MOMSMONEY.ID - Pengembangan usaha bagi kelompok rentan dan perempuan yang masuk kategori usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) perlu dilakukan. Untuk itu Kementerian UMKM menggelar program Langkah Akselerasi Kapasitas Usaha Mikro Inklusif (Laksmi) 2026.
Program tersebut secara khusus memberikan perhatian kepada perempuan pengusaha mikro agar mampu memperkuat kapasitas usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, serta secara bertahap mencapai kemandirian ekonomi.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, pemerintah ingin masyarakat yang sebelumnya berada pada kelompok desil 1–4 memiliki kesempatan meningkatkan taraf hidup melalui kegiatan usaha yang produktif. Pemberdayaan kewirausahaan menjadi salah satu jalan agar masyarakat mampu memperoleh penghasilan secara mandiri dan secara bertahap keluar dari kelompok rentan.
“Mereka kita dorong untuk mulai berusaha, menghasilkan pendapatan secara mandiri, dan naik level melalui program-program pemberdayaan yang ada di Kementerian UMKM,” ujar Menteri Maman di keterangan Sabtu (26/9) saat peluncuran Program Laksmi 2026 di Surabaya belum lama berselang.
Baca Juga: Produk UMKM Kurasi Busan Mulai Mejeng di Marketplace Domestik
Menteri Maman menjelaskan, upaya tersebut antara lain dilakukan melalui kolaborasi Kementerian UMKM dengan Kementerian Sosial (Kemensos). Saat ini, terdapat sekitar 14 ribu penerima program pemberdayaan sosial ekonomi yang dinilai siap untuk dihubungkan dengan program kewirausahaan Kementerian UMKM.
Jumlah tersebut berpotensi terus bertambah hingga sekitar 150 ribu penerima.
Para penerima selanjutnya akan mengikuti proses pembinaan dan pemberdayaan melalui Kementerian UMKM, mulai dari pelatihan hingga pendampingan usaha.
Setelah memiliki kapasitas yang memadai, mereka dapat dihubungkan dengan akses pembiayaan serta kemitraan bersama Permodalan Nasional Madani (PNM) dan lembaga lainnya.
Program Laksmi dirancang sebagai ekosistem pemberdayaan usaha mikro yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Program tersebut mencakup peningkatan kapasitas kewirausahaan, penguatan legalitas dan sertifikasi usaha, digitalisasi, akses pembiayaan dan pasar, temu mitra, hingga perluasan jejaring bisnis.
Baca Juga: Langkah Memanfaatkan Pasar Global Lewat UMKM Bisa Ekspor
Penguatan kapasitas perempuan menjadi salah satu fokus program tersebut. Menteri Maman mengatakan sekitar 64,5% UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan.
Besarnya keterlibatan perempuan menunjukkan peran mereka tidak hanya dalam menopang pendapatan keluarga, tetapi juga dalam menggerakkan kegiatan ekonomi di tingkat desa maupun perkotaan.
Program Laksmi 2026 sejauh ini diikuti 1.700 perempuan pengusaha mikro secara luring dan daring. Peluncuran program menjadi titik awal proses pendampingan berkelanjutan agar para peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, serta memperkuat kesejahteraan keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News