MOMSMONEY.ID - Lebih dari sekadar menjalankan ibadah puasa, Ramadan juga menjadi momen refleksi untuk menata ulang rutinitas, memperbaiki pola hidup, serta menjalani keseharian yang lebih sehat, termasuk dalam mengatur asupan nutrisi dan membangun gaya hidup yang lebih seimbang.
Dalam proses penyesuaian tersebut, masyarakat kerap mengunjungi platform digital seperti TikTok untuk mencari referensi dan inspirasi yang relevan dengan keseharian mereka. Melalui konten kreatif yang autentik dan mudah dipahami, TikTok terus menjadi ruang bagi komunitas untuk saling berbagi tips, refleksi, dan kebiasaan sederhana yang dapat membantu masyarakat menjalani Ramadan dengan lebih bermakna.
Dua kreator yang sering berbagi inspirasi di TikTok adalah Cempaka Asriani dan Erwin Setiawan. Melalui gaya bercerita yang khas, Cempaka dan Erwin tidak hanya berbagi pengalaman yang relevan, tapi juga mendorong audiens untuk menjalani Ramadan dengan lebih sehat dan seimbang.
Simak cerita mereka berikut ini.
Cempaka: Berbagi Inspirasi Gaya Hidup Seimbang Lewat Mindful Consumption
Cempaka Asriani (@itscasriani) adalah kreator TikTokyang dikenal dengan konten edukatif seputar mindful consumption, khususnya di sektor fesyen dan gayahidup. Ia juga merupakan co-founder SARE Studio (@sarestudio), brand pakaian rumahan asal Jakarta yang dibuat dari bahan alami yang nyaman untuk iklim tropis.
Berbekal pengalaman lebih dari satu dekade di sektor fesyen sebagai jurnalis, pengajar, dan pelaku
bisnis, Cempaka melihat secara langsung bagaimana dinamika tren digital dan perkembangan industri dapat mendorong perilaku konsumtif dalam keseharian.
Berawal dari pengalamannya sendiri saat harus merapikan barang-barang pribadi yang banyak jumlahnya ketika pindah rumah, Cempaka mulai membagikan pandangannya melalui konten di TikTok. Ia mengajak audiens untuk lebih sadar dalam mengambil keputusan sebelum membeli sesuatu dan mendorong perubahan dari kebiasaan konsumsi yang impulsif menjadi lebih bijak dan terencana.
Baca Juga: Ini 5 Manfaat Kurma yang Jarang Disadari, Bisa Kontrol Gula Darah
Melalui kontennya, Cempaka membagikan sejumlah pertanyaan sederhana yang dapat membantu audiens lebih bijak sebelum membeli, seperti "apakah sudah memiliki barang serupa di lemari?", "seberapa sering pakaian tersebut dapat digunakan?" , “apakah barang ini bisa dipadukan dengan pakaian lainnya?" , hingga "apakah materialnya nyaman digunakan?".
Ia juga mendorong audiens untuk memilih produk yang lebih fungsional dan tidak hanya mengikuti tren sesaat. Menurutnya, momen Ramadan sering menjadi periode di mana perilaku konsumsi cenderung meningkat. Kebiasaan seperti membeli makanan berbuka secara berlebihan, mengikuti tren hampers, hingga membeli baju untuk Hari Raya tanpa pertimbangan sering kali terjadi.
Terkait hal ini, Cempaka menekankan pentingnya untuk tetap mindful dalam mengambil keputusan. Selain itu, ia juga membagikan cara sederhana yang dapat diterapkan selama Ramadan untuk menghindari konsumi berlebih, seperti mengalihkan perhatian dari kebiasaan belanja dengan menekuni hobi atau mencari hiburan baru seperti membaca buku.
Ia juga mendorong audiens untuk kembali memanfaatkan dan menata ulang barang yang sudah dimiliki, serta mengeksplorasi cara memadupadankan koleksi yang ada agar tidak perlu membeli produk baru. Lewat gaya berceritanya yang reflektif dan dekat dengan keseharian, banyak audiens yang kemudian mulai lebih sadar dalam berbelanja, menahan pembelian impulsif, hingga perlahan memperbaiki kebiasaan finansial mereka.
