MOMSMONEY.ID - Ada kedai kwetiau siram yang memiliki tidak hanya lezat tapi juga bikin nyaman di daerah Pondok Indah. /2026/03/24/1296440650p.jpg)
Masakan rumahan selalu bikin kangen karena memiliki citarasa yang sederhana tapi nikmat. Perasaan ini juga bisa muncul jika Anda menyantap masakan dari kedai Kwetiau Shefa.
Siti Fauziah atau biasa dipanggail Shefa menjadi juru masak sekaligus pemilik kedai Kwetiau Shefa. Ibu dua anak ini berhasil meracik berbagai menu lezat dengan bumbu sederhana dan segar yang bikin nagih.
Tidak heran bila kedai ini, memiliki banyak pelanggan setia. Memang, kedai Kwetiau Shefa sudah ada sejak 2007. Namun, baru di 2013, Shefa yang menjadi juru masaknya.
Terdapat varian kwetiau, nasi, mi dan bihun yang bisa dimasak dengan cara digoreng atau disiram kuah. Shefa bercerita Kedai ini awalnya dijalankan oleh orangtua dari bos Shefa dulu, yang meruapakan keturunan Tionghoa dan berasal dari Medan.
Namun, karena masalah kesehatan, orangtua bosnya tersebut tidak lagi berjualan dan akhirnya diturunkan kepada bos Shefa hingga ke Shefa sendiri.
Baca Juga: Cara Membuat Ketupat Lebaran Pulen, Rahasia Dapur Anti Gagal di saat Lebaran
Sejak awal berdiri, hingga saat ini, Shefa mengatakan varian menu yang ada tidak berubah. Hanya, Shefa menambahkan isian atau pelengkap dari menu utama saja.
"Dari dulu menu sama semua, saya belajar resepnya otodidak dan menambahkan isian bakso dan ayam karena sesuai keinginan pengunjung," kata Shefa.
Semua varian masakan ini bisa dipesan langsung ditempat atau dipesan melalui platform pengantaran daring.
Bagi Anda yang ingin merasakan langsung makan di tempat, Kedai Kwetiau Shefa berada di pondok kayu yang tidak terlalu besar. Letaknya di pinggir jalan daerah Pondok Indah, tepatnya depan Sekolah BPK Penabur Tirtamarta.
Pondok kedai Kwetiau Shefa bisa melayani sekitar 10 pengunjung untuk makan di tempat jika cuaca sedang cerah. Sebaliknya, jika sedang turun hujan, tidak semua meja dan bangku di Kedai Kwetiau Shefa beratapkan terpal, sehingga menjadi kurang nyaman untuk menyantap langsung ditempat.
Sekedar informasi, Kedai Kwetiau Shefa buka dari jam 8 pagi hingga 18.00 di setiap harinya. Namun, belakangan, Shefa sering tidak buka di hari Sabtu untuk libur dan beristirahat. Tetapi, bila ia mendapat telepon pesanan dari pelanggan lama, ia biasanya jadi akan buka.
Baca Juga: Resep Thumbprint Stroberi: Dijamin Anti Gagal, Kue Lebaran Laris Manis
Sederhana nan sedap
Bahan seperti kwetiau, mi, bihun dan nasi memang menjadi makanan yang sering masyarakat Indonesia makan, jika sedang bingung ingin makan apa. Tidak heran bahan makanan ini banyak dijajakan oleh penjual gerobakan yang berkeliling hingga restoran.
Namun, varian masakan yang ada di Kwetiau Shefa bisa dibilang memiliki cita rasa yang berbeda dari penjual makanan serupa di gerobakan keliling atau restoran. Seperti, kwetiau goreng di kedai ini memiliki cita rasa sederhana nan nikmat.
Tidak terasa ada satu bumbu dalam masakan yang mendominasi. Semua bumbu tercampur dengan pas, begitupun rasa asin, kecap dan gurihnya. Sungguh seperti rasa masakan rumahan yang tentunya bisa bikin kangen.
Varian masakan yang patut dicoba juga adalah kuah siramnya. Kwetiau siram menjadi menu yang paling sering dibeli disini. Tetapi, ada juga pelanggan yang meminta bihun, mi dan nasi dengan kuah siram.
Jika memesan varian kuah siram, biasanya porsi bahan makanan utama seperti mi, kwetiau, nasi atau bihun akan lebih sedikit dibandingkan varian masakan yang digoreng. Sebab, dalam satu piring akan lebih banyak kuah siram dengan isian yang berlimpah.
Tekstur kuah siram di Kedai Kwetiau Shefa cukup kental. Varian masakan ini paling enak disantap langsung saat hangat. Sebab, semakin dingin, kuah yang tadinya kental akan berubah menjadi semakin enecer.
Baca Juga: Rahasia Resep Nastar Empuk Chef Devina, Kok Bisa Anti Ambyar?
Rasa varian kuah siram pun lezat dan sangat pas di lidah. Selain hangat yang terasa dari suhu makanan, kuah siram dari kedai ini juga terasa hangat di dalam tubuh dengan terasanya lada dalam campuran bumbu di masakan ini.
Sungguh nyaman menyantap masakan di kedai Kwetiau Shefa. Apalagi, sang juru masak sangat memperhatikan standar penggunaan minyak yang tidak berlebihan bahkan untuk masakan yang digoreng.
"Saya kalau masak maunya tidak ada minyak yang nempel di piring, jadi jangan sampai ada bekas minyak di piring," kata Shefa.
Penggunaan minyak yang tidak terlalu banyak ini berangkat dari varian masakan bun siram. Cara masak bun siram ini memang ditujukan bagi pelanggan yang hanya ingin menggunakan minyak sangat sedikit.
Shefa menjelaskan bun siram sama dengan kuah siram dalam penyajiannya. Tetapi, bedanya di cara masak. Kalau bun siram tumisan bumbu, isian dan bahan utama serta kuah kental dimasak jadi satu, sehingga bisa mengurangi penggunaan minyak.
"Bahkan, bisa juga minyak habis tumisan bumbu dibuang kalau memang tidak ingin banyak minyak," kata Shefa.
Sementara, kuah siram tumisan bumbu, isian dan bahan utama dimasak terpisah dengan kuah kental.
Harga panganan di Kwetiau Shefa dibanderol mulai dari Rp 18.000 hingga Rp 38.000 per porsi.
Baca Juga: Sajian Spesial Lebaran: Resep Putri Salju Tanpa Cetakan, Gurih Manisnya Pas
/2026/03/24/373535902p.jpg)
Bagai makan di rumah sendiri, pelanggan di Kedai Kwetiau Shefa bisa bebas meminta cara masak di kedai ini. "Pelanggan lama banyak yang request macam-macam, ada yang bawa minyak olive oil sendiri, bawa telur sendiri untuk nambah, atau bawa isian tambahan sendiri, saya, sih oke-oke saja," kata Shefa.
Sejak kedai ini dijalankan oleh Shefa di 2013, Shefa memang membuka diri pada masukan pelanggannya. "Saya pasti tanya ada yang kurang gak rasanya?," ujar Shefa. Berkat sifat tersebut, tidak heran banyak pelanggan yang suka dan kangen dengan masakan Shefa.
Bahkan, ia bercerita bisa langsung buka jika ada pesanan yang masuk lewat telepon meski sebenarnya kedai sedang tutup. "Pelanggan lama yang sering pesan lagi, seringkali bersedia menunggu lama untuk saya buatkan pesanannya, saya juga jadi tidak enak untuk menolaknya," kata Shefa.
Memang, rejeki patutnya kita terima. Seperti tidak jarang, Shefa juga menerima pesanan dari kantor sebanyak 80 bungkus. Meski tergopoh-gopoh karena seringkali diburu waktu oleh pelanggannya, ia tetap menyanggupi pesanan yang banyak tersebut.
"Ya, namanya rejeki saya sanggupi, meski yang masak hanya saya seorang," kata Shefa.
Apalagi, kini pelanggan lama juga harus bersabar dalam menanti pesanannya jadi dimasak oleh Shefa, karena belakangan kedai ini ramai dikunjungi pelanggan baru yang baru pertama kali mencoba. Pelanggan baru banyak berdatangan karena belakangan kedai ini ramai disebarkan di media sosial oleh influencer kuliner. Adanya pelanggan baru Shefa syukuri.
Oleh sebab itu, di hari Sabtu, Shefa memutuskan untuk beristirahat jika bisa dan tidak ada pesanan dari pelanggan. Sementara, di hari Minggu Shefa kembali buka karena banyak pengunjung yang datang setelah pulang dari gereja. Ya, selain dekat dengan sekolah, kedai ini strategis karena juga dekat dengan GKI Pondoh Indah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News