MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global menembus level US$ 4.400 per troi ons, sebelum melandai. Para pedagang menantikan laporan inflasi AS, yang dapat memberikan petunjuk baru mengenai keinginan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga.
Mengutip Bloomberg, Selasa (11/8), harga emas spot menyentuh US$ 4.435 per troi ons pada sesi pagi, sebelum melandai kembali di bawah level US$ 4.000 per troi ons.
Hingga pukul 13.28 WIB, harga emas spot diperdagangkan di level US$ 4.368,92 per troi onbs, atau tergelincir sekitar 0,51% dari penutupan sesi Senin.
Pembelian secara teknikal dipicu oleh kenaikan harga logam mulia yang menembus rata-rata pergerakan 100 hari pada Senin. Sinyal lain dari pemulihan setelah muncul para pembeli saat harga turun dalam beberapa minggu terakhir dan peningkatan arus masuk ke ETF emas di China.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Bertahan di atas US$ 4.300, Apa Pemicunya?
Hebe Chen, analis di Vantage Markets, menilai setelah terjebak dalam spiral penurunan sejak Maret, emas kini mulai keluar dari pola tersebut. "Yang lebih penting, kemampuannya untuk naik seiring dengan kenaikan harga minyak dan penguatan dollar menunjukkan bahwa para pedagang mulai menilai emas dari sudut pandang berbeda," katanya mengutip Bloomberg, hari ini.
Kini, para pedagang mengalihkan perhatian pada data inflasi AS yang akan dirilis pada Rabu. Indeks harga konsumen diperkirakan meningkat 0,1% pada Juli, setelah turun 0,4% pada bulan sebelumnya, menurut survei ekonom Bloomberg.
Menyusul kinerja yang lemah pada laporan pekerjaan AS, moderasi dalam pertumbuhan harga dapat membantu meredakan sebagian kekhawatiran inflasi di The Fed.
Namun, kemungkinan kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS akan meningkat jika harga energi yang lebih tinggi memberikan tekanan inflasi yang lebih besar. Presiden AS Donald Trump membuat tuntutan baru mengenai Iran pada Senin. Sikap yang semakin keras membuat kemungkinan AS dan Iran mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang menjadi semakin kecil.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 20.000 Jadi Rp 2.710.000 per Gram, Buyback Menguat
Di sisi lain, Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack mengatakan ada kemungkinan sejumlah kenaikan suku bunga diperlukan untuk menurunkan inflasi hingga target 2%. Hammack adalah salah seorang dari tiga pejabat Fed yang menentang keputusan bulan lalu untuk menjaga suku bunga tetap stabil.
Harga emas telah melonjak di atas ambang batas support kunci US$ 4.000 per troi ons dalam beberapa minggu terakhir, dengan meningkatnya minat terhadap logam mulia yang didukung oleh pembelian bank sentral. Toh, harga emas masih sekitar 16% di bawah level sebelum perang AS-Iran pecah pada akhir Februari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News