MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global ambles di bawah US$ 4.200 per troi ons. Penurunan harga emas berlanjut setelah AS melancarkan serangan terhadap Iran, sebagai balasan atas penembakan helikopter militer, yang membahayakan upaya untuk mengakhiri perang.
Mengutip Bloomberg, Rabu (10/6), harga emas spot diperdagangkan di level US$ 4.192,76 per troi ons pada pukul 12.42 WIB, turun 1,59% dibandingkan penutupan sesi sebelumnya.
Dengan penurunan harga emas hari ini, maka tahun ini berjalan, harga emas dunia sudah melorot 2,93%.
Pasukan AS menyerang site-site di Iran di dekat Selat Hormuz, setelah Presiden AS Donald Trump menyalahkan Iran karena menembak jatuh helikopter AS di lepas pantai Oman. Bentrokan terbaru ini mengancam gencatan senjata yang rapuh dan berisiko memperpanjang penutupan hampir total Selat Hormuz, titik transit pengiriman energi dari Timur Tengah ke pasar global.
Baca Juga: Harga Emas Stabil Setelah Israel-Iran Setop Perang, Citigroup Pangkas Target Harga
Kantor berita IRIB News, sebagaimana dikutip Bloomberg, melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan dalam sebuah unggahan di X, pihaknya tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa respons. Teheran kemudian melancarkan sebuah serangan pesawat tak berawak ke Armada Kelima AS di Bahrain.
Harga minyak mentah Brent naik hingga 2% menjadi di atas US$ 93 per barel, sebelum memangkas kenaikannya setelah AS mengumumkan mengakhiri pembalasan singkatnya.
Hal ini semakin memicu kekhawatiran tentang inflasi global, yang menyebabkan bank sentral cenderung mempertahankan suku bunga tetap atau menaikkannya. Ini menjadi hambatan bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Para investor kini mengalihkan perhatian pada laporan inflasi AS yang akan dirilis pada rabu, untuk mencari petunjuk langkah Federal Reserve selanjutnya.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Rabu (10/6) Anjlok Rp 20.000 Jadi Rp 2.713.000
Suki Cooper, Kepala riset komoditas global di Standard Chartered Plc, mengatakan, pihaknya memperkirakan pergerakan harga akan menjadi lebih rentan dalam waktu dekat, seiring meningkatnya prospek kenaikan suku bunga.
"Lebih banyak kepemilikan pada produk berbasis emas yang diperdagangkan di bursa (ETF) akan merugikan jika harga emas terus merosot, yang akan membuat emas lebih rentan terhadap risiko penurunan lebih lanjut," katanya mengutip Bloomberg, Rabu (10/6).
Menurut Cooper, level batas bawah atau support teknikal berikutnya untuk emas di sekitar US$ 4.100 per troi ons. Meskipun pasar lesu, China tetap menjadi titik terang untuk permintaan emas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News