MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global konsolidasi setelah reli empat hari yang dipicu intervensi pasar obligasi AS yang mengejutkan. Kebijakan itu memunculkan kembali kekhawatiran atas kebijakan fiskal AS dan pelemahan dollar AS.
Mengutip Bloomberg, Selasa (25/8), harga emas spot turun tipis sekitar US$ 10 menjadi US$ 4.641,78 per troi ons pada pukul 14.12 WIB.
Harga emas hari ini sedikit turun, setelah melonjak 1% hingga mendekati US$ 4.700 per troi ons, level intraday tertinggi sejak pertengahan Mei. Logam mulia telah naik sekitar 7% selama seminggu terakhir setelah Departemen Keuangan AS meningkatkan pembelian kembali obligasi pemerintah jangka panjang.
Upaya baru-baru ini untuk mengendalikan biaya utang pemerintah AS mencuatkan kekhawatiran investor mengenai inflasi dan dollar, sehingga membuat emas yang dihargai dalam mata uang AS lebih murah bagi banyak pembeli. Hal ini juga menandakan kembalinya tema pelemahan nilai mata uang, yang telah menjadi pendorong reli emas tahun lalu.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Tembus US$ 4.600, Reli Makin Panas
Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan bahwa dia siap untuk memperluas buyback obligasi yang lebih mahal. Investor juga akan menantikan klarifikasi pandangan Kevin Warsh, Ketua Fed mengenai bagaimana Federal Reserve harus bereaksi terhadap inflasi pada pidato pertemuan tahunan di Jackson Hole, Jumat ini.
Charu Chanana, Kepala strategi investasi di Saxo Markets, mengatakan, pergerakan harga emas terbaru tampak seperti konsolidasi setelah kenaikan yang sangat kuat. "Para pedagang mungkin juga sedang mempersiapkan diri menghadapi potensi risiko yang muncul dari pidato Warsh akhir pekan ini," katanya mengutip Bloomberg, hari ini.
Ketidakpastian mengenai kebijakan The Fed disebutkan oleh George Efstathopoulos dari Fidelity Holdings Ltd., sebagai katalis untuk menggandakan kepemilikan dana emasnya (ETF) selama tiga minggu terakhir.
Fund manager tersebut mengatakan kepada Bloomberg News bahwa ia memulai akumulasi terbarunya setelah investor mundur dari obligasi jangka panjang AS yang diterbitkan setelah pertemuan Fed pada Juli, ketika bank sentral mempertahankan suku bunga tetap.
Baca Juga: Bitcoin Rebound 32%, Sinyal Tren Naik atau Reli Sementara?
Selain ketidakpastian kebijakan, emas sebagai aset aman juga diuji oleh peningkatan ketegangan perdagangan global. Pemerintah Uncle Sam mengancam sanksi ekonomi terhadap negara mana pun yang berbisnis dengan Iran. AS juga terlibat dalam perang dagang dengan Kanada setelah pembicaraan gagal minggu lalu.
Sementara itu, mengutip Bloomberg, Selasa (25/8), Citigroup Inc. menaikkan target harga emas tiga bulan ke depan menjadi US$ 4.800 per troi ons. Menurut analis Kenny Hu, putaran momentum spekulatif terbaru ini masih memiliki ruang untuk terus meningkat. Namun, permintaan fisik perlu mengejar ketertinggalan agar reli tersebut dapat berlanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News