MOMSMONEY.ID - Duolingo mencatat Indonesia merupakan salah satu dari lima pasar Duolingo dengan pertumbuhan pengguna aktif harian tercepat di dunia dari tahun ke tahun. Ini menunjukkan makin tingginya minat masyarakat Indonesia untuk belajar bahasa.
“Kami melihat potensi yang sangat besar di pasar Indonesia,” ujar Chief Executive Officer dan salah satu pendiri Duolingo, Luis von Ahn dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/9).
Dia juga menyebut, ini jadi peluang untuk membantu masyarakat Indonesia mempelajari bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, Korea, dan bahasa lainnya.
Data pembelajar Duolingo menunjukkan, Indonesia menempati posisi teratas secara global dalam proporsi pembelajar yang menyebut “mendukung pendidikan saya” sebagai salah satu motivasi mereka belajar.
Baca Juga: Bukan Cuma Coding, Ini Cara Sederhana Orang Tua Melatih Anak Berpikir Logis
Dibandingkan rata-rata global, pembelajar di Indonesia 37% lebih mungkin belajar bahasa untuk mendukung pendidikan dan 41% lebih mungkin belajar untuk mengisi waktu secara produktif. Motivasi ini menunjukkan, masyarakat Indonesia memandang belajar bahasa sebagai bagian penting dari pengembangan diri dan investasi untuk masa depan.
Bahasa Inggris masih menjadi bahasa yang paling banyak dipelajari di Duolingo oleh pengguna di Indonesia, disusul bahasa Jepang dan Mandarin yang juga masuk dalam tiga besar.
Minat terhadap bahasa Mandarin juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Sejak 2023, proporsi pengguna aktif harian di Indonesia yang mempelajari bahasa Mandarin hampir tiga kali lipat.
Baca Juga: Bukan Cuma Medali Emas Asian Games 2026, Rahmat Erwin Abdullah Pecahkan Rekor Dunia
Para pembelajar di Indonesia juga menunjukkan ketertarikan untuk mempelajari lebih dari satu bahasa. Pengguna Duolingo di Indonesia 4,15 kali lebih mungkin mempelajari bahasa Inggris dan Mandarin secara bersamaan.
Kombinasi bahasa Jepang dan Mandarin, serta bahasa Inggris dan Jepang, juga cukup menonjol, masing-masing 3,3 kali dan 2,8 kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata global.
Secara keseluruhan, pola ini menunjukkan semakin luasnya minat pembelajar di Indonesia terhadap bahasa-bahasa Asia Timur, sembari tetap mempertahankan bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa utama yang dipelajari.
Luis von Ahn melanjutkan, menjangkau pembelajar di pasar seperti Indonesia memiliki kaitan erat dengan alasan ia mendirikan Duolingo.
Tumbuh besar di Guatemala, ia melihat bagaimana kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang baik dapat dipengaruhi oleh kondisi finansial sebuah keluarga. Pengalaman tersebut kemudian membentuk ambisinya untuk membuat akses belajar tersedia bagi semua orang.
“Saya ingin melakukan sesuatu yang dapat memberikan kesempatan yang setara bagi semua orang untuk mendapatkan pendidikan,” ujar Luis von Ahn.
Ia juga menyebut, misi Duolingo adalah menghadirkan pendidikan terbaik di dunia dan membuatnya dapat diakses oleh siapa saja. Menurutnya, keterbatasan finansial seharusnya tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk belajar, sehingga mereka yang tidak mampu membayar tetap dapat belajar melalui platform Duolingo.
Seiring semakin banyak pembelajar di Indonesia mempelajari bahasa untuk mendukung pendidikan, karier, dan peluang internasional, Duolingo terus mengembangkan kurikulumnya untuk membantu pengguna menguasai kemampuan bahasa yang lebih lanjut dan praktis.
Saat ini, sembilan kursus bahasa paling populer di Duolingo telah tersedia hingga tingkat B2.
Bagi pembelajar di Indonesia yang memiliki motivasi kuat untuk mendukung pendidikan mereka, pengembangan ini memberikan kesempatan untuk terus meningkatkan kemampuan bahasa, tidak hanya pada tingkat dasar.
Latihan percakapan berbasis AI pun menurut Luis von Ahn dapat membantu pembelajar berlatih berbicara tanpa rasa takut akan dinilai oleh orang lain. Dengan begitu, mereka dapat lebih leluasa berlatih menggunakan bahasa yang masih belum mereka kuasai dengan percaya diri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News