MOMSMONEY.ID - Menjadi mahasiswa berprestasi tidak hanya soal capaian akademik. Kemampuan mengembangkan gagasan, melakukan riset, memecahkan masalah, berkomunikasi, hingga memimpin juga menjadi bagian yang dinilai dalam kompetisi mahasiswa berprestasi.
Hal tersebut terlihat dalam Program Sarjana Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tingkat Nasional 2026 yang diselenggarakan di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Dalam kompetisi ini, peserta dinilai dari capaian unggulan, gagasan kreatif dan inovatif, kemampuan analitis, kepemimpinan, komunikasi, wawasan umum, presentasi, wawancara, serta kemampuan berbahasa Inggris.
Juara 1 Pilmapres Nasional 2026 diraih Tiffney Tyara Setyoko, mahasiswi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (UPH).
Baca Juga: AI Ubah Dunia Kerja? Begini Cara Orang Tua Menyiapkan Anak Kuliah
Ia menjadi mahasiswa perguruan tinggi swasta pertama yang meraih peringkat tertinggi Pilmapres sejak kompetisi tersebut diselenggarakan pada 2014.
Dalam kompetisi tersebut, Tiffney membawa gagasan Smart Febrile Patch, wearable sensor non-invasif berbasis keringat yang dirancang untuk membantu skrining dini tingkat keparahan penyakit infeksi yang ditandai dengan demam.
Gagasan ini berangkat dari kondisi demam yang dapat menjadi gejala awal berbagai penyakit infeksi. Smart Febrile Patch dirancang untuk mengukur biomarker fisiologis guna memberikan informasi awal mengenai respons inflamasi dan kondisi fisiologis tubuh.
Menurut Prof. Eka, Dekan Fakultas Kedokteran UPH, mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk mengembangkan ilmu yang dipelajari menjadi solusi atas persoalan di masyarakat.
“Gagasan Tiffney lahir dari pertemuan antara ilmu kedokteran, penelitian, teknologi, dan persoalan kesehatan yang benar-benar dihadapi masyarakat,” ujarnya dalam keterang resmi Minggu (10/8).
Baca Juga: Bukan Cuma Jago AI, Ini Keterampilan yang Perlu Dimiliki Anak
Sebelum mengikuti Pilmapres Nasional, Tiffney juga aktif dalam penelitian, kompetisi dan organisasi.
Ia antara lain terlibat dalam publikasi ilmiah pada jurnal Scopus Q1 serta pernah menjadi oral presenter dalam forum Asia Pacific bidang alergi dan imunologi.
Tiffney mengatakan, pencapaiannya merupakan hasil dari proses dan dukungan berbagai pihak.
“Saya percaya semua yang saya raih merupakan anugerah Tuhan dan tidak terlepas dari dukungan keluarga, para dosen, pembimbing, dan UPH yang terus mendampingi saya selama proses persiapan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News