MOMSMONEY.ID - Daging sapi, kambing, maupun ayam, merupakan sumber protein berkualitas tinggi, zat besi, dan vitamin B12 yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk membangun jaringan otot serta menjaga stamina.
Rasanya yang gurih membuat hidangan berbasis daging selalu menjadi primadona di berbagai acara. Namun, segala sesuatu yang dikonsumsi secara berlebihan tentu tidak baik bagi tubuh.
Batas aman konsumsi daging, khususnya daging merah, yang disarankan adalah tidak lebih dari 350-500 gram per minggu. Mengonsumsi daging dalam porsi yang melampaui batas toleransi harian dapat memicu lonjakan inflamasi, mengganggu keseimbangan mikroba usus, serta memperberat kerja organ dalam seperti ginjal dan jantung.
Baca Juga: 4 Cara Memasak Daging Kambing agar Empuk dan Tidak Bau, Pasti Berhasil
Efek negatif ini bisa muncul dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Cari tahu lebih lanjut, berikut adalah 4 efek makan daging terlalu banyak, dilansir dari Harvard T.H. Chan School of Public Health dan Mayo Clinic.
1. Sembelit dan gangguan pencernaan akut
Efek makan daging terlalu banyak yang pertama yaitu sembelit dan gangguan pencernaan akut.
Daging adalah makanan yang kaya akan protein dan lemak, namun sama sekali tidak memiliki kandungan serat.
Ketika Anda mengonsumsi daging dalam jumlah yang sangat besar, porsi makanan lain seperti sayur, buah, dan biji-bijian otomatis akan berkurang. Kekurangan serat ini akan membuat pergerakan usus menjadi lambat dan tidak teratur.
Lemak di dalam daging juga membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk dicerna oleh lambung dibandingkan dengan karbohidrat. Akibatnya, sisa makanan mengendap lebih lama di dalam usus besar, menyerap air secara berlebihan, dan menyebabkan feses menjadi keras, kering, serta memicu sembelit kronis, perut begah, hingga wasir.
2. Meningkatkan risiko penyakit jantung
Efek makan daging terlalu banyak yang kedua yaitu meningkatkan risiko penyakit jantung.
Efek samping yang paling sering diwaspadai dari konsumsi daging berlebih, terutama daging merah dan daging olahan (seperti sosis atau kornet), adalah tingginya kandungan lemak jenuh dan kolesterol.
Ketika lemak jenuh masuk ke dalam tubuh dalam jumlah masif, hati akan memproduksi lebih banyak kolesterol LDL atau yang biasa dikenal sebagai kolesterol jahat. Kolesterol LDL yang berlebih ini lambat laun akan mengalir di dalam darah dan menempel pada dinding pembuluh darah, membentuk plak yang mengeras (aterosklerosis).
Penyempitan pembuluh darah ini akan memaksa jantung bekerja ekstra keras untuk memompa darah, yang memicu tekanan darah tinggi (hipertensi) dan secara drastis meningkatkan risiko serangan jantung serta stroke.
Baca Juga: 6 Cara Menghindari Asam Urat Kumat saat Menikmati Daging Kurban
3. Memperberat kerja ginjal
Efek makan daging terlalu banyak yang ketiga yaitu memperberat kerja ginjal.
Ginjal adalah organ vital yang berfungsi untuk menyaring racun dan sisa-sisa metabolisme dari dalam darah sebelum dikeluarkan melalui urine.
Ketika Anda mengonsumsi protein dalam jumlah yang sangat tinggi dari daging, proses pemecahan protein di dalam tubuh akan menghasilkan produk limbah berupa senyawa nitrogen dan asam urat secara berlebihan. Ginjal harus bekerja berkali-kali lipat lebih keras untuk menyaring dan membuang limbah-limbah tersebut.
Jika kebiasaan makan daging ini dilakukan terus-menerus dalam jangka panjang, beban kerja yang terlalu berat dapat memicu kerusakan fungsi ginjal. Juga, menyebabkan penumpukan kristal asam urat di area sendi yang memicu nyeri sendi akut.
4. Bau badan dan bau napas tidak sedap
Efek makan daging terlalu banyak yang keempat yaitu bau badan dan bau napas tidak sedap.
Makan daging terlalu banyak ternyata juga berdampak langsung pada aroma tubuh dan kesegaran napas Anda, lho. Proses pencernaan protein hewani yang lambat di dalam usus dapat memicu terjadinya proses pembusukan oleh bakteri-bakteri tertentu.
Proses ini menghasilkan gas bersenyawa sulfur yang berbau menyengat. Gas-gas ini kemudian diserap oleh aliran darah dan dikeluarkan kembali melalui pori-pori kulit sebagai keringat serta melalui paru-paru sebagai embusan napas.
Selain itu, ketika tubuh kelebihan protein dan kekurangan karbohidrat, tubuh akan masuk ke dalam fase ketosis terselubung. Artinya, tubuh membakar lemak secara paksa dan menghasilkan zat aseton yang membuat aroma napas tercium kurang sedap atau berbau asam yang tajam.
Itulah 4 efek makan daging terlalu banyak. Untuk meminimalkan efek negatif tersebut tanpa harus kehilangan kenikmatan menyantap daging, terapkanlah metode piring sehat saat makan.
Pastikan setengah dari piring Anda diisi oleh sayuran hijau dan buah-buahan yang kaya serat, seperempat untuk karbohidrat kompleks, dan seperempat sisanya barulah untuk daging.
Selain itu, pilihlah potongan daging yang rendah lemak, buang kulit ayam sebelum dimasak, serta perbanyak minum air putih untuk membantu ginjal melarutkan sisa-sisa metabolisme protein dengan lebih mudah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News