MOMSMONEY.ID - Sebelum memilih meja dapur quartz, yuk pahami dahulu kelebihan, kekurangan, dan pengalaman nyata pasca renovasi.
Merenovasi dapur saat ini bukan lagi sekadar mengganti tampilan rumah agar terlihat lebih modern. Banyak keluarga di Indonesia kini mulai mempertimbangkan kenyamanan penggunaan jangka panjang, terutama karena dapur sering menjadi area dengan aktivitas paling padat setiap hari.
Pilihan material meja dapur pun semakin beragam, mulai dari marmer, granit, hingga quartz yang cukup populer dalam beberapa tahun terakhir.
Di media sosial dan forum rumah tangga, material ini sering disebut memiliki kombinasi antara tampilan mewah dan perawatan yang praktis.
Melansir dari Real Simple, pengalaman sejumlah pemilik rumah justru menunjukkan bahwa ada beberapa hal yang baru disadari setelah meja dapur quartz digunakan dalam waktu lama.
"Quartz berkualitas tinggi merupakan pilihan yang sangat baik untuk area dengan penggunaan tinggi karena daya tahannya cukup kuat," ujar Nancy Davilman, desainer utama ND Interiors.
Baca Juga: Tren Ukuran Ruang Tamu Ideal, Begini Cara Menatanya biar Rumah Lebih Luas
Alasan meja dapur quartz masih banyak dipilih
Popularitas meja dapur quartz masih cukup tinggi hingga 2026. Banyak orang tertarik karena material ini mampu menghadirkan tampilan bersih, modern, dan rapi pada berbagai desain rumah, baik minimalis maupun konsep hunian yang lebih hangat.
Dibandingkan beberapa jenis batu alam, quartz juga dikenal lebih praktis dalam perawatan sehari hari. Permukaannya cenderung lebih mudah dibersihkan dan tidak memerlukan perawatan tambahan secara rutin.
Banyak pemilik rumah memilih material ini karena beberapa alasan berikut:
- Tampil lebih modern dan elegan
- Memiliki banyak pilihan warna serta motif
- Perawatannya relatif mudah
- Cocok untuk dapur yang digunakan setiap hari
- Permukaan lebih tahan terhadap noda dibanding beberapa batu alami
Karena alasan tersebut, tidak sedikit keluarga yang menganggap quartz sebagai pilihan aman saat renovasi.
Hal yang membuat sebagian pemilik rumah merasa kurang puas
Di balik tampilannya yang menarik, sejumlah pengalaman pengguna menunjukkan bahwa ada beberapa catatan penting yang sering luput diperhatikan sebelum membeli. Keluhan paling sering muncul ternyata bukan soal desain, melainkan pengalaman penggunaan sehari hari.
Beberapa pengguna mengaku ekspektasi mereka terlalu tinggi saat melihat tampilan pada katalog atau ruang pamer. Setelah dipasang, hasil visual tertentu dinilai tidak memberikan kesan alami seperti batu asli.
Motif yang meniru marmer menjadi salah satu contoh yang paling sering dibahas. Pada produk kualitas tertentu, pola urat terlihat terlalu berulang sehingga tampak kurang natural.
Selain itu, beberapa masalah lain yang juga sering ditemukan meliputi:
1. Permukaan sensitif terhadap suhu tinggi
Paparan panas dari alat masak atau wadah bersuhu tinggi dapat memengaruhi kondisi material. Karena itu, penggunaan alas tambahan sering disarankan untuk menjaga ketahanan permukaan.
2. Goresan lebih sulit diperbaiki
Saat muncul goresan atau kerusakan kecil, proses perbaikannya tidak selalu mudah dilakukan.
3. Area dekat wastafel dapat mengalami perubahan tampilan
Bagian yang sering terkena air terus menerus terkadang terlihat sedikit kusam atau mengalami perubahan warna tipis setelah pemakaian dalam jangka panjang.
4. Tidak semua quartz memiliki kualitas yang sama
Salah satu hal penting yang sering terlewat saat renovasi adalah anggapan bahwa seluruh produk quartz memiliki standar yang sama.
Padahal kualitas material sangat memengaruhi tampilan dan daya tahan. Quartz dengan kualitas rendah biasanya memiliki ciri seperti:
- Pola terlihat berulang
- Detail motif tampak kurang alami
- Visual terlihat datar
- Permukaan kurang memiliki karakter mendalam
Sementara itu, produk premium umumnya memiliki pola yang lebih realistis sehingga mendekati tampilan batu alam.
Hal ini membuat keputusan memilih meja dapur sebaiknya tidak hanya berdasarkan tren atau harga yang lebih murah.
Baca Juga: Cara Membuat Ruang Ganti 3 Meter Persegi untuk Rumah Minimalis kekinian
Cara menentukan pilihan antara quartz dan marmer
Setiap rumah memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, pilihan material terbaik juga tidak selalu sama untuk semua orang.
Quartz dapat menjadi pilihan tepat bagi yang menginginkan perawatan lebih sederhana serta penggunaan harian yang intensif.
Sementara marmer lebih cocok bagi pemilik rumah yang mengutamakan tampilan alami dan karakter unik pada setiap permukaannya.
Saat ini sebagian desainer interior juga mulai mempertimbangkan kuarsit sebagai alternatif karena dinilai memiliki keseimbangan antara tampilan elegan dan daya tahan.
Renovasi dapur merupakan keputusan jangka panjang sehingga pemilihan material tidak sebaiknya hanya didasarkan pada tampilan visual saat pertama kali dilihat.
Pengalaman pengguna menunjukkan bahwa material yang terlihat indah belum tentu sesuai dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari.
Sebelum menentukan pilihan, penting mempertimbangkan cara penggunaan dapur, tingkat aktivitas keluarga, serta ketahanan material dalam jangka panjang.
Mempertimbangkan fungsi dan kebutuhan nyata, keputusan renovasi akan terasa lebih tepat dan nyaman untuk digunakan selama bertahun tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News