MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global lanjut reli ke level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan. Intervensi berani Departemen keuangan AS di pasar obligasi menghidupkan kembali kekhawatiran mengenai pelemahan dollar AS dan mendorong investor menuju aset alternatif.
Mengutip Bloomberg, harga emas spot diperdagangkan naik 1% menjadi US$ 4.648,67 per troi ons pada pukul 13.07 WIB. Logam mulia mencapai level intraday tertinggi sejak pertengahan Mei.
Kenaikan harga emas hari ini, memperpanjang reli mingguan ketiga sebesar 5% pada pekan lalu. Penguatan harga emas terjadi setelah Departemen Keuangan mengumumkan peningkatan mengejutkan dalam pembelian kembali atau buyback utang pemerintah jangka panjang, yang mendorong imbal hasil dan nilai dollar turun.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Naik Tiga Pekan, Tembus US$ 4.500
Upaya untuk mengendalikan biaya pinjaman melalui intervensi langsung memicu kekhawatiran kebijakan AS dapat melemahkan kepercayaan terhadap dollar dan membuat investasi lain menjadi lebih menarik. Tema pelemahan nilai mata uang ini yang membantu kenaikan emas sebesar 65% pada 2025.
Dollar AS yang lebih lemah merupakan pendorong bagi komoditas yang dihargai dalam mata uang tersebut.
"Saya melihat untuk dana makro beralih signifikan ke logam mulia, seiring dengan narasi pelemahan mata uang ini," kata Justin Lin, analis di Global X ETFs mengutip Bloomberg, hari ini.
Bahkan setelah pengumuman tak terduga pada Rabu, Menteri Keuangan Scott Bessent melangkah lebih jauh dengan mengatakan bahwa ia siap untuk memperluas buyback pada utang yang lebih mahal. Ia juga mengisyaratkan bahwa pemerintah akan segera meluncurkan inisiatif fiskal untuk mengatasi biaya pinjaman tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Senin (24/8) Naik Rp50.000 Jadi Rp 2.750.000 per Gram
Bloomberg mencatat, minggu lalu, ada penambahan lebih dari 28 juta ton pada dana berbasis emas yang diperdagangkan di bursa (ETF), terbesar sejak Januari. Menurut Christopher Wong, ahli strategi di Oversea-Chinese Banking Corp., arus masuk ini menunjukkan tren yang menggembirakan berupa peningkatan partisipasi investor.
"Reli ini masih memiliki ruang untuk berlanjut, meskipun konsolidasi setelah pergerakan tajam baru-baru ini akan sehat. Risiko utama dalam jangka pendek adalah kenaikan kembali imbal hasil riil atau nilai tukar dollar AS," ujar Wong, mengutip Bloomberg, Senin.
Yang semakin meningkatkan kepercayaan terhadap emas adalah unggahan Ray Dalio, pendiri Bridgewater Associates pada LinkedIn, Jumat. Ia mengatakan investor harus mengurangi kepemilikan obligasi mereka dan menempatkan hingga 15% dari uang mereka dalam emas batangan untuk melindungi diri dari risiko krisis utang AS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News