan salmon telah terbukti meningkatkan hidrasi kulit, mengurangi stres kulit akibat sinar UV, mengurangi penuaan dini, serta memberikan fotoproteksi.

Ikan salmon juga mengandung banyak antioksidan, salah satunya astaxanthin. Ini merupakan penangkal radikal bebas yang secara klinis terbukti mampu meningkatkan hidrasi kulit, meningkatkan elastisitas, memperbaiki tekstur kulit, serta mengurangi garis-garis halus dan bintik-bintik penuaan.

Sebuah uji coba terkontrol secara acak yang mempelajari 65 wanita sehat menemukan bahwa peserta yang mengonsumsi suplemen astaxanthin mengalami pengurangan kerutan setelah 16 minggu dibandingkan dengan kelompok kontrol. 

Ketika 30 wanita sehat mengonsumsi kapsul astaxanthin dan mengoleskan larutan astaxanthin topikal selama 8 minggu, bintik-bintik penuaan mereka pun berkurang ukurannya. Belum lagi, mereka juga mengalami peningkatan elastisitas sekaligus tekstur kulit.

2. Buah mangga

Makanan terbaik untuk mengurangi kerutan wajah dari dalam yang kedua adalah buah mangga.

Jika dikonsumsi dalam jumlah sedang, mangga dapat mengurangi ukuran kerutan. Namun, jika dikonsumsi berlebihan, mangga dapat menyebabkan efek sebaliknya. 

Dalam satu studi, para peneliti mengamati efek mengonsumsi setengah cangkir mangga dan satu setengah cangkir mangga sebanyak 4 kali seminggu selama 16 minggu.

Mereka menemukan bahwa setengah cangkir mangga mampu mengurangi keparahan kerutan. Kemungkinan, ini berkaitan dengan beberapa kandungan karotenoid dan flavonoid dalam mangga.

Sebaliknya, para peneliti menemukan bahwa mengonsumsi satu setengah cangkir mangga dalam kurun waktu tersebut justru menyebabkan peningkatan keparahan kerutan. Ini mungkin karena kandungan gulanya yang tinggi.

Baca Juga: 7 Kandungan Skincare untuk Menghilangkan Jerawat Batu yang Aman dan Efektif

3. Kacang almond

Makanan terbaik untuk mengurangi kerutan wajah dari dalam yang ketiga adalah kacang almond.

Jessica Maloh, ND, yang mengkhususkan diri dalam integrative dermatology and research, berbagi wawasan dari uji coba terkontrol acak prospektif yang ia tangani dan menemukan bahwa ngemil kacang almond memiliki kekuatan untuk mengurangi kerutan dan bintik hitam.

"Satu studi yang dilakukan pada sekelompok wanita pascamenopause, meneliti konsumsi almond pada berbagai parameter kulit," katanya dalam sebuah video TikTok.

"Dan, hasil studi ini menunjukkan, mengonsumsi almond setiap hari dapat mengurangi keparahan kerutan dan intensitas pigmen wajah. Adapun hal ini mungkin terkait dengan komponen antioksidan dalam almond, seperti vitamin E," ungkap dia. 

Memang, penelitian menunjukkan, kelompok yang mengonsumsi almond setiap hari selama 16 minggu mengalami penurunan munculnya kerutan hingga 16%, dibandingkan dengan kelompok kontrol. Mereka juga mengalami penurunan bintik hitam hingga 20%. 

Itulah 3 makanan terbaik untuk mengurangi kerutan wajah dari dalam yang bisa Anda konsumsi secara teratur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perbankan Borong SBN Rp 100 Triliun, Ini Dampak yang Perlu Dicermati

Perbankan net buy Surat Berharga Negara sekitar Rp 100 triliun pada Oktober 2026. Sedangkan BI justru net sell sekitar Rp 33,41 triliun.  

Yield SUN 10 Tahun Tembus 7,7%, Ini Proyeksi Hingga Awal Tahun 2027 Menurut Analis

Tekanan di pasar obligasi domestik diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026. Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun 7,7% belum puncak.  

Yield SUN 10 Tahun Naik, Risiko Domestik Jadi Tekanan Utama

Yield Surat Utang Negara Indonesia tenor 10 tahun menguat di level 7,63% setelah sempat menyentuh 7,75%, tertinggi dalam empat tahun terakhir.  

Yield SUN di atas 7,5%, Saatnya Investor Akumulasi atau Hindari?

Tekanan terhadap pasar obligasi membuat yield berada di level 7,75%. Apakah momen tepat bagi investor untuk mulai membeli atau justru hindari?

Selain Rasa, Ini yang Perlu Diperhatikan Pelaku UMKM dalam Kembangkan Bisnis Kuliner

​BRIncubator 2026 memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM makanan dan minuman untuk memperkuat kemampuan bisnis dan pengelolaan produksi.

Gelagat Asing Keluar dari Pasar SBN Baru-Baru Ini, Apa Penyebabnya?

Investor asing yang sempat masuk sejak awal Oktober, berbalik arah menjual SBN pada pertengahan bulan lalu. Cari tahu pemicunya.

Yield SUN Melonjak, CDS Naik dan Rupiah Loyo, Apa Artinya bagi Pasar?

Pasar obligasi domestik hadapi tekanan di tengah kenaikan Credit Default Swap (CDS), pelemahan rupiah, serta kenaikan yield Surat Utang Negara.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Turun, Hanya Antam Naik Rp 13.000

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi, menyalip posisi Galeri 24 sebelumnya.     

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

​YLKI mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak berlebihan dan segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang rusak.

Lansia Masih Bisa Punya Asuransi Kesehatan, Ini Syaratnya

Asuransi kesehatan penting bagi lansia, tetapi terdapat tantangan mendapatkan asuransi pada usia lanjut akibat riwayat penyakit.