MOMSMONEY.ID - Peluang bisnis di industri kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen masih terbuka lebar. Namun, pelaku usaha perlu terus beradaptasi agar mampu bersaing di tengah perubahan pasar dan perkembangan teknologi.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, sektor kulit dan alas kaki nasional masih menunjukkan kinerja yang positif.
"Sektor kulit dan alas kaki tumbuh 5,28%, mencatat surplus perdagangan sebesar US$ 2,89 miliar. Kepercayaan investor asing juga meningkat hampir dua kali lipat, dari Rp13,5 triliun pada 2024 menjadi Rp24 triliun pada 2025," dalam keterangannya Rabu (5/8).
Melihat peluang tersebut, ada sejumlah strategi yang dapat diterapkan pelaku usaha agar bisnis semakin kompetitif.
Pertama, manfaatkan teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi proses produksi sekaligus menjaga kualitas produk.
Baca Juga: Aprisindo: Tarif AS 10% Belum Goyahkan Ekspor Alas Kaki
Kedua, mulai beralih menggunakan material yang lebih ramah lingkungan. Selain mengikuti tren pasar, langkah ini juga dapat menjadi nilai tambah, terutama jika ingin menjangkau pasar ekspor.
Ketiga, perkuat rantai pasok agar proses produksi lebih efisien dan mampu memenuhi permintaan pasar secara berkelanjutan.
Keempat, perluas jaringan bisnis dengan aktif mengikuti forum industri, pameran, atau business matching.
Cara ini dapat membuka peluang bertemu buyer, investor, hingga mitra usaha baru.
Berbagai strategi tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Indo Leather & Footwear (ILF) Expo dan Indo Garment & Textile (IGT) Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta yang diselenggarakan Krista Exhibition.
Pameran yang diikuti 210 peserta dari 14 negara itu juga menghadirkan forum mengenai transformasi digital, penguatan rantai pasok, investasi manufaktur, hingga peluang ekspor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News