MOMSMONEY.ID - Ada trik makan daging sapi tanpa takut asam urat naik, lo. Daging sapi bisa jadi aman dikonsumsi pasien asam urat asal jumlah konsumsi dan metode memasaknya benar.
Dr. Kyle Bradford Jones, dokter keluarga, menjelaskan, daging sapi tidak harus sepenuhnya dihindari oleh penderita asam urat. Konsumsi yang aman terletak pada potongan daging agar bisa mengurangi kandungan purin.
Konsumsi purin yang terlalu berlebihan akan memunculkan kristal asam urat dan menumpuk di persendian. Kristal ini terbentuk ketika tubuh memecah purin.
Meskipun genetika memainkan peran utama dalam perkembangan asam urat, purin dalam makanan menyumbang sekitar 30% dari kadar asam urat dalam darah. Gejala umum asam urat meliputi nyeri sendi, kemerahan, peradangan, nyeri dan keterbatasan rentang gerak.
Studi penting tahun 2004 yang dilakukan oleh Dr. Hyon Choi di New England Journal of Medicine menemukan, setiap tambahan porsi daging merah meningkatkan risiko asam urat sebesar 21%.
Baca Juga: Rekomendasi Dokter, Teh Hijau Ampuh Hambat Kristal Asam Urat Masuk ke Ginjal
Namun, kategorisasi yang luas ini menutupi hal penting tentang potongan daging dan metode masak yang dapat mengubah kandungan purin.
Potongan daging sapi teraman untuk penderita asam urat
Laman Familydoctor.org menyebutkan, potongan daging sapi berkisar antara 74-120 mg/100gram. Hal ini menempatkan sebagian besar dalam kategori purin rendah hingga sedang.
Kandungan tersebut juga lebih rendah dari jeroan yang berkisar antara 460 mg/100g. Perbandingan komprehensif antara kandungan purin di berbagai jenis daging menunjukkan bahwa potongan daging sapi umumnya berada dalam kisaran rendah hingga moderat dibandingkan jeroan dan beberapa seafood.
Pilihan daging dengan kadar purin sangat rendah (74-85 mg/100g):
- Daging rib eye: daging 74 mg/100g pilihan paling aman.
- Tulang rusuk: 77 mg/100g dan sangat baik untuk dimasak dalam waktu lama.
- Daging sandung lamur sapi: daging 79 mg/100g ideal untuk direbus.
Pilihan rendah purin (98-110 mg/100g):
- Daging tenderloin: 98 mg/100g, pilihan daging tanpa lemak premium.
- Daging sirloin: 110 mg/100g, serbaguna dan terjangkau.
- Bagian paha atas : 110 mg/100g, pilihan tanpa lemak.
Purin sedang (gunakan secukupnya):
- Daging sampil : 120 mg/100g, meliputi bagian paha atas, bahu, punuk, batasi ukuran porsinya.
Hal yang mengejutkan adalah daging giling ternyata mengandung purin yang lebih tinggi sekitar 133 mg/100g, terlepas dari kandungan lemaknya. Hal ini dikarenakan proses penggilingan yang menggabungkan berbagai potongan dan sejumlah kecil jaringan organ.
Metode memasak untuk pengurangan purin
Penelitian inovatif dari Universitas Georgia menunjukkan bahwa persiapan yang tepat dapat mengurangi kandungan purin daging sapi hingga 35%. Kuncinya terletak pada kombinasi pembilasan awal dengan metode memasak yang sesuai.
Perbandingan berbagai metode memasak dan efektivitasnya dalam mengurangi kandungan purin pada daging sapi. Hal ini menunjukkan bahwa pembilasan awal yang dikombinasikan dengan pemasakan memberikan hasil terbaik.
Membilas daging sapi selama 2-5 menit mengurangi purin sebesar 20-25%. Protokol optimalnya meliputi:
- Bilas dengan air dingin, rasio air dan daging 5:1
- Durasi 2-5 menit, durasi lebih lama memberikan hasil yang lebih baik.
- Gerakan pengadukan lembut meningkatkan ekstraksi purin.
- Lakukan pengeringan dengan membuang air bilas secara menyeluruh.
