MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global berbalik arah turun. Logam mulia melemah setelah Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan serangan yang lebih luas terhadap Iran, sehingga kembali memunculkan kekhawatiran akan kenaikan suku bunga demi mengendalikan inflasi.
Mengutip Bloomberg, Rabu (15/7), harga emas spot turun 0,58% menjadi US$ 4.029,01 per troi ons pada pukul 14.17 WIB. Harga emas hari ini terkoreksi, setelah ditutup naik 1,3% pada sesi sebelumnya karena angka inflasi di AS lebih rendah dari perkiraan
Presiden AS Donald Trump membahas perluasan serangan terhadap Iran di luar pengamanan saat ini di sekitar Selat Hormuz, menurut laporan Axios, yang dilansir Bloomberg. Sedangkan, Korps Garda Revolusi Iran mengatakan selat dan rute lainnya akan ditutup sampai AS mengakhiri serangannya.
Washington juga melanjutkan blokade terhadap kapal-kapal Iran dan melancarkan serangan untuk melemahkan kemampuan Iran dalam menyerang pelayaran komersial di kawasan tersebut. Namun, Trump mundur dari rencananya untuk mengutip biaya 20% pada pengiriman kargo melalui Selat Hormuz.
Baca Juga: Harga Emas Terjegal Perang dan Prospek Suku Bunga, US$ 4.000 jadi Level Bottom?
Harga minyak telah naik tiga hari. Intensitas pertempuran yang meningkat memunculkan kembali kekhawatiran bahwa harga energi akan tetap tinggi. Ini mengimbangi kenaikan harga emas pada Selasa saat rilis data Indeks Harga Konsumen AS (CPI) Juni turun untuk pertama kalinya dalam enam tahun.
Ketidakstabilan itu meningkatkan kemungkinan Federal Reserve pada akhirnya akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk jangka waktu lebih lama. Ini menjadi hambatan bagi emas, yang tidak memberikan imbal hasil. Meski data inflasi melandai, Ketua Fed Kevin Warsh memperjelas bahwa suku bunga akan berada di antara pilihan-pilihan tersebut, yang dapat ia gunakan untuk menjaga inflasi tetap dalam target 2%.
Bulan ini, harga emas sedikit naik setelah terpangkas 14% pada kuartal kedua. Penurunan dipicu ekspektasi The Fed akan memperketat kebijakan, dengan dollar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS naik.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini (15/7) Naik Jadi Rp 2.635.000/Gram, Buyback Ikut Menguat
Pelambatan inflasi yang tak terduga pada Juni memberi The Fed lebih banyak waktu untuk mempertimbangkan pilihannya. Pasar swap sekarang menaksir probabilitas 17% untuk kenaikan suku bunga pada Juni, mengecil dari ekspektasi hari sebelumnya yang hampir 50%.
Justin Lin, analis di Global X ETFs, mengatakan data CPI akan membantu memperkuat level US$ 4.000 sebagai batas bawah harga emas, tetapi komentar Warsh cukup agresif, yang membatasi antusiasme seputar potensi penurunan suku bunga.
"Putaran data CPI kali ini juga tidak memperhitungkan ketegangan AS-Iran yang kembali terjadi dan kenaikan harga minyak yang terbaru, sehingga pasar mungkin akan mengabaikan angka tersebut dan lebih mempertimbangkan sinyal di masa mendatang," kata Lin mengutip Bloomberg, hari ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News