MOMSMONEY.ID - Tanda seseorang harus ke psikolog sering kali diabaikan. Hal ini karena secara kasat mata tidak tampak luka di tubuh atau demam yang dirasakan.
Pernahkah Anda merasa lelah yang kunjung reda, padahal tubuh terasa sehat-sehat saja? Di sinilah pentingnya memahami bahwa kesehatan seseorang tidak hanya memiliki otot yang kuat atau hasil laboratorium Anda normal.
Tetapi juga berhubungan dengan ketenangan jiwa dan kestabilan emosi. Jika sampai kesehatan mental terganggu dan dibiarkan saja, maka berisiko mendatangkan sakit fisik yang lebih serius.
Baca Juga: Masalah Kesehatan Mental Kerja: Kenali Bedanya Burnout, Sibuk, dan Berkembang
Di tengah kondisi saat ini yang penuh dengan tekanan, tuntutan pekerjaan, dan derasnya informasi, kesehatan mental menjadi hal yang perlu diperhatikan dan tidak bisa dianggap sepele.
Untungnya, saat ini semakin banyak orang yang mulai melek dengan kesehatan mental, berani bicara, dan tidak lagi menganggap bahwa ke psikolog adalah aib.
Berikut adalah beberapa tanda seseorang harus ke psikolog yang perlu Anda ketahui, dikutip dari www.halodoc.com:
Baca Juga: Tekanan Hidup Mengimpit? 5 Strategi Soft Life Ini Bikin Tetap Waras
1. Sedih dalam waktu lama
Setiap orang tentu pernah merasa sedih dengan kondisi atau masalahnya masing-masing. Namun, jika kesedihan ini terjadi terus-menerus, hal ini perlu Anda curigai.
Apalagi jika kesedihan tersebut datang tanpa alasan yang jelas, disertai dengan tidak memiliki keinginan untuk menjalankan aktivitas. Usahakan untuk segera mencari psikolog dan membicarakannya secara perlahan.
2. Cemas berlebihan
Cemas menjadi perasaan yang sering dialami. Misalnya saja Anda akan melakukan presentasi, lalu mengalami cemas sebelum tampil. Hal itu normal terjadi,
Namun, jika sampai cemas itu berlebihan dan Anda sulit mengendalikannya hingga memunculkan beberapa tanda fisik, seperti badan gemetar, sesak napak, jantung berdebar, hingga pingsan, maka penting untuk segera menemui psikolog.
Baca Juga: Kesehatan Mental: Aplikasi Batin Hadir, Curhat Kini Lebih Aman!
3. Perubahan suasana hati berlebih atau mood swing
Kondisi ini terjadi ketika suasana hati Anda secara mendadak berganti. Dari perasaan sedih tiba-tiba menjadi bahagia dalam waktu yang singkat.
Bahkan, dalam kondisi yang lebih serius, bisa juga menyebabkan kecemasan berlebih, sulit konsentrasi, halusinasi, hingga depresi. Jika menyadari kondisi tersebut, maka segeralah untuk bertemu dengan psikolog.
4. Stres dalam waktu lama
Stres dialami seseorang ketika mendapatkan tekanan. Reaksinya bisa berupa rasa gelisah, emosi, dan mudah tersinggung.
Namun, jika stres ini terjadi dalam waktu lama, maka bisa membuat seseorang menjauh dari lingkungan, mudah marah, hingga melakukan kebiasaan yang tidak sehat.
Karena dampak jangka panjangnya yang sangat berbahaya, sehingga kondisi ini perlu untuk dikonsultasikan dengan psikolog.
Baca Juga: 5 Manfaat Mendaki Gunung untuk Kesehatan Mental, Rahasia Sembuh Lewat Alam
5. Halusinasi
Halusinasi adalah gangguan yang membuat seseorang merasa seperti mendengar, mencium suatu aroma, atau melihat sesuatu yang secara nyata tidaklah ada.
Kondisi ini tidak bisa Anda biarkan begitu saja. Perlu untuk segara dikonsultasikan kepada psikolog, karena bisa membahayakan bagi diri sendiri dan orang lain.
6. Menyakiti diri sendiri
Tanda seseorang harus ke psikolog berikutnya adalah menyakiti diri sendiri. Seperti menggoreskan benda tajam ke bagian tubuh.
Kebiasaan seperti ini akan sangat berbahaya jika dibiarkan begitu saja dalam waktu yang lama. Salah satu bahaya terbesarnya adalah bunuh diri. Perlu untuk segera bertemu dengan psikolog dan mendengarkan sarannya demi keselamatan.
Dengan mengenali tanda seseorang harus ke psikolog sejak dini, Anda tidak hanya menyelamatkan kewarasan, tapi juga melindungi tubuh dari kerusakan yang lebih parah. Karena kesehatan sejati adalah keseimbangan antara jiwa dan raga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News