Baca Juga: Menurunkan Asam Urat Lewat Diet: Lakukan 15 Kebiasaan Sederhana Ini
Metode memasak daging sapi yang tepat
Metode terbaik untuk memasak daging sapi adalah dengan mengombinasikan dengan pembilasan awal. Perebusan akan mengalami pengurangan purin total 35% bila dikombinasikan dengan pembilasan awal.
Memanggang setelah dibilas juga mengurangi 31% purin. Jika memasak dengan cara merebus atau mengukus daging, maka akan mengurangi 20-25% dengan tekstur yang lebih lembut.
Memasak daging sapi dengan microwave justru meningkatkan ekstraksi purin sebesar 10%. Sementara itu, jika memasak kering dengan suhu tinggi tanpa pembilasan terlebih dahulu justru lebih baik.
Memasak daging sapi dengan cara merebusnya bersama sayuran menunjukkan metode memasak yang sering disarankan untuk mengurangi kadar purin. Metode perebusan bekerja dengan memindahkan purin yang larut dalam air ke dalam cairan rebusan.
60% purin daging akan berpindah ke air rebusan dalam waktu 10 menit. Sehingga, penting untuk membuang cairan rebusan daripada mengonsumsinya sebagai kuah atau kaldu.
Daging sapi vs sumber protein lainnya
Jika disiapkan dengan benar, daging sapi 85 mg/100g akan memiliki kandungan purin yang lebih sedikit. Namun, Anda juga bisa mencari sumber protein lainnya dengan mengonsumsi:
- Telur sekitar 8 mg/100gram.
- Produk susu rendah lemak sebanyak 15 mg/100gram karena mengandung protein kasein pelindung.
- Tahu sekitar 68 mg/100gram, pilihan nabati yang sangat baik.
- Ikan kod sekitar 109 mg/100 gram.
- Daging babi (potongan tanpa lemak): 115 mg/100 gram.
- Dada ayam: 131 mg/100 gram.
- Salmon : 170 mg/100gram.
Purin nabati dari sayuran dan kacang-kacangan tidak meningkatkan risiko asam urat meskipun kandungan purinnya serupa. Hal ini dikarenakan jalur metabolisme yang berbeda.
Hal ini menjadikan tahu dan kacang-kacangan sebagai alternatif yang sangat baik untuk kebutuhan protein.
Baca Juga: Stop Gorengan! Dokter Anjurkan Batasan Garam dan Minyak Harian untuk Asam Urat
Pedoman medis terbaru mengenai daging sapi untuk asam urat
Pedoman British Society for Rheumatology tahun 2024 menyatakan, konsumsi daging merah harus dibatasi,. Tetapi tidak mewajibkan untuk menghindarinya sepenuhnya.
American College of Rheumatology merekomendasikan pembatasan konsumsi daging merah hingga 4-6 ons per hari, bukan berhenti konsumsi total. Modifikasi diet saja hanya mengurangi asam urat sebesar 1-2 mg/dL, perubahan diet tetap berharga untuk mengurangi frekuensi kambuh dan mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Panduan singkat makanan ramah asam urat, membedakan antara makanan yang boleh dinikmati dan yang harus dihindari. Pemilihan potongan daging lebih penting daripada menghindarinya sama sekali.
Daging rib eye mengandung 84% lebih sedikit purin daripada hati sapi. Teknik persiapan juga sangat penting, pembilasan awal ditambah perebusan mengurangi purin hingga 35%.
Pengendalian porsi tetap penting, batasi hingga 3-4 ons per porsi. Pendekatan optimal menggabungkan potongan daging sapi tanpa lemak, persiapan yang tepat, dan beragam sumber protein.
Strategi ini memberikan variasi nutrisi sekaligus meminimalkan risiko asam urat. Untuk panduan yang dipersonalisasi, konsultasikan dengan dokter reumatologi untuk menentukan target asam urat dan toleransi diet secara individual.
Tujuannya adalah menjaga kadar asam urat di bawah 6,0 mg/dL sambil menikmati diet yang bervariasi dan bergizi yang mendukung kesehatan jangka panjang. Itu dia informasi yang memuat tentang cara nikmati olahan daging sapi tanpa bikin asam urat naik.
Selanjutnya: Cuan Sengatan Casion Terus Menyebar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News