MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global mempertahankan kenaikan dua hari, karena harapan akan gencatan senjata AS-Iran meredakan spekulasi kenaikan suku bunga.
Harga emas hari ini bertahan di atas US$ 4.500, setelah kemarin sempat terdepak di bawah level tersebut, namun kemudian ditutup menguat 1,4% kemarin. Mengutip Bloomberg, Kamis (21/5) pukul 13.13 WIB, harga emas spot naik 0,35% menjadi US$ 4.528,32 per troi ons.
Komentar terbaru Presiden AS Donald Trump menyegarkan optimisme bahwa konflik Timur Tengah mungkin akan segera berakhir, sehingga mengurangi potensi kenaikan suku bunga.
Trump mengatakan AS berada di tahap akhir dengan Iran, bahkan ketika kedua pihak saling melontarkan ancaman. Dollar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS turun pada Rabu, mendorong harga emas naik, karena ditetapkan dalam mata uang AS.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Kamis (21/5) Melonjak Rp 35.000, Tembus Rp 2,8 Juta
Potensi berakhirnya perang dan pembukaan kembali Selat Hormuz akan meredakan kekhawatiran inflasi karena harga energi yang mahal, yang pada gilirannya akan mengurangi ekspektasi bahwa bank sentral global akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama.
Hal itu berdampak positif bagi logam mulia yang tidak memberkan imbal hasil, yang biasanya berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah. Harga emas telah turun sekitar 14% sejak perang meletus akhir Februari.
Sementara, hasil pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserves menunjukkan mayoritas pejabat memperingatkan bahwa bank sentral AS kemungkinan perlu mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga, jika inflasi terus di atas target secara konsisten.
Harga emas telah diperdagangkan dalam kisaran sempit sejak jatuh tajam pada awal konflik. Pasalnya, investor mempertimbangkan kenaikan suku bunga ketimbang prospek skenario inflasi dan pertumbuhan rendah, yang menurut mereka seharusnya menguntungkan emas.
Baca Juga: Turun Dua Hari, Harga Emas Kini di bawah US$ 4.500 per troi ons
Kenny Hu, Analis Citigroup Inc, mengatakan, ketika situasi di Selat Hormuz akhrinya mereda, hambatan makro yang ada terhadap emas akan berkurang dan harga emas kemungkinan akan mencapai titik terendahnya.
"Jika penutupan jalur air berlangsung lebih lama, kekhawatiran akan beralih ke stagflasi, di mana logam mulia cenderung berkinerja baik secara historis," katanya dalam catatan yang dikutip Bloomberg, Kamis (21/5).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News