MOMSMONEY.ID - Reksadana Syariah Mandiri ETF Emas (XMES) atawa produk Exchange Traded Fund besutan PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) mencatat kenaikan harga sekitar 24% dalam dua hari pertama diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada Selasa (11/8), XMES ditutup di level Rp 940 per unit, naik dari harga pencatatan awal senilai Rp 757 per unit pada Senin (10/8). Dengan demikian, harga XMES telah menguat sekitar 24,2% secara kumulatif sejak pertama kali tercatat di BEI.
XMES merupakan salah satu dari lima ETF emas yang serentak diluncurkan di BEI pada Senin, 10 Agustus 2026, bertepatan dengan Peringatan 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia.
Berbeda dengan investasi emas fisik, investor XMES dapat memperoleh eksposur terhadap emas melalui instrumen yang diperdagangkan di bursa. Instrumen ini menggunakan emas fisik sebagai aset dasar sehingga investor tidak perlu membeli dan menyimpan emas secara langsung.
Baca Juga: Syailendra Capital Luncurkan ETF Emas Syariah (XSGO), Bisa Dibeli Mulai Rp 100.000
Direktur Utama Mandiri Manajemen Investasi, Hardiyanto Pilia, mengatakan, peluncuran XMES dilakukan untuk menjawab kebutuhan investor yang menginginkan akses investasi emas melalui instrumen yang lebih efisien dan transparan.
"Emas sudah lama dikenal sebagai salah satu pilihan investasi masyarakat, dan kini akses terhadap investasi emas juga semakin beragam. Karena itu, tantangannya bukan lagi hanya bagaimana investor memiliki emas, tetapi bagaimana memberikan akses terhadap emas melalui instrumen yang efisien, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan investor saat ini," ujar Hardiyanto dalam keterangan resmi, Senin (10/8).
Dari sisi pengelolaan, minimal 95% dari nilai aktiva bersih (NAB) XMES ditempatkan pada emas fisik. Sementara maksimal 5% dialokasikan pada instrumen pasar uang syariah, deposito syariah, dan/atau kas serta setara kas sesuai ketentuan yang berlaku.
Emas fisik yang menjadi aset dasar XMES memiliki tingkat kemurnian minimal 99,9% untuk emas bersertifikasi SNI atau minimal 99,5% untuk emas berstandar internasional LBMA Certified. Dalam pengelolaannya, Mandiri Investasi menggandeng Deutsche Bank A.G. Cabang Jakarta sebagai bank kustodian, PT Mandiri Sekuritas sebagai dealer partisipan, serta PT Pegadaian sebagai penyedia sekaligus penyimpan emas.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Tembus US$ 4.400, Mampukah Bertahan?
Selain berbasis emas fisik, XMES juga dikelola berdasarkan prinsip syariah sesuai Fatwa DSN-MUI No. 163/DSN-MUI/VII/2025.
Dengan mekanisme ETF, unit XMES diperdagangkan di pasar sekunder melalui BEI, sama seperti mekanisme perdagangan saham. Investor dapat membeli atau menjual unit XMES melalui bursa, sehingga tidak perlu menangani penyimpanan emas fisik secara langsung.
Target AUM Rp 1 triliun
MMI menilai emas masih memiliki prospek sebagai bagian dari portofolio jangka panjang. Berdasarkan kajian perusahaan per 30 Juni 2026, emas mencatatkan imbal hasil sekitar 9,9% per tahun dalam 20 tahun terakhir dan 18% per tahun dalam lima tahun terakhir.
Dari sisi permintaan, permintaan investasi emas global meningkat 84% menjadi 2.175 ton pada 2025. Sementara itu, produksi tambang emas hanya tumbuh kurang dari 1% per tahun dalam satu dekade terakhir.
Baca Juga: Peringkat Harga Buyback Emas Bergeser, Antam Tertinggi Rp 2,54 Juta
Ernawan R. Salimsyah, Direktur Investasi Mandiri Manajemen Investasi, menilai kombinasi pertumbuhan permintaan dan terbatasnya pertumbuhan pasokan menjadi salah satu faktor yang membuat emas tetap relevan untuk investasi jangka panjang.
"Secara historis, emas memiliki karakteristik yang berbeda dibanding instrumen investasi lainnya dan cenderung lebih tahan ketika pasar mengalami tekanan. Karena itu, emas dapat menjadi salah satu pilihan untuk menyeimbangkan portofolio, khususnya bagi investor dengan perspektif jangka panjang," jelas Ernawan.
Dalam jangka panjang, Mandiri Investasi menargetkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) XMES mencapai Rp 1 triliun. Namun, perusahaan menekankan pertumbuhan tersebut akan dilakukan secara bertahap seiring dengan meningkatnya pemahaman investor terhadap ETF emas dan perkembangan ekosistem pasar emas di Indonesia.
"Kami menargetkan AUM XMES mencapai Rp 1 triliun dalam jangka panjang. Namun, pertumbuhan tersebut harus dibangun secara sehat dan berkelanjutan," kata Ernawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News