MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global memantul naik, setelah tergelincir kemarin. Para pedagang mempertimbangkan ketidakpastian seputar tarif impor dan risiko geopolitik di Timur Tengah.
Mengutip Bloomberg, Rabu (25/2), harga emas spot naik 0,8% menjadi US$ 5.186,78 per troi ons pada pukul 14.34 WIB. Harga emas hari ini mencoba memulihkan kerugian dari penurunan 1,6% pada sesi sebelumnya.
Ketidakpastian mengenai kebijakan perdagangan AS telah mendukung harga logam mulia dalam beberapa sesi terakhir. Emas juga tertopang oleh dollar AS yang lebih lemah, dan ketegangan terkait peningkatan kekuatan militer AS menjelang putaran berikutnya pembicaraan nuklir dengan Iran minggu ini.
Menurut Yuxuantang, Kepala Strategi Makro untuk Asia di JP Morgan Private Bank, harga emas telah menemukan pijakan di atas US$ 5.000, setelah pulih separo dari penurunan tajam yang dialami selama dua hari di awal bulan.
"Sepertinya terobosan ke atas sedang terjadi. Ketidakpastian tarif dan risiko terkait Iran, termasuk di antara faktor-faktor yang mungkin cukup untuk memicu pergeseran yang lebih berkelanjutan," katanya, mengutip Bloomberg, hari ini.
Baca Juga: Reli Empat Hari Berakhir, Harga Emas Dunia Tergelincir ke bawah US$ 5.200
Sementara, bea masuk 10% yang diberlakukan secara luas oleh Presiden Donald Trump mulai berlaku Selasa, setelah putusan Mahkamah Agung membatalkan tarif timbal balik. Meskipun presiden kemudian mengancam akan menaikkan angka tersebut menjadi 15%, ia belum secara resmi mengeluarkan arahan ini.
Dalam langkah yang dapat membuka pintu bagi tarif tambahan, pemerintahan Trump sedang bersiap-siap. Serangkaian investigasi keamanan nasional dilakukan menyoroti dampak impor tertentu terhadap barang-barang seperti baterai dan bahan kimia industri. Sementara, beberapa importir sedang berupaya untuk mendapat pengembalian tarif dari pemerintah.
David Wilson, Direktur Strategi Komoditas di BNP Paribas SA, menilai, potensi pengembalian dana ini akan berdampak dramatis pada defisit anggaran AS, dollar AS dan obligasi pemerintah.
Kekhawatiran tentang meningkatnya utang negara telah menjadi faktor yang memicu debasement trade, di mana investor beralih dari obligasi dan mata uang ke aset berharga seperti emas. Ini adalah pendorong utama kenaikan harga emas selama beberapa tahun, sebelum turun tajam pada akhir Januari.
Baca Juga: Anjlok Parah! Cek Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Rabu 25 Februari
Sementara, prospek suku bunga AS akan tetap stabil dalam waktu dekat, dapat menjadi hambatan bagi emas, yang tidak menghasilkan bunga. Presiden Federal Reserves Bank of Boston Susan Collins, pada Selasa, mengatakan bahwa suku bunga kemungkinan tetap tidak berubah untuk beberapa waktu, seiring data ekonomi terkini menunjukkan perbaikan di pasar tenaga kerja AS.
Risalah rapat kebijakan The Fed bulan Januari, yang dirilis awal bulan ini, menunjukkan bahwa para pejabat di bank sentral AS tampaknya waspada untuk memangkas suku bunga.
Selanjutnya: Ramai Emiten Ganti Pengendali di Tahun 2026, Berikut Aturan Lengkap dari BEI
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News