MOMSMONEY.ID - Di tengah momentum bonus demografi, semakin banyak mahasiswa mulai melirik kewirausahaan sebagai pilihan karier sekaligus sumber pendapatan tambahan.
Salah satu sektor yang dinilai menawarkan peluang besar adalah industri logistik, seiring meningkatnya kebutuhan layanan pengiriman di era perdagangan digital.
Peluang itu dimanfaatkan oleh Yoel Abraham (23), mahasiswa asal Pontianak yang memulai usaha agen Lion Parcel sejak masih duduk di bangku kuliah. Berbekal modal yang relatif terjangkau dan melihat prospek industri logistik yang terus tumbuh, Yoel merintis bisnis tersebut tiga tahun lalu.
“Saat masih kuliah, saya mencari peluang bisnis yang modalnya tidak terlalu besar, dan Lion Parcel jadi pilihan karena biaya pendaftaran agennya terjangkau,” ujar Yoel dalam keterangan resmi, Senin (29/7/2026).
Baca Juga: Bisnis Layanan Sunat Masih Prospektif, Captain Sunat Buka Peluang Kemitraan
Mahasiswa berlatar belakang pendidikan Bahasa Inggris itu menilai, bisnis logistik memiliki prospek menjanjikan di Pontianak, terutama karena tingginya kebutuhan pengiriman makanan khas daerah seperti kue lapis, kue bingke, lempok durian, dan hekeng yang membutuhkan layanan pengiriman cepat.
Menurut Yoel, jaringan pengiriman Lion Parcel yang didukung penerbangan Lion Group menjadi salah satu pertimbangan utama saat memilih usaha tersebut.
“Ini sangat relevan dengan kebutuhan di Pontianak yang banyak mengirim makanan khas yang harus sampai cepat agar kualitas produknya tetap terjaga,” katanya.
Menjalankan usaha sambil kuliah bukan tanpa tantangan. Pada masa awal merintis bisnis, Yoel harus membagi waktu antara mengikuti perkuliahan dan mengelola operasional agen.
Ia juga mengaku harus mempelajari industri logistik dari nol karena bidang tersebut berbeda dengan latar belakang pendidikannya.
Baca Juga: Peluang Usaha Kelas Kreatif saat Libur Sekolah, Ini Strategi Rumah Tanah Liat Citra
“Saya benar-benar belajar logistik dari nol. Untungnya, tim Lion Parcel sangat membantu dan membimbing saya sejak awal. Bahkan sampai sekarang, kalau ada kendala selalu dibantu sampai tuntas,” ujarnya.
Ketekunan tersebut membuahkan hasil. Bisnis agen Lion Parcel yang dijalankan Yoel kini telah berkembang dengan omzet mencapai puluhan juta rupiah per bulan.
Setelah lulus kuliah, ia semakin fokus mengembangkan usaha dengan memanfaatkan media sosial untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.
Strategi itu berhasil meningkatkan jumlah pelanggan dan menghadirkan banyak testimoni positif, terutama terkait kecepatan pengiriman yang dinilai sering tiba lebih cepat dari estimasi.
Chief Retail Officer Lion Parcel Febri Andika mengatakan, pihaknya melihat semakin banyak generasi muda yang tidak hanya ingin mencari pekerjaan, tetapi juga membangun usaha sendiri.
Baca Juga: Kelas Seni untuk Anak Jadi Peluang Bisnis Menjanjikan, Ini Strategi Nala Art Studio
“Kami percaya peluang membangun usaha seharusnya dapat diakses oleh siapa saja. Karena itu, kemitraan agen Lion Parcel dirancang agar mudah dijangkau dengan investasi mulai dari Rp 10 juta serta didukung proses pendaftaran yang mudah,” ujar Febri.
Selain itu, Lion Parcel juga menyediakan pelatihan dan program pengembangan berkelanjutan bagi para mitra agen agar mereka dapat mengembangkan bisnis secara lebih optimal.
Febri menilai, pertumbuhan kebutuhan pengiriman di Indonesia membuka peluang bagi mahasiswa dan anak muda untuk mulai berwirausaha sejak dini tanpa harus menunggu lulus kuliah.
Kisah Yoel menjadi contoh bahwa mahasiswa dapat memanfaatkan peluang di industri logistik untuk membangun sumber penghasilan sekaligus pengalaman bisnis.
Dengan modal yang relatif terjangkau dan dukungan pelatihan, usaha agen logistik dapat menjadi salah satu alternatif bagi generasi muda yang ingin mulai berwirausaha di tengah berkembangnya ekonomi digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News