MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global memperpanjang penurunan yang terjadi kemarin. Konflik yang meluas di Timur Tengah mengerek naik harga energi, sehingga meningkatkan ekspektasi Federal Reserve akan menaikkan suku bunga demi mengendalikan inflasi.
Mengutip Bloomberg, Jumat (24/7), harga emas spot turun 0,31% menjadi US$ 4.036,75 per troi ons pada pukul 13.56 WIb. Harga emas hari ini lanjut turun setelah terpangkas 2% pada sesi sebelumnya.
Logam mulia telah menghapus sebagian besar kenaikan sejak awal pekan, yang didorong oleh aksi beli saat harga turun.
Perang memasuki fase eskalasi baru setelah gencatan senjata yang diteken AS dan Iran bulan lalu secara efektif runtuh. Presiden AS Donald Trump menyerukan serangan terhadap Iran dan mengatakan akan meminta pertanggungjawaban negara itu atas serangan Houthi yang berbasis di Yaman terhadap kapal-kapal di Laut Merah.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Bergerak Liar Pasca-Naik Dua Hari, Apa yang Terjadi?
Harga minyak mentah Brent acuan melonjak di atas US$ 100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei. Sementara, pada Kamis, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor dua tahun telah naik enam hari beruntun.
Yang menambah ketidakpastian, AS mengumumkan akan memungut biaya impor 10%-12,5% dari sebagian besar mitra dagang utama. Ini langkah terluas Trump untuk memulihkan rezim tarif proteksionisnya sejak pungutan sebelumnya dibatalkan oleh Mahkamah Agung.
Kenaikan harga energi bersamaan dengan pasar tenaga kerja yang tampak tangguh meningkatkan kemungkinan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga. Suku bunga yang lebih tinggi menjadi hambatan bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Menurut analisa China Zheshang Bank Co. Ltd., reli baru-baru ini tidak memiliki dukungan fundamental. "Jika Selat Hormuz tetap tertutup, harga minyak tetap tinggi, sementara The Fed mempertahankan sikap hawkish, pemulihan harga emas tidak akan berkelanjutan," tulis mereka yang mengutip Bloomberg, hari ini.
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 2.605.000 per Gram pada Perdagangan Jumat (24/7)
Para trader swap memperkirakan 34% peluang The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan minggu depan. Setidaknya satu kenaikan sudah diperkirakan untuk September, dan yang kedua bisa terjadi sebelum akhir tahun.
Harga emas sebagian besar berfluktuasi di sekitar US$ 4.000 per troi ons sejak akhir Juni, yang oleh beberapa pedagang dianggap sebagai level support kunci. Logam mulia telah terpangkas sekitar seperempat sejak AS melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News