MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global naik, dan menuju penguatan mingguan ketiga berturut-turut. Reli harga logam mulia terjadi di tengah peningkatan tak terduga pembelian kembali surat utang jangka panjang oleh Departemen Keuangan AS.
Mengutip Bloomberg, Jumat (21/8), harga emas spot diperdagangkan naik 0,42% menjadi US$ 4.535,35 per troi ons pada pukul 12.17 WIB. Didukung penguatan hari ini, emas berpotensi menutup pekan ini dengan kenaikan lebih dari 3%.
Suntikan likuiditas mendadak dari Departemen Keuangan AS pada Rabu, menurunkan imbal hasil obligasi dan nilai dollar, sehingga mendorong kenaikan harga emas batangan.
Melansir Bloomberg, hari ini, Menteri Keuangan Scott Bessent pada Kamis mengatakan bahwa ia siap untuk memperluas buyback obligasi pemerintah. Ia mengisyaratkan pemerintah akan segera meluncurkan inisiatif fiskal untuk mengatasi yield tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini (21/8) Tetap Rp 2.725.000 per Gram, Buyback Ikut Stagnan
Meskipun imbal hasil pulih sebagian besar dari penurunan yang dipicu buyback obligasi pemerintah di akhir pekan, pergerakan ini mencerminkan kekhawatiran mengenai melonjaknya utang pemerintah. Ini salah satu faktor yang mendorong reli emas selama beberapa tahun sebelumnya, karena investor mencari tempat berlindung yang relatif aman.
Kenaikan harga emas sekitar 11% sepanjang bulan ini dapat diredam oleh kenaikan harga energi, yang menyebabkan risiko inflasi dan spekulasi kenaikan suku bunga tetap ada.
Harga minyak minggu ini diperkirakan naik tajam setelah ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menghancurkan kondisi ekonomi Iran semakin memperburuk prospek kesepakatan jangka pendek untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Harga emas telah tertahan di atas ambang batas support kunci US$ 4.000 per troi ons sejak pertengahan Juli, ditopang munculnya para pembeli saat harga turun ke fase bearish pada bulan sebelumnya. Harga emas masih terpangkas sekitar 15% dibandingkan sebelum konflik AS-Iran meletus pada akhir Februari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News