Baca Juga: Keuntungan Memasak Sendiri, Kantong Tetap Aman Saat Ramadhan
Erwin: Edukasi Pola Makan dan Nutrisi Seimbang Selama Ramadan
Erwin Setiawan (@anakpanganindonesia) adalah kreator di bidang teknologi pangan yang membagikan informasi seputar makanan, nutrisi, dan produk konsumsi sehari-hari di TikTok. Berbekal pendidikan sarjana Teknologi Pangan, ia menghadirkan konten edukatif yang membantu audiens memahami apa yang mereka konsumsi, mulai dari membaca label gizi hingga mengenali kandungan dalam makanan.
Perjalanan Erwin sebagai kreator berangkat dari keinginannya untuk membuat topik pangan yang sering dianggap teknis menjadi lebih mudah dipahami oleh siapapun. Namanya kian dikenal ketika salah satu kontennya yang membahas kandungan dan risiko konsumsi makanan populer seperti seblak mendapatkan perhatian luas dari audiens, yang mendorongnya untuk lebih konsisten mengembangkan konten edukasi di TikTok.
Berangkat dari interaksi dengan audiens, banyak kontennya dikembangkan dari pertanyaan yang muncul di kolom komentar maupun pesan langsung, yang kemudian ia olah menjadi penjelasan yang dekat dengan keseharian, termasuk pada momen Ramadan. Menurutnya, perubahan pola makan selama Ramadan membuat banyak orang perlu menyesuaikan kembali kebiasaan mereka. Waktu makan yang terbatas serta pilihan makanan yang cenderung praktis sering kali mendorong konsumsi makanan instan atau tinggi gula dan garam, tanpa mempertimbangkan keseimbangan nutrisi.
Melalui kontennya, ia menekankan bahwa makan saat sahur dan berbuka bukan hanya soal kenyang, tetapi tentang menjaga keseimbangan nutrisi.
Baru-baru ini misalnya, Erwin menjelaskan bahwa makanan instan seperti sarden kalengan yang sering menjadi menu andalan untuk dikonsumsi selama sahur tetap aman dikonsumsi, selama tidak terlalu sering dan tetap diimbangi dengan asupan lain yang lebih bernutrisi. Ia juga merekomendasikan pilihan makanan yang mendukung energi selama puasa, seperti telur sebagai sumber protein, serta buah-buahan seperti pisang, apel, dan kurma yang kaya vitamin, mineral, dan cairan untuk membantu menjaga energi dan mengembalikan kadar glukosa secara optimal setelah berbuka.
Baca Juga: Puasa Rentan Emosi, Daftar Makanan Ini Bisa Menyelamatkan Mood Anda
Dengan gaya penyampaian yang ringan dan dekat dengan keseharian, Erwin membantu audiens membuat keputusan yang lebih tepat dalam memilih makanan. Pendekatan ini tidak hanya membuat informasi terasa lebih relevan, tetapi juga mendorong audiens untuk menjaga energi dan kondisi tubuh agar tetap optimal selama menjalani aktivitas sehari-hari. Konsistensinya dalam menyampaikan informasi secara objektif juga memperkuat perannya sebagai sumber referensi yang dipercaya oleh komunitasnya.
Dari Kebiasaan Kecil ke Keseimbangan Hidup
Meski datang dari latar belakang yang berbeda, baik Cempaka maupun Erwin sama-sama menunjukkan bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Justru melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, keseimbangan dalam menjalani Ramadan dapat tercapai.
Melalui konten yang berangkat dari keseharian, keduanya mengajak komunitas TikTok dan masyarakat Indonesia untuk lebih sadar dan bijak dalam mengambil keputusan sehari-hari, baik dalam hal konsumsi maupun kebiasaan hidup. Hal ini menunjukkan bagaimana TikTok menjadi ruang di mana inspirasi sederhana dapat berkembang menjadi kebiasaan yang lebih baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News