MOMSMONEY.ID - Google Pixel 11 diperkirakan akan diumumkan pada 12 Agustus 2026 di acara Made by Google yang berlangsung di New York. Untuk pertama kalinya, Google akan membuka kesempatan pre-order sebelum acara peluncuran resminya berlangsung.
Hal ini diketahui setelah munculnya penghitung waktu mundur yang diterbitkan oleh Best Buy dan Google. Chris Martin, pengamat gadget dari Techadvisor.com, memaparkan, strategi ini mencerminkan tingkat keyakinan Google terhadap ponsel-ponsel terbarunya.
Pixel 11 Pro dan 11 Pro XL masing-masing memiliki ukuran 152,7 x 71,9 x 8,4 mm dan 162,7 x 76,5 x 8,5 mm. Pixel 11 Pro Fold juga akan sedikit lebih tipis dan ringan dari sebelumnya dengan dimensi 155,2 x 150,4 x 5 mm saat dibentangkan dan berat 239 gram.
Meski lebih ringan dari 11 Pro, Pixel 11 justru sedikit lebih tebal dengan ukuran 152,8 x 72 x 8,6 mm. Untuk Pixel 11 standar, tersedia total tiga pilihan warna yakni Fuchsia, Moss, dan Midnight.
Model Fuchsia terasa paling mencolok,dengan nuansa warna merah muda yang hampir menyerupai warna neon. Sementara, Pixel 11 Pro hadirkan empat pilihan warna yaitu Pine, Sterling, Light Fog, dan Dune.
Sama seperti sebelumnya, Pixel 11 Pro XL diperkirakan akan mengusung pilihan warna yang sama. Pilihan untuk Pixel 11 Pro Fold tergolong lebih terbatas, hanya dua model yang tersedia untuk dibeli yakni Pine atau Midnight.
Baca Juga: Samsung Rilis Tiga HP Lipat Berbeda, Kenali Fungsi Galaxy Z Series
Kecerahan puncaknya tetap berada di angka 3.000 nit
Pixel 11 Pro akan tetap menggunakan layar OLED TPO 6,3 inci dengan refresh rate 120Hz. Demikian pula, Pixel 11 Pro XL tidak akan membawa perubahan drastis karena kembali mengusung panel 6,8 inci dengan teknologi yang sebagian besar sama.
Namun, kedua ponsel ini akan mengalami peningkatan kecerahan layar yang melonjak hingga 3.600 nit untuk menyaingi Oppo Find X9 Ultra. Sayangnya, Pixel 11 versi standar tidak akan mendapatkan peningkatan kecerahan yang sama.
Kecerahan puncaknya tetap berada di angka 3.000 nit, sama seperti Pixel 10 untuk layar OLED 6,3 inci miliknya. Tingkat kecerahan yang direncanakan Google untuk Pixel 11 Pro Fold belum diketahui.
Namun, ponsel ini akan mengadopsi layar bagian dalam 8 inci dan layar bagian luar 6,4 inci.
Beralih ke chipset baru Tensor G6
Sesuai dengan siklus rutinnya, Google akan beralih ke chipset baru untuk lini Pixel 11 yaitu Tensor G6. chip Tensor G6 baru akan diproduksi menggunakan proses 2nm yang lebih efisien, hal ini dapat berdampak besar pada performa CPU dalam penggunaan sehari-hari.
Produksi Tensor G5 telah dialihkan dari Samsung ke TSMC dan chip ini akan digunakan pada ponsel Pixel akhir tahun ini. Lebih jauh lagi, tampaknya Google akan beralih menggunakan inti (core) C1 Ultra terbaru dari Arm yang mampu mencapai kecepatan clock 4,11 GHz.
Sebagai perbandingan, kecepatan clock tersebut sama dengan yang dimiliki oleh MediaTek Dimensity 9500 milik Oppo Find X9 Pro. Mengingat betapa gencarnya Google mengembangkan operasi AI langsung pada perangkat, chip Tensor yang lebih efisien dapat memberikan ruang lebih luas bagi Google untuk menjalankan tugas-tugas berbasis AI yang lebih kompleks di masa depan.
Google juga akan beralih dari penggunaan modem bermerek Samsung ke modem buatan MediaTek. Modem yang dimaksud adalah MediaTek M9 yang dilengkapi dengan sejumlah fitur unggulan seperti dukungan untuk jaringan data 5G sub-6 dan mmWave, serta konektivitas satelit.
Kemampuan untuk menjalin koneksi satelit saat keadaan darurat kini menjadi fitur yang umum diharapkan pada ponsel flagship. Modem MediaTek tersebut juga lebih hemat daya saat dipadukan dengan chip Tensor G6, berpotensi menghasilkan daya tahan baterai lebih baik.
Di sisi lain, ponsel ini kabarnya akan mengandalkan PowerVR CXTP-48-1536 yang sudah diperkenalkan sejak tahun 2021.
Baca Juga: HP Samsung S27: Sensor Sony Untungkan Pengguna, Setelah 4 Tahun ISOCELL
Hadirkan konfigurasi kamera paling canggih
Konfigurasi kamera pada seri Pixel 11 tampaknya akan menjadi salah satu yang paling canggih di antara ponsel flagship lainnya. Google memanfaatkan kombinasi perangkat keras dan AI untuk meningkatkan kualitas foto hingga video.
Salah satu fitur unggulan yang diharapkan hadir di Pixel 11 adalah lensa telefoto generasi terbaru yang mendukung zoom hingga 100x. Kemampuan zoom yang mengesankan ini didukung oleh algoritma machine learning dalam prosesor Tensor G6 buatan Google.
Ini berpotensi menyaingi atau bahkan melampaui fitur serupa yang ditawarkan oleh kompetitor seperti Samsung. Kemampuan zoom 100x ini akan memungkinkan pengguna untuk mengambil gambar dan video dengan detail yang luar biasa, bahkan dari jarak yang sangat jauh.
Pixel 11 juga dikabarkan akan menghadirkan peningkatan pada mode Cinematic Blur yang memperkuat efek bokeh imersif dalam video. Fitur ini diharapkan mendukung perekaman video 4K pada 30 frame per detik, memberikan kualitas ala sinema yang meningkatkan kualitas penceritaan video.
Selain itu, opsi baru bernama video relight akan diperkenalkan. Fitur ini memungkinkan pengguna menyesuaikan kondisi pencahayaan dalam video yang telah direkam, mensimulasikan perubahan cahaya secara real-time untuk menambah kedalaman dan nuansa dramatis pada adegan.
Fitur ini kabarnya ditenagai oleh Cinematic Rendering Engine pada cip Tensor G6 yang secara signifikan mengurangi konsumsi daya.
Tambahan menarik lainnya adalah mode Ultra Low Light Video atau yang juga disebut sebagai video Night Sight yang dirancang untuk meningkatkan kualitas video dalam kondisi minim cahaya.
Berbeda dengan mode video Night Sight sebelumnya yang memerlukan pemrosesan berbasis Cloud, fitur ini akan beroperasi sepenuhnya di dalam perangkat berkat kemampuan pemrosesan gambar yang canggih dari cip Tensor G6.
Google merancang mode Ultra Low Light Video agar bekerja optimal di lingkungan dengan tingkat cahaya sekitar antara 5 hingga 10 lux. Inilah spesifikasi menarik dari Google Pixel 11, HP kamera terbaik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News