M O M S M O N E Y I D
Bugar

Kebiasaan Tidur 7 Jam Sehari Bikin Kadar Gula Darah Lansia Lebih Stabil

Kebiasaan Tidur 7 Jam Sehari Bikin Kadar Gula Darah Lansia Lebih Stabil
Penulis: Pinky Annisa  |  Editor: Pinky Annisa


MOMSMONEY.ID - Kadar gula darah pada lansia harus dipantau secara rutin karena risiko diabetes meningkat seiring bertambahnya usia. Kadar gula darah puasa yang normal pada orang lanjut usia adalah antara 70 dan 99 mg/dL.

Isabel Casimiro, dokter spesialis endokrinologi, memaparkan, kadar gula darah meningkat seiring bertambahnya usia disebabkan beberapa hal. Mulai dari perubahan massa otot, aktivitas dan nutrisi, berat badan, dan sensitivitas insulin. 

Anda dapat memeriksa gula darah menggunakan alat yang disebut glukometer. Cukup tusuk ujung jari dengan jarum kecil yang disebut lanset, lalu letakkan setetes darah pada strip tes di glukometer untuk mendapatkan hasilnya. 

Umumnya gula darah harus diperiksa sebelum makan dan sebelum tidur.

Baca Juga: Gula Darah Normal Terjaga Lewat Olahraga Jogging Teratur

Tes darah A1C dan diabetes 

Dilansir dari Verywellhealth.com, dokter juga akan memantau kadar hemoglobin A1C atau yang sering disebut HbA1C. Kadar A1Cmeningkat seiring bertambahnya usia. 

Tes darah ini menunjukkan rata-rata gula darah selama beberapa bulan terakhir. Pengujian A1C untuk diabetes dianjurkan sejak usia 35,5 tahun

Apa target gula darah pasien usia lanjut?

Target gula darah untuk penderita diabetes lanjut usia, khususnya mereka yang berusia 65 tahun ke atas tidak seketat target untuk individu yang lebih muda. Untuk menentukan apakah gula darah sesuai target, dokter akan memantau beberapa tes:

  • Hemoglobin A1C: Dikenal sebagai A1C atau HbA1C, tes darah ini menunjukkan rata-rata gula darah selama beberapa bulan terakhir.
  • Glukosa puasa: Kadar gula darah Anda setelah tidak makan setidaknya selama delapan jam.
  • Glukosa sebelum tidur: Kadar gula darah di penghujung hari.

Target kadar glukosa darah akan bervariasi tergantung pada kesehatan secara keseluruhan dan gangguan aktivitas sehari-hari. Penurunan kognitif dan penyakit kronis dapat mempersulit orang lanjut usia untuk mengikuti rencana perawatan diabetes atau melaporkan gejalanya ke dokter.

Hal itu bisa terjadi meski seseorang telah berhasil mengelola gula darahnya selama bertahun-tahun. Dalam situasi ini, penyedia layanan kesehatan mungkin:

  • Resepkan obat dengan dosis yang lebih rendah
  • Pertimbangkan pemberian insulin otomatis jika perlu
  • Merekomendasikan pemantauan glukosa terus menerus

Baca Juga: 10 Daftar Makanan Penurun Kadar Gula Darah yang Tinggi dengan Cepat

Gejala gula darah tinggi yang harus diwaspadai

Gula darah tinggi disebut hiperglikemia. Sebaliknya, hipoglikemia atau gula darah rendah didefinisikan sebagai kadar glukosa darah yang lebih rendah dari 70 mg/dL.

Kedua kondisi ini terjadi karena alasan yang berbeda dan ditangani secara berbeda pula. Gejala gula darah tinggi meliputi:

  • Penglihatan kabur
  • Kebingungan
  • Rasa lapar dan haus yang berlebihan
  • Nafas berbau buah
  • Kelelahan

Sementara, gejala gula darah rendah meliputi:

  • Gemetar
  • Kebingungan
  • Keringat berlebihan
  • Detak jantung cepat
  • Ucapan tidak jelas

Orang yang didiagnosis menderita gula darah tinggi dapat mengalami hipoglikemia akibat mengonsumsi terlalu banyak obat diabetes. 

Pola makan terbaik untuk pasien gula darah tinggi

Diet penting untuk mengelola diabetes dengan menambahkan terapi nutrisi medis ke dalam rencana pengobatan diabetes. Beberapa strategi meliputi:

  • Menambahkan suplemen, protein, atau penambah kalori cair untuk menjaga berat badan
  • Melonggarkan pembatasan makanan
  • Bantuan dalam persiapan makanan, makan, berbelanja, atau memantau nutrisi.

Baca Juga: 12 Cara Efektif Menurunkan Kadar Gula Darah yang Tinggi

Kebiasaan baik untuk mengontrol gula darah

Berikut langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko dan menurunkan gula darah:

1. Lakukan perubahan gaya hidup

Perubahan gaya hidup yang mencakup aktivitas fisik teratur tidak perlu terlalu rumit. “Anda harus berolahraga 150 menit seminggu,” kata Dr. Elbert Huang, dokter internis dari Universitas Chicago. 

Pilihllah rutinitas yang kemungkinan besar akan Anda patuhi. Menurut Dr. Minna Woo, dokter endokrinologi di Rumah Sakit Umum Toronto, olahraga bisa dilakukan dengan cara sederhana.

Anda tidak perlu menjadi anggota pusat kebugaran. Untuk mengoptimalkan manfaatnya, pertimbangkan untuk berjalan kaki setelah makan karena berolahraga 30 menit setelah makan cukup optimal untuk membantu mengontrol kadar glukosa darah.

Jangan hanya fokus pada kardio, karena membangun otot juga dapat membantu mengontrol gula darah. Usahakan untuk melakukan latihan beban dua kali seminggu.

2. Ikuti panduan untuk diet seimbang

Diet seimbang yang mengurangi karbohidrat dapat membantu penurunan berat badan. Usahakan pola makan yang mirip dengan diet Mediterania, jangan lupa konsumsi sayur setiap hari.

Pilih sayuran hijau, buncis dan kacang polong yang bisa menurunkan kadar gula darah.

Baca Juga: 8 Makanan Tinggi Serat yang Secara Alami Bisa Stabilkan Gula Darah

3. Isi seperempat piring dengan karbohidrat sehat

Penting untuk mengganti karbohidrat dengan karbohidrat sehat. Cobalah untuk mengonsumsi lebih banyak makanan seperti quinoa atau farro, buncis, beras merah, dan lebih sedikit karbohidrat olahan.

Makanan bertepung favorit seperti jagung atau kentang akan meningkatkan gula darah.

4. Tingkatkan konsumsi serat

Asosiasi Diabetes Amerika (ADA) merekomendasikan agar penderita diabetes dan mereka yang berisiko terkena diabetes mengonsumsi setidaknya 14 gram serat per 1.000 kalori. Sayuran dan buah-buahan, terutama yang memiliki kulit yang dapat dimakan seperti apel dan pir bisa menjadi sumber serat yang baik

5. Tidurlah yang cukup

Tidur yang cukup sangat penting, tidak hanya untuk pengelolaan diabetes tetapi juga untuk semua penyakit metabolisme. Tidak tidur setidaknya tujuh jam setiap malam dikaitkan dengan resistensi insulin. 

Ketika hal ini terjadi, sel-sel tidak merespons hormon dan tidak bisa menyerap gula dari darah dan mengubahnya menjadi energi. Ditambah lagi, kurang tidur dapat mempersulit penanganan stres yang juga berkontribusi terhadap pelepasan hormon kortisol yang terkait dengan resistensi insulin. 

Demikian informasi mengenai kebiasaan baik yang bisa mengontrol gula darah tinggi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Gaya Hidup Wellness Kembali Beri Ruang bagi Produk Obat Bahan Alam

Tren gaya hidup wellness mendorong kemunculan produk obat bahan alam untuk keseharian masyarakat.              

Sudah Bikin Banyak Konten tapi Sepi? Ini yang Bisa Dipelajari

Konten yang belum ramai bukan berarti prosesnya sia-sia. Pengalaman Voice of Baceprot menunjukkan pentingnya konsistensi dan keberanian eksplorasi

Cuaca Akhir Pekan di Jawa Barat Banyak Berawan, Cek Daerah yang Berpotensi Hujan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat Sabtu-Minggu didominasi berawan, dengan suhu mencapai 34°C di sejumlah wilayah  

Akhir Pekan Mau Jalan-Jalan? Yuk, Cek Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Tengah pada Sabtu-Minggu bervariasi, dengan cerah mendominasi Minggu dan suhu mencapai 35°C.

CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026, Angkat Tema Berani Tersesat

Perjalanan mengejar mimpi tak selalu lurus. Kejar Mimpi FEST 2026 mengajak generasi muda berani mencoba, gagal, dan menemukan arah.

Akhir Pekan Jawa Timur Cerah! Cek Prakiraan Cuaca Besok (2/10) dan Minggu

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Timur pada Sabtu-Minggu didominasi cerah, dengan suhu udara mencapai 37 derajat Celsius.

Kurs Rupiah terhadap Dolar AS Masih Fluktuatif, Ini Proyeksi Hingga Akhir Tahun

Rupiah masih bergerak di sekitar Rp18.000 per dolar AS. Ekonom menyebut tekanan global jadi pemicu utamanya.

Waspada Hujan Petir di Wilayah ini, Cek Cuaca Sumatera Selatan Besok (3/10) dan Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Selatan besok, hujan petir berpotensi terjadi di Pagar Alam. Simak prakiraan lengkapnya  

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Besok (3/10) Didominasi Hujan, Cek Rincian Cuaca Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Utara besok, sedangkan lusa cuaca diprakirakan lebih banyak berawan.  

Ramalan Cuaca Sumatera Barat Besok (3/10) Didominasi Hujan Ringan, Cek Rincian Lusa

BMKG memprakirakan hampir seluruh wilayah Sumatera Barat diguyur hujan ringan besok. Cek rincian cuacanya.