MOMSMONEY.ID - Setelah naik selama dua hari, harga emas hari ini di pasar global bergerak liar di dua arah. Aksi beli saat harga murah masih berlangsung, mengimbangi kekhawatiran inflasi akibat perang yang dapat mendorong kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Mengutip Bloomberg, Kamis (24/7), harga emas spot tergelincir 0,48% menjadi US$ 4.110,31 per troi ons pada pukul 14.10 WIB, setelah cenderung naik pada sesi pagi.
Harga emas siang ini mengakhiri kenaikan 3% yang terjadi selama dua sesi sebelumnya. Aksi bargain hunting terjadi meski AS dan Iran memberi sinyal bahwa mereka belum siap untuk kembali ke meja perundngan setelah konflik memanas belakangan ini.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Naik Dua Hari, Morgan Stanley Prediksi Emas ke US$ 4.450
Tumpahan minyak dilaporkan terjadi pada kapal tanker yang melintasi Laut Merah, yang pertama terjadi sejak konflik dimulai akhir Februari dan berpotensi meluas. Jalur perairan tersebut menjadi jalan pintas penting untuk minyak mentah Arab Saudi yang terblokir di dekat Selat Hormuz. Kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran mengaku bertanggung jawab atas kejadian itu.
Pasar kini mempertimbangkan dampak kenaikan harga energi terhadap data ekonomi AS yang lemah, sambil mencari petunjuk tentang arah suku bunga The Fed. Suku bunga yang tinggi menjadi hambatan bagi emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.
Para pedagang kini terpecah mengenai apakah The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan minggu depan, karena minim petunjuk di bawah Ketua Fed yang baru.
Selama konflik, harga emas sebagian besar bergerak terbalik dengan imbal hasil obligasi pemerintah AS, hingga bertahan di atas US$ 4.000 per troi ons minggu ini. Para pedagang menganggapnya sebagai level support.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini (23/7) Naik, Selisih Jual-Buyback Capai Rp 245.000 per Gram
Bart Melek, Kepala strategi komoditas global di TD Securities, mengatakan, kenaikan harga emas baru-baru ini dianggap tidak biasa mengingat lonjakan harga energi menyusul peningkatan ketegangan terbaru di Timur Tengah.
"Reli ini tampaknya bukan perpanjangan agresif dari posisi beli, melainkan didorong oleh penutupan posisi jual dan pembelian saat harga turun, setelah support teknis bertahan selama aksi jual sebelumnya," katanya mengutip Bloomberg, hari ini.
Menurut Melek, lingkungan suku bunga yang lebih tinggi menunjukkan bahwa emas mungkin turun kembali ke level support sekitar US$ 3.900 per troi ons, dan mungkin menghadapi resistensi yang segera terjadi di level US$ 4.200 per troi ons.